Kapitalisasi Pasar Zoom Catat Rekor, Tembus Rp 895,7 Triliun

Kapitalisasi Pasar Zoom Catat Rekor, Tembus Rp 895,7 Triliun
Aplikasi Zoom (Foto: RTE / Dokumentasi)
Feriawan Hidayat / FER Sabtu, 6 Juni 2020 | 20:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Meningkatnya penggunaan aplikasi video call secara grup atau berkelompok bersamaan, membuat nilai kapitalisasi pasar Zoom ikutan melonjak dan mencatatkan rekor.

Baca Juga: Ini Fitur Keamanan Terbaru di Zoom 5.0

Melansir laporan Times of India, Sabtu (6/6/2020), nilai pasar Zoom disebutkan telah melampaui US$ 61 miliar atau sekitar Rp 859,7 triliun (kurs Rp 14.095 per dolar AS) .

Padahal, menurut sebuah laporan The Next Web, Zoom memulai tahun 2020 dengan kapitalisasi pasar US$ 18,99 miliar atau Rp 267,6 triliun.

Hal ini berarti, nilai pasar perusahaan sekarang menjadi lebih besar dari sejumlah perusahaan teknologi lainnya seperti eBay, Baidu, Electronic Arts dan Activision Blizzard.

Baca Juga: Zoom Raih Pendapatan Rp 4,6 Triliun

Pekan lalu, Zoom baru saja merilis laporan yang menyatakan nilai pendapatan sebesar US$ 328 juta atau sekitar Rp 4,6 triliun (kurs Rp 14.095 per dolar AS) dalam tiga bulan pertama tahun ini.

Nilai tersebut, tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 169 persen dibanding tahun lalu, ketika aplikasi video call ini hanya menghasilkan pendapatan sebesar US$ 122 juta atau sekitar Rp 1,7 triliun.

"Krisis Covid-19 telah mendorong permintaan yang lebih tinggi untuk interaksi tatap muka yang terdistribusi dan kolaborasi menggunakan aplikasi Zoom," kata pendiri dan CEO Zoom, Eric Yuan.

Baca Juga: BNPT Larang Zoom karena Tidak Aman

Pengguna aplikasi konferensi video Zoom melonjak drastis selama pandemi virus corona (Covid-19) yang melanda berbagai penjuru dunia.

Kondisi tersebut, membuat penggunaan Zoom melesat tajam karena perusahaan, sekolah, partai politik serta organisasi dan individu lainnya harus bekerja dari rumah (work from home) karena pandemi Covid-19.

 



Sumber: Times of India, The Next Web