Pentingnya Teknik Berbicara Secara Digital di Era New Normal

Pentingnya Teknik Berbicara Secara Digital di Era New Normal
Aplikasi Zoom (Foto: RTE / Dokumentasi)
Jayanty Nada Shofa / JNS Senin, 29 Juni 2020 | 07:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menurut ahli public speaking Three Speakers, kemampuan komunikasi secara digital bisa menentukan kesuksesan karir seseorang di era normal baru (new normal).

Mewabahnya virus corona telah membatasi ruang gerak masyarakat. Penyelenggaraan webinar dan pertemuan virtual di platform digital seperti Zoom pun telah menjadi norma baru di tengah pandemi.

"Di era new normal, kita membahas bagaimana membuat dan mengartikulasikan vokal, verbal, dan visual ini agar berdampak efektif kepada audiens digital. Sebuah ide apabila disampaikan secara efektif dapat mendorong orang lain untuk mendukung gagasan kita," ungkap Bayu Oktara pada webinar Three Speakers, Sabtu (29/6/2020).

Bayu menuturkan, salah satu hal yang perlu diperhatikan pada komunikasi digital adalah teknik "Claps" atau Clear, Loud and Powerful Speaking. Beberapa aspek dalam Claps ini termasuk intonasi, aksentuasi atau penekanan, kecepatan (110-130 kata per menit), serta artikulasi.

"Apabila kita berbicara tidak jelas atau bergumam, maka pendengar akan dengan mudah kehilangan konsentrasi. Di era digital, penyampaian harus ekstra jelas. Karena audiens hanya melihat medium close up dan bahasa tubuh tidak dapat terlihat dengan jelas," kata Hilbram Dunar.

Seorang pembicara idealnya menggunakan diafragma atau nafas perut agar suara yang dihasilkan lebih bulat dan bertenaga. Hal ini juga harus disertai dengan powerful speaking atau berbicara tanpa filler words atau kata pengisi seperti "em", "ah" dan lainnya.

"Semakin banyak menggunakan filler words, lawan bicara akan menjadi tidak tertarik dengan apa yang kita sampaikan. Ini bisa diakali dengan melambatkan kecepatan berbicara atau mengganti filler words dengan jeda atau diam sejenak," jelas Uli Herdi.

Aspek visual, lanjut Uli, juga berperan penting dalam komunikasi digital. Salah satunya adalah dari cara berpakaian dan memainkan kontras dengan latar belakang yang ada. Sebagai contoh adalah dengan mengenakan pakaian berwarna terang ketika latar berwarna gelap dan sebaliknya.

"Selain itu, kita juga harus menganggap kamera sebagai mata orang yang diajak berbicara. Eye contact (kontak mata) ini penting agar kita terlihat semakin komunikatif dalam sebuah virtual meeting. Jadi, pastikan angle kamera berada di eye level atau sejajar dengan mata," pungkas Bayu.

Sebagai informasi, Three Speakers terdiri dari trio pembicara publik sekaligus presenter kondang Hilbram Dunar, Uli Herdi, dan Bayu Oktara. Ketiganya kerap menggelar berbagai kelas public speaking dengan tujuan mewujudkan "Indonesia Jago Bicara".



Sumber: BeritaSatu.com