Strategi Personal Branding Kekeyi Dinilai Jenius

Strategi Personal Branding Kekeyi Dinilai Jenius
Rahmawati Kekeyi. (Foto: Instagram/rahmawatikekeyiputricantikka23)
Feriawan Hidayat / FER Jumat, 12 Juni 2020 | 13:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kekeyi menjadi fenomena tersendiri di media sosial, terutama setelah kasus dugaan penjiplakan lagu Keke Bukan Boneka, yang dibanjiri hujatan netizen.

Baca Juga: Ivy Batuta Tekankan Pentingnya Personal Branding

Pakar Digital Branding Indonesia, Soegimitro mengatakan, Kekeyi merupakan sosok jenius di bidang personal branding. Kekeyi dinilai memiliki insting dan pengamatan yang sangat baik mengenai konten yang bisa menarik perhatian dan bagaimana memasarkan dirinya lewat media sosial, khususnya Youtube Channel.

"Saya melihatnya sebagai seorang content creator yang hebat,” kata Soegimitro dalam keterangannya kepada Beritasatu.com, Jumat (12/6/2020).

Soegimitro menuturkan, salah satu contoh 'kejeniusan' tersebut tergambar dalam konten Kekeyi naik becak ke pasar malam. Dalam konten tersebut, Kekeyi dinilai benar-benar memikirkan secara detail mengenai pemilihan kostum, pemilihan kendaraan yang digunakan dan pemilihan plot cerita hingga gimmick yang menyertainya.

"Kekeyi memikirkan setiap aspek dalam pembuatan konten yang bisa menimbulkan rasa penasaran orang. Untuk hal itu, sangat dibutuhkan kemampuan membaca target audiens, dan Kekeyi berhasil melakukannya,” kata Soegimitro.

Pakar Digital Branding Indonesia, Soegimitro

Pria yang bisa dijumpai di akun Instagram @Soegimitro ini menambahkan, Kekeyi mampu membuat konten sederhana namun bisa menarik perhatian banyak orang. Mulai dari video tutorial makeup hingga jalan-jalan menggunakan becak. Meski terlihat 'recehan' namun tidak ada yang salah dengan itu.

"Justru Kekeyi ini perlu didukung dalam berkarya di industri hiburan. Kontennya terlihat biasa tapi disukai. Meskipun tingkah lakunya banyak mengundang bullying dan gayanya yang terlihat ngasal, namun hal tersebut merupakan personal branding yang dibangun Kekeyi," tandasnya.

Menurut Soegimitro, untuk membentuk personal branding seperti yang dilakukan Kekeyi, diperlukan waktu dan proses. Pasalnya, apa yang dicapai oleh Kekeyi merupakan hasil konsistensinya sebagai influencer di media sosial, khususnya Instagram dan Youtube. "Saat dirinya mulai banyak muncul di media sosial, Kekeyi memanfaatkan popularitasnya untuk terus menjadi kreator konten yang terkonsep," jelasnya.

Tidak bisa dipungkiri, lanjut Soegimitro, meski bukan sebagai fan dan subscriber Kekeyi, namun banyak orang telah 'membantu' Kekeyi mencapai trending. "Tanpa orang-orang yang membagikan atau mengomentari, dan juga memberikan komen 'menghujat' maka bisa dipastikan tak akan bisa viral seperti sekarang," tegas Soegimitro.

Baca Juga: Pentingnya Peran PR Mengelola Citra Organisasi

Soegimitro menambahkan, Kekeyi juga dinilai konsisten dalam menghasilkan karya. Pasalnya, konsistensi merupakan salah satu hal yang perlu dipelajari jika ingin membentuk personal branding yang kuat.

"Contoh sikap konsistenKekeyi dalam membangun personal branding yang kuat adalah, di tahun 2018 viral lewat tutorial makeup menggunakan balon. Kemudian, di tahun 2019 viral lewat berita pacaran dengan artis ganteng. Nah, di tahun 2020 viral dengan lagu Keke Bukan Boneka. Sejatinya, Kekeyi memiliki karakter yang tidak seperti netizen kira," pungkas Soegimitro.



Sumber: BeritaSatu.com