Perusahaan Startup Diajak Masuk Bursa

Perusahaan Startup Diajak Masuk Bursa
Investor startup sekaligus pendiri Indies Capital, Pandu Patria Sjahrir (kanan). (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Indah Handayani / FER Senin, 22 Juni 2020 | 23:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Investor startup yang merupakan pendiri perusahaan modal ventura Indies Capital dan AC Ventures, Pandu Patria Sjahrir masuk dalam jajaran calon anggota Dewan Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI) terpilih yang akan diangkat dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI Tahun 2020.

Baca Juga: Salma Markets Catatkan Pertumbuhan Nasabah

Informasi tersebut didapat dari surat OJK bernomor S.169/D.04/2020 yang beredar Jumat (19/6/2020). Terkait kabar penunjukkan ini, Pandu menyampaikan dirinya ingin mengajak lebih banyak perusahaan startup dan teknologi masuk ke bursa.

"Saya ingin menggandeng perusahaan-perusahaan startup dan teknologi untuk bisa menjadi emiten di pasar modal kita,” terang Pandu dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Senin (22/6).

Baca Juga: Startup EventXtra Raih Pertumbuhan Pendapatan 300%

Selain Pandu, terdapat nama-nama lain seperti John Aristiato Prasetio sebagai Komisaris Utama, Mohammad Noor Rachman Soejoeti, Heru Handayanto, dan Karman Pamurahardjo sebagai Komisaris. Kelima calon tersebut telah dinyatakan lolos fit and proper test dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pandu yang juga merupakan CEO SEA Group Indonesia, mencontohkan keberhasilan SEA sebagai perusahaan game Asia Tenggara yang dikenal dengan Garena pernah sukses melantai ke bursa saham di New York pada tahun 2017. Hingga saat ini, kapitalisasi pasarnya mencapai lebih dari US$ 8 miliar atau setara Rp 112 triliun.

Baca Juga: Dua Fitur Baru Lengkapi Aplikasi Aku Pintar

Masuknya perusahaan-perusahaan startup dan teknologi di bursa saham ini diharapkan dapat mendorong kemajuan ekonomi digital di Indonesia karena dapat menjadi perantara perusahaan rintisan untuk mendapatkan modal dan mendorong perusahaan startup untuk menerapkan good corporate governance (GCG), salah satunya dengan IPO (Initial Public Offering).



“Dengan masuk ke bursa saham, perusahaan startup akan didorong untuk lebih terbuka dan akuntabel,” jelas Pandu yang saat ini juga menjabat sebagai Dewan Komisaris Gojek, startup pertama di Indonesia yang bergelar Decacorn.



Sumber: BeritaSatu.com