Hutchison 3 Gandeng Huawei Bangun Data Center di Malang

Hutchison 3 Gandeng Huawei Bangun Data Center di Malang
Para pengembang teknologi fusi untuk pembangunan data center yang akan dibangun di Malang, Jawa Timur. (Foto: istimewa)
Chairul Fikri / CAH Kamis, 25 Juni 2020 | 15:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebagai negara berkembang, Indonesia ditantang untuk terus meningkatkan kemampuan  teknologi terutama yang ramah lingkungan. Salah satunya teknologi data center yang diperlukan bangsa untuk peningkatan industri telekomunikasi di Indonesia.

Hal tersebut membuat Hutchison 3 Indonesia bekerja sama dengan Huawei untuk membangun data center baru di Malang dengan menerapkan solusi modular prefabrikasi yang inovatif. Langkah ini mampu memangkas waktu konstruksi hingga dua kali lebih cepat, dari tiga bulan menjadi 40 hari.

Inovasi ini juga merupakan penerapan solusi modular pertama yang diharapkan akan mampu meningkatkan industri teklekomunikasi di Indonesia agar bisa bersaing dengan negara lainnya. Hal tersebut diungkapkan Hutchison 3 Indonesia Chief Technical Officer, Desmond Cheung dalam keterangan pers-nya, Kamis (25/6/2020).

"Pendirian data center baru di Malang merupakan bagian dari pengembangan jaringan yang kami lakukan secara masif untuk meningkatkan kecepatan internet, menekan latency, dan meningkatkan kapasitas jaringan secara keseluruhan," ungkap Desmond.

Hal senada diungkapkan Huawei Indonesia Director of Hutchison Subsidiary Account Department, Roy Lu yang mengatakan peningkatan industri telekomunikasi di Indonesia khususnya di Jawa Timur belakangan memang terus meningkat. Sehingga dengan pembangunan data center baru ini bisa digunakan untuk sistem komunikasi jaringan yang mengelola konektivitas pengguna ke internet.

"Untuk mendukung upaya 3 dalam pertumbuhan bisnis, core network cloudification, dan mempersiapkan jaringan 5G. Penerapan komersial pertama solusi modular prefabrikasi ini menandai kerja sama yang lebih erat antara 3 Indonesia dan Huawei Indonesia dalam membangun infrastruktur jaringan digital yang siap untuk menyambut 5G. Dengan pembagunan data center ini Kita bisa mengelola lebih dari 10 ribu tera bita (TB) lalu lintas data dan melayani 32 juta pengguna aktif yang 95 persen di antaranya adalah anak muda, 3 Indonesia terus meningkatkan jaringannya di lebih dari 33.000 desa di Sumatera hingga Sulawesi," tuturnya.

Upaya untuk terus melahirkan teknologi-teknologi yang salah satunya data center baru yang ramah lingkungan memang harus terus dilakukan. Salah satunya, adalah dengan memperkenalkan konsep teknologi fusi. Reaksi fusi dapat menghasilkan energi panas yang sangat besar, dan dapat digunakan untuk menghasilkan daya. Dengan hanya satu gram bahan bakar, reaksi fusi dapat menghasilkan energi yang sama dengan energi yang didapat dari penggunaan delapan ton minyak bumi. Hal itu yang membuat Perusahaan teknologi Toshiba pun ternyata telah terlibat dalam pengembangan teknologi fusi sejak 1970-an.

"Toshiba telah membuat kemajuan berarti dalam hal desain dan pembuatan teknologi ini.Dan Toshiba telah bekerja dengan Institute Nasional untuk Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Quantum dan Radiologis (QST) dalam membangun perangkat fusi JT-60 (Breakeven Plasma Test Facility) dan terus berupaya meningkatkan teknologi superkonduktor yang sebelumnya telah dikembangkan," tuturnya.

Dari segi desainnya, reaksi fusi tidak memungkinkan terjadinya runaway reactions atau reaksi termal yang tidak stabil. Reaksi fusi juga tidak akan menghasilkan limbah radioaktif tingkat tinggi dan merupakan proses yang bersih, karena tidak mengeluarkan karbon dioksida. Dari segi keamanan, teknologi fusi ini pun terjamin keamanannya. Terutama, apabila dibandingkan tenaga nuklir yang telah dipertanyakan keamanannya, sejak kecelakaan di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl.



Sumber: BeritaSatu.com