BlockJakarta 2020 Bahas Potensi Blockchain di Indonesia

BlockJakarta 2020 Bahas Potensi Blockchain di Indonesia
Ilustrasi Blockchain. (Foto: Beritasatu Photo / Feriawan Hidayat)
Lona Olavia / WBP Rabu, 10 Juni 2020 | 10:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Konferensi internasional Blockchain, Blockjakarta kembali digelar pada 11 Juni 2020 mendatang secara virtual. Kali ini mengambil tema “Blockjakarta Indonesia’s Capability Conference” dan digelar secara virtual. Para pembicara akan membahas blockchain, termasuk membahas potensi di Indonesia di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Acara tersebut digelar oleh Blackarrow Conferences dengan berkolaborasi Indodax, salah satu startup Indonesia yang banyak mengembangkan misi edukasi Blockchain sejak 6 tahun silam.

CEO Blackarrow Conferences Sarfraz Patel mengatakan, pandemi Covid-19 ini menghadirkan tantangan bagi industri blockchain dalam jangka pendek. Namun wabah juga membuka peluang baru untuk jangka menengah dan panjang. “Blockchain dapat memainkan peran penting mempercepat inisiatif transformasi digital pascakrisis dan menyelesaikan masalah yang disorot dalam sistem saat ini,” katanya, dalam siaran pers, Rabu (10/6/2020).

Blockchain, menurutnya dapat berguna dalam manajemen rantai pasokan, pelacakan kontak, manajemen bencana, dan asuransi. Konferensi Digital BlockJakarta ini akan menjelaskan tentang perkembangan blockchain ditambah potensi ekonomi di tengah pandemi.

Baca juga: LG CNS Kembangkan Identifikasi Digital Berbasis Blockchain

Salah seorang pembicara, CEO Indodax Oscar Darmawan mengatakan, kegiatan ini merupakan konferensi virtual pertama yang membahas tentang blockchain. Sebagai pemateri, ia akan menjelaskan pengembangan blockchain menjadi sorotan karena banyak perusahaan yang mulai menerapkan hal ini.

Salah satu penggunaan sistem blockchain yang dikenal masyarakat luas adalah aset kripto. Bitcoin merupakan aset kripto yang paling populer. Hingga pertengahan tahun ini, harga bitcoin tercatat meningkat. Jika dilihat dari Maret 2020, harga bitcoin melonjak drastis hingga lebih dali dua kali lipat.

“Bitcoin sudah terbukti sebagai aset safe haven. Saat pandemi corona di awal tahun hingga pertengahan tahun ini, harganya justru meningkat. Di sisi lain, produk investasi lain tidak tahan terpapar Covid-19,” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com