Jadi Sasaran Perusuh, Apple Store di AS Ditutup

Jadi Sasaran Perusuh, Apple Store di AS Ditutup
Toko Apple kosong. (Foto: 9to5mac)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Senin, 1 Juni 2020 | 12:58 WIB

San Fransisco, Beritasatu.com - Apple mengumumkan menutup banyak toko di Amerika Serikat (AS) pada Minggu (31/5/2020) untuk keselamatan karyawan dan pelanggan karena aksi protes atas kematian George Floyd, pria kulit hitam tak bersenjata, oleh polisi Minneapolis.

"Dengan mempertimbangkan kesehatan dan keselamatan tim, kami telah membuat keputusan untuk menutup sejumlah toko di AS pada hari Minggu," kata perusahaan dalam sebuah pernyataannya.

Sejumlah toko Apple (Apple store) telah menjadi sasaran para penjarah seperti toko Apple di Minneapolis. Aksi protes juga membuat toko Apple rusak seperti di Portland, Philadelphia, Brooklyn, Salt Lake City, Los Angeles, Charleston, Washington, D.C., Scottsdale, dan San Francisco.

Baca juga: Imbas Kerusuhan, Amazon dan Apple Sesuaikan Operasional

Apple mengatakan penutupan toko akan berlangsung hingga Minggu. Namun beberapa lokasi dengan kerusakan signifikan ditutup hingga waktu yang tidak terbatas.

Untuk itu, sejumlah toko telah mengosongkan barang dagangan di lantai penjualan untuk mencegah kerusakan.

Produk Apple yang dicuri dari toko tidak dapat dioperasikan setelah meninggalkan gedung dan dapat dilacak oleh pihak berwenang.

Penutupan toko Apple terjadi hanya lima hari setelah pengumuman perusahaan soal rencana pembukaan kembali toko. Sebanyak 140 dari 271 toko Apple di AS dibuka kembali di 21 negara bagian yang ditutup karena Covid-19. Apple mulai menutup tokonya di seluruh Barat pada pertengahan Maret, ketika virus corona mulai menyebar ke kota-kota di AS dan Eropa.



Sumber: BeritaSatu.com