Verizon Ikut Tarik Iklan dari Facebook

Verizon Ikut Tarik Iklan dari Facebook
Ilustrasi Facebook (Foto: RTE / Dokumentasi)
Feriawan Hidayat / FER Jumat, 26 Juni 2020 | 16:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Perusahaan telekomunikasi asal Amerika Serikat (AS), Verizon, memutuskan untuk tidak lagi berikan di Facebook.

Baca Juga: North Face Putuskan Setop Beriklan di Facebook

Verizon ikut bergabung dengan sejumlah merek lainnya dalam gerakan memboikot pemasangan iklan di Facebook, berkaitan dengan kesalahan penanganan platform media sosial itu, terkait ujaran kebencian dan informasi yang keliru. Gerakan bertajuk Stop Hate for Profit tersebut, menyerukan kepada perusahaan-perusahaan untuk berhenti beriklan di Facebook.

"Kami menghentikan sementara iklan kami hingga Facebook dapat menciptakan solusi yang dapat diterima dan membuat kami nyaman dan konsisten dengan apa yang telah kami lakukan dengan YouTube dan mitra lainnya," kata John Nitti, kepala petugas media Verizon, seperti dilansir dari AFP, Jumat (26/6/2020).

Sebelumnya, beberapa perusahaan besar dan ternama seperti merek es krim Ben & Jerry’s, perusahaan perlengkapan luar ruang Patanogia dan North Face, serta agen kepegawaian freelance Upwork, telah mengumumkan rencana mereka untuk menghentikan pemasangan iklan di Facebook.

Baca Juga: Facebook Akuisisi Perusahaan Teknologi Pemetaan

Facebook berada di bawah tekanan karena penanganan terhadap pidato kontroversial Presiden AS,Donald Trump, yang dinilai dapat memicu aksi kekerasan tehadap kelompok minoritas. Selain itu, perusahaan rakasa media sosial ini dinilai lepas tangan terhadap sejumlah unggahan terkait ujaran kebencian dan informasi yang keliru.

Menanggapi gerakan boikot pemasangan iklan tersebut, pihak Facebook menyatakan tetap menghormati keputusan setiap merek, sambil terus melakukan perbaikan.

"Kami menghormati keputusan merek apa pun dan tetap fokus pada pekerjaan penting untuk menghapus ujaran kebencian dan memberikan informasi pemungutan suara yang kritis," kata Carolyn Everson, wakil presiden bisnis global Facebook.



Sumber: BeritaSatu.com