Batan Ciptakan Alat Sterilisasi Pembasmi Virus dan Mikroba
INDEX

BISNIS-27 526.593 (1.29)   |   COMPOSITE 6140.17 (-13.29)   |   DBX 1202.23 (-7.31)   |   I-GRADE 182.055 (0.36)   |   IDX30 520.23 (0.55)   |   IDX80 139.249 (-0.07)   |   IDXBUMN20 408.872 (-1.25)   |   IDXESGL 143.85 (-0.09)   |   IDXG30 142.18 (0.55)   |   IDXHIDIV20 459.051 (-0.21)   |   IDXQ30 148.957 (0.28)   |   IDXSMC-COM 277.162 (-1.27)   |   IDXSMC-LIQ 347.622 (-0.64)   |   IDXV30 138.219 (0.1)   |   INFOBANK15 1055.23 (2.97)   |   Investor33 446.478 (0.8)   |   ISSI 180.128 (-0.46)   |   JII 636.549 (-1.11)   |   JII70 222.134 (-0.73)   |   KOMPAS100 1238.45 (-1.22)   |   LQ45 966.883 (1.11)   |   MBX 1689.51 (-2.6)   |   MNC36 329.297 (0.28)   |   PEFINDO25 325.3 (-4.01)   |   SMInfra18 310.992 (1.65)   |   SRI-KEHATI 381.519 (0.76)   |  

Batan Ciptakan Alat Sterilisasi Pembasmi Virus dan Mikroba

Senin, 8 Juni 2020 | 16:51 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) melalui Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN) menciptakan inovasi untuk membasmi virus dan mikroba. Inovasi tersebut, berupa remote mobile UV-C disinfektan dan lemari UV-C disinfektan yang berfungsi sebagai alat sterilisasi ruangan dan peralatan yang efektif dan efisien.

Kepala PRFN, Kristedjo Kurnianto mengatakan, menyikapi pandemi virus corona (Covid-19) yang hingga kini terus menyebar dan sebagai bentuk kontribusi dalam penanggulangan Covid-19, Batan menciptakan alat sterilisasi dengan memanfaatkan teknologi sinar ultraviolet C (UV-C).

"Wabah Covid-19 masih berlangsung dan mungkin dalam waktu yang lama, untuk itulah dibutuhkan alat sterilisasi untuk ruangan dan peralatan yang efektif dan efisien dalam membasmi mikroba dan virus," kata Kristedjo Kurnianto, dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, di Jakarta, Senin (8/6/2020).

Baca Juga: Radiasi Nuklir Bantu Temukan Vaksin Covid-19

Kristedjo menambahkan, di Wuhan Tiongkok, alat UV-C telah banyak dimanfaatkan untuk sterilisasi alat transportasi publik seperti bis kota, gerbong kereta, maupun rumah sakit. Lebih dari 100 tahun, teknologi sterilisasi dengan UV-C dimanfaatkan di dunia dan sudah terbukti efektif dan efisien.

Pembuatan kedua alat sterilisasi ini, lanjutnya, dimulai pada akhir bulan Maret 2020 bersamaan dengan berawalnya penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Remote mobile UV-C disinfektan atau robot UV-C disinfektan dimanfaatkan untuk sterilisasi ruangan dan dapat menjangkau berbagai tempat di ruangan secara fleksibel dan aman. Sedangkan lemari UV-C disinfektan untuk sterilisasi multi guna berbagai barang yang terkontaminasi virus atau bakteri seperti alat kesehatan, dan alat pelindung diri (APD) kesehatan.

Kristedjo menjelaskan, kedua alat ini menggunakan lampu UV yang memiliki panjang gelombang dari 200-280 nanometer yang termasuk dalam kelompok UV-C. "UV-C di alam berasal dari radiasi matahari dan tidak sampai ke permukaan bumi karena terserap oleh atmosfer bumi," ucapnya.

Baca Juga: IAEA Berikan Paket Bantuan RT-PCR Covid-19

UV-C sering disebut dengan UV Germicidal, karena memiliki sifat yang dapat membunuh dan menghentikan replikasi mikroorganisme termasuk virus dengan mekanisme merusak DNA/RNA makhluk hidup dan virus dengan derajat kehidupan yang sederhana. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa UV-C efektif membasmi mold (kapang/jamur), bakteri dan virus.

Sinar ini juga sudah terbukti efektif menghancurkan virus airborne influenza dan virus SARS yang merupakan virus serumpun dengan Covid-19. Daya tembus UV-C sangat rendah sehingga efektif untuk sterilisasi udara dan permukaan benda, namun memiliki daya rusak tinggi.

Karena sinar UV-C dapat membahayakan manusia apabila terpapar langsung dalam jangka waktu tertentu, maka dalam pengoperasian alat ini harus memperhatikan faktor keselamatan bagi operatornya.

Pada prinsipnya, tambah Kristedjo, cara kerja kedua alat ini menghasilkan UV-C dengan intensitas yang sangat tinggi yakni 240 watt untuk robot UV-C disinfektan dan 210 watt untuk lemari UV-C disinfektan. Sinar UV-C yang terpancar nantinya akan menghancurkan mikroba dan virus secara langsung dengan merusak DNA dan RNA melalui induksi transformasi molekuler.

Baca Juga: Batan Petakan Area Terpapar Radioaktif

"Untuk lemari UV-C disinfektan yang tertutup, selain dari sinar UV, juga ada mekanisme pembasmian mikroba dan virus lain yaitu oleh gas ozon yang terbentuk selama penyinaran UV-C. Gas ozon yang terbentuk sangat reaktif membunuh mikroba dan virus," paparnya.

Berdasarkan penelitian sebelumnya, tambah Kristedjo, 99 persen virus telah rusak atau hancur setelah terpapar ozon selama 30 detik. Ozon menghancurkan virus dengan menyebar melalui mantel protein ke dalam inti asam nukleat, yang mengakibatkan kerusakan RNA virus.

"Lemari disinfektan juga dilengkapi blower yang secara otomatis mengosongkan gas ozon dari ruang desinfektan setelah selesai proses penyinaran. Hal ini juga untuk keselamatan operator, mengingat kadar ozon yang terlalu tinggi juga membahayakan manusia," ucapnya.

Menurutnya, sebagian besar material yang digunakan untuk membuat kedua alat ini diproduksi di dalam negeri, kecuali lampu UV-C yang masih diproduksi di luar negeri namun dapat ditemukan di pasar lokal. Kedua alat ini hampir final, butuh sedikit penyempurnaan terutama dalam penyusunan prosedur operasi dan APD untuk operator dan pengujian oleh pihak yang berwenang.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Telkomsel Perluas Segmen Mobile Gaming

Telkomsel melalui Dunia Games merilis judul gim terbaru, Kolak Express 3.

DIGITAL | 8 Juni 2020

SAFR 2.0, Teknologi Pengenalan Wajah Tercepat di Dunia

SAFR 2.0 mampu mengetahui wajah orang yang menggunakan masker dengan akurasi tinggi.

DIGITAL | 8 Juni 2020

Cegah Perang Sipil di AS, Facebook Batasi Konten Boogaloo

Media sosial Facebook membatasi pencarian di platform jejaring sosialnya untuk kata Boogaloo, yang berisi tentang potensi perang sipil di Amerika Serikat.

DIGITAL | 7 Juni 2020

Digitalisasi Solusi Hadapi Tekanan di Dunia Usaha

belum pernah terjadi dari situasi ekonomi global yang saat ini terus berubah

DIGITAL | 7 Juni 2020

Pandemi Covid-19, Kanada Tunda Lelang Spektrum 5G

Ukuran bandwith yang lebih besar, merupakan kunci utama bagi perusahaan telekomunikasi untuk meluncurkan jaringan seluler generasi kelima atau 5G.

DIGITAL | 6 Juni 2020

Kapitalisasi Pasar Zoom Catat Rekor, Tembus Rp 895,7 Triliun

Nilai kapitalisasi pasar Zoom melampaui eBay, Baidu dan Electronic Arts.

DIGITAL | 6 Juni 2020

Imbas Covid-19, Seagate Pangkas 500 Karyawan

Kebijakan pengurangan tenaga kerja dimaksudkan untuk mendorong efisiensi operasional perusahaan.

DIGITAL | 6 Juni 2020

Belanja Daring Jadi Pilihan di Era Pandemi Covid-19

Aplikasi Freshco menawarkan kemudahan berbelanja buah dan sayur secara daring.

DIGITAL | 6 Juni 2020

Pengiriman Smartphone Global Turun 12%

Kebijakan lockdown dan meningkatnya angka pengangguran secara langsung berdampak terhadap tingkat penyerapan smartphone.

DIGITAL | 5 Juni 2020

Pandemi Covid-19, Pengguna Aplikasi Cakap Naik Lima Kali Lipat

Aplikasi Cakap aktif menggandeng berbagai pemangku kepentingan dalam menanggulangi dampak Covid-19.

DIGITAL | 5 Juni 2020


TAG POPULER

# Pelanggaran HAM Berat


# Banprov Indramayu


# Rizieq Syihab


# Natalius Pigai


# Covid-19


B1 Livestream

TERKINI

Jamin Perlindungan Data Pribadi, PKS Dorong Pembentukan Lembaga Pengawas Independen

NASIONAL | 2 menit yang lalu










TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS