Penerapan Praktik Kerja Jarak Jauh yang Aman dan Efektif

Penerapan Praktik Kerja Jarak Jauh yang Aman dan Efektif
Ilustrasi Bekerja dari rumah atau work from home. (Foto: Istimewa)
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 24 Juni 2020 | 10:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Praktik bekerja jarak jauh di era kenormalan baru atau new normal, dapat dimanfaatkan oleh para peretas untuk mencuri data. Pasalnya, mereka secara konsisten selalu mencari cara untuk mengambil keuntungan dari interkonektivitas perangkat pengguna.

Baca Juga: Pandemi Covid-19, Perusahaan Terapkan Tranformasi Digital

Studi McAfee berjudul Cloud Adoption & Risk Report - Work from Home Edition, menemukan adanya peningkatan 50 persen dalam penggunaan komputasi awan (cloud computing) di seluruh dunia, bersamaan dengan peningkatan dua kali lipat di lalu lintas komputasi awan dari perangkat yang tidak dikelola oleh perusahaan, sehingga rentan terhadap potensi kehilangan data.

Lebih mengkhawatirkan lagi, ancaman komputasi awan dari aktor eksternal disebutkan mengalami peningkatan sebesar 630 persen, yang sebagian besar menargetkan layanan platform seperti Microsoft 365.

Bagi perusahaan besar yang telah memiliki investasi keamanan siber atau cybersecurity, mungkin hal ini tidak menjadi ancaman substansial. Namun, bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia yang belum berinvestasi secara memadai dalam proses transformasi digital, kondisi ini menjadi suatu kekhawatiran tersendiri terhadap bisnis mereka.

Baca Juga: New Normal Jadi Peluang Bagi UMKM

Managing Director Asia McAfee, Jonathan Tan, mengatakan, berdasarkan hasil survei IDC terhadap perusahaan Indonesia pada tahun 2019, 45 persen perusahaan mengakui pentingnya mengukur keberhasilan transformasi digital dalam menentukan langkah perusahaan selanjutnya.

"Namun, transformasi digital adalah proses yang berkelanjutan, dan masih banyak yang harus dilakukan. Bagaimana sektor bisnis dapat memastikan, mereka dapat mengatasi ancaman serangan siber saat dan setelah pandemi, dalam kondisi lingkungan bisnis yang berubah sangat cepat?" kata Jonathan dalam keterangan persnya yang diterima Beritasatu.com, di Jakarta, Rabu (24/6/2020).

Menurut Jonathan, McAfee memberikan tiga insight dalam membantu kelangsungan bisnis di era normal baru. Pertama, gunakan referensi. Saat ini ada banyak saran dari pelaku bisnis tentang langkah-langkah yang dapat diambil terkait kelangsungan bisnis, dan beberapa bahkan berbagi kerangka kerja mereka.

Baca Juga: Peretas Tiongkok Targetkan Kampanye Biden

"Bahan-bahan ini baik untuk digunakan sebagai referensi ketika mengembangkan suatu kerangka kerja, dan harus dilakukan dengan tujuan memaksimalkan efektivitas,” jelas Jonathan.

Kedua, bekerja erat dengan karyawan. Pasalnya, membuat sebuah kerangka kerja tentunya membutuhkan keterlibatan karyawan. "Sangat penting mengomunikasikan perilaku dan dampak yang diharapkan untuk memastikan karyawan dapat memanfaatkan praktik kerja jarak jauh secara maksimal," tandas Jonathan.

Ketiga, jangan takut mencoba hal baru. Sangat mungkin bahwa tolok ukur keberhasilan akan ditentukan secara terburu-buru dan kerangka kerja akan terus berubah seiring dengan berbagai masukan penting terhadap pengembangan perangkat dan potensi ancaman.

Baca Juga: Ancaman Serangan Fileless Meningkat 265%

Namun, lanjut Jonathan, pada akhir akhirnya proses ini penting karena bisnis yang berada di tengah-tengah transformasi harus memiliki kerangka kerja yang efektif berdasarkan pengalaman yang ada dengan tujuan kelangsungan bisnis.

"Ketika bicara tentang cybersecurity, bisnis yang berubah secara digital harus memahami bagaimana penyimpangan dalam fitur perlindungan dapat menimbulkan kerugian, sehingga terjadi kepatuhan terhadap konsep keamanan, di mana lapisan cybersecurity dimanfaatkan untuk memastikan solusi digital yang baru dapat diimplementasikan dengan aman,” tandasnya.

Jonathan menambahkan, ketika tatanan new normal atau normal baru ditetapkan, bisnis-bisnis pada akhirnya akan beradaptasi dan dapat memperkuat langkah-langkah mereka dengan mematuhi aturan dan tolok ukur keamanan yang telah dibuat.

Baca Juga: Disabilitas Tetap Produktif di Masa New Normal

"Seluruh aplikasi dan teknologi yang ada harus dalam keadaan aman sehingga mampu memberikan nilai tambah saat menggunakan solusi cybersecurity yang mencakup semua landasan untuk saat ini dan di tahun-tahun mendatang,” pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com