500 Peneliti Indonesia Terbaik Versi Sinta

500 Peneliti Indonesia Terbaik Versi Sinta
Peniliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan pemekatan ekstrak saat uji labaroratorium obat herbal untuk penyembuhan Covid-19 di Laboratorium Cara Pembuatan Obat Tradisional Baik (CPOTB) Pusat Penelitian Kimia LIPI, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (6/5/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Mohammad Defrizal)
Ari Supriyanti Rikin / EAS Kamis, 28 Mei 2020 | 21:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Riset Teknologi (Kemristek) mengumumkan 500 peneliti terbaik versi pemeringkatan Science Technology Index (Sinta). Ratusan peneliti dari lembaga penelitian dan universitas ini aktif melakukan publikasi nasional, internasional dan jurnal ilmiahnya disitasi (dijadikan referensi) peneliti asing.

Menteri Riset Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan, publikasi menjadi hal penting menuju world class university.

"Publikasi internasional juga harus berkualitas sehingga dijadikan referensi ilmuwan dunia,” katanya dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (28/5/2020).

Menristek juga menyebut, Sinta bisa mengukur output riset nasional, sehingga dapat diketahui mana instansi yang produktif melakukan riset. Khusus di tengah pandemi Covid-19, lanjutnya, Kemristek membuat Sinta Covid-19. Segala kegiatan tulisan, penelitian, publikasi terbaru dan produk terkait Covid-19 didorong sehingga bisa berkontribusi dalam percepatan penanganan Covid-19.

"Produk inovasi yang terkait penanganan Covid-19 sudah diluncurkan beberapa waktu lalu,” imbuhnya.

Menristek berharap, pemeringkatan Sinta bisa memotivasi peneliti dan perekayasa untuk terus berkarya hingga diakui secara internasional. Sedangkan bagi institusi diharapkan dengan Sinta memperbanyak penelitinya.

Pelaksana Tugas Deputi Riset Pengembangan Muhammad Dimyati menjelaskan, Sinta dibuat Kemristek sejak tahun 2016. Sinta bertujuan mengukur kinerja individu, jaringan peneliti, perekayasa, dan dosen.

Saat ini di Sinta terdapat 194.904 author, di antaranya lebih dari 4.600 jurnal internasional, lebih dari 34.070 buku, 93.346 jurnal artikel dan 69.796 conference paper.



Sumber: BeritaSatu.com