Era Normal Baru, Pengguna Idamkan Layanan Data Bebas Khawatir

Era Normal Baru, Pengguna Idamkan Layanan Data Bebas Khawatir
Ilustrasi ponsel pintar. (Foto: ist)
Feriawan Hidayat / FER Selasa, 23 Juni 2020 | 15:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kalangan pembaca sempat dihebohkan dengan salah satu opini yang menjadi hot thread di laman utama Kaskus. Rubrik opini tersebut membahas keluhan-keluhan yang dirasakan pengguna layanan telekomunikasi yang merasa masih belum memiliki kendali penuh dalam menikmati layanan data.

Baca Juga: Akses Internet Diharapkan Merata dan Terjangkau

Pengguna tidak menyadari adanya keterbatasan pada layanan yang mereka beli dan belum terbiasa mempelajari sendiri syarat dan ketentuan kecuali mereka mengalami masalah pada saat menikmati layanan. Padahal, selama era normal baru atau new normal, penggunaan internet di hampir seluruh wilayah Indonesia meningkat 12 persen hingga 14 persen. 

Siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Selasa (23/6/2020) menyatakan, topik ini sebenarnya bukan hal yang baru. Jika berkaca pada perbincangan yang memenuhi linimasa media sosial (medsos), pengguna acap kali menyuarakan keluhan akan batasan-batasan yang masih mereka rasakan dalam menikmati layanan data. Sebut saja seperti kuota yang terbagi-bagi.

Pengguna mengeluhkan kuota yang mereka terima tidak dapat dinikmati sesuka hati, lantaran kuota tersebut hanya bisa dinikmati pada dini hari atau untuk aplikasi dan jaringan tertentu saja

Selain itu, pengguna juga tidak menyadari bahwa layanan paket unlimited bukan berarti tanpa batas dengan kecepatan yang sama, sehingga harus berkompromi. Pasalnya, atas pemberlakuan aturan batas wajar penggunaan atau biasa disebut FUP, kecepatan dari paket unlimited akan terdegradasi hingga lebih dari 50 persen seiring pemakaian kuota mencapai batas penggunaan wajar.

Baca Juga: Trafik Layanan Data XL Axiata Naik 25%

Tak luput, layanan unlimited yang hanya bisa dinikmati pada rentang waktu tertentu saja. Seringkali, pengguna baru akan menyadari jika sudah terbentur salah satu masalah di atas.

Hal lain yang memberatkan pengguna adalah masalah fleksibilitas, di mana pengguna masih terbebani dengan komponen layanan yang tidak mereka butuhkan, layanan sms premium dan ring back tone (RBT) yang tidak umum diminati, serta banyaknya waktu yang terbuang untuk menyelesaikan masalah sederhana.

Memahami desakan kebutuhan pengguna untuk menikmati layanan data dengan lebih leluasa, beberapa operator seluler konvensional telah memperkenalkan operator digital baru yang hadir sebagai angin segar.

Namun, apakah satu-dua pendobrak saja cukup untuk mengubah lanskap industri telekomunikasi di tanah air? Mungkinkah akan ada pemain lain bermunculan untuk dapat memberikan fleksibilitas penuh, kebebasan dan transparansi?

Baca Juga: Telkomsel Perluas Cakupan Layanan VoLTE

Dengar-dengar, ada calon pendatang baru yang berniat untuk turut mengubah status quo, yaitu Live.On. Jika merujuk pada informasi yang beredar di dunia maya dan medsos, Live.On merupakan provider digital berbasis prabayar yang segera hadir, memberikan kuasa penuh atas paket data besar dan pengalaman digital baru bagi kaum profesional cerdas digital. Bahkan, dalam website-nya, Live.On tak segan untuk memberikan data secara cuma-cuma selama setahun penuh.

Lantas, apakah Live.On dapat menjadi pendobrak baru yang akan memenuhi kebutuhan pengguna layanan telekomunikasi? Menjamin fleksibilitas, kebebasan dan transparansi, serta mampu menjadi solusi bagi pengguna yang menginginkan perubahan? Kita lihat saja nanti.



Sumber: BeritaSatu.com