Contactless Store Jadi Solusi Bisnis di Era Normal Baru

Contactless Store Jadi Solusi Bisnis di Era Normal Baru
CEO PT Meeber Teknologi Indonesia, Rudy Hartawan. (Foto: Beritasatu Photo / Amrozi Amenan)
Amrozi Amenan / FER Kamis, 2 Juli 2020 | 00:06 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Pandemi virus corona atau Covid-19 telah mendorong pelaku bisnis ritel menerapkan berbagai inovasi yang mengikuti standar protokol kesehatan. Konsep toko yang meniadakan kontak fisik antara karyawan dan pembeli atau contactless store diramal bakal menjadi salah satu inovasi yang banyak diterapkan.

Baca Juga: 5 Tren Belanja Setelah Wabah Covid-19 Berakhir

CEO PT Meeber Teknologi Indonesia, Rudy Hartawan menjelaskan, era normal baru atau new normal bagi pelaku bisnis adalah menerapkan standar protokol kesehatan yang sesuai dengan anjuran pemerintah di unit bisnis yang dimiliki, sehingga penyebaran Covid-19 dapat ditekan.

"Saat ini pelaku bisnis mulai menerapkan inovasi-inovasi yang mengadopsi ketentuan tersebut. Salah satu solusi adalah menerapkan konsep contactless store," ujar Rudy di Surabaya, Rabu (1/7/2020).

Menurut Rudy, contactless store sebenarnya sudah cukup lama diterapkan di negara-negara maju walaupun dengan penamaan berbeda, dan konsep yang mungkin berbeda. Sebut saja misalnya ShelfX di Amerika Serikat (2014), Viken di Swedia (Februari 2016), AmazonGo di Amerika Serikat (Desember 2016), Alibaba di Tiongkok (Januari 2018), dan Lawson di Jepang (Agustus 2017), dan lainnya.

Baca Juga: NEC Boyong Inovasi Toko Tanpa Kasir ke Indonesia

"Namun yang jelas, secara umum cara kerjanya adalah tanpa adanya karyawan yang melayani pengambilan barang dan kasir yang melayani pembayaran. Lalu, pelanggan bisa melakukan pengambilan barang, pembayaran dan pembungkusan barang secara mandiri melalui aplikasi di smartphone mereka," jelas Rudy.

Selain itu, konsep ini bisa digunakan saat mengambil barang-barang dagangan yang hendak dibeli ke keranjang belanjaan, memindai (scanning) barang-barang yang diambil melalui aplikasi kemudian melakukan pembayaran secara digital.

"Konsumen secara mandiri bisa memindahkan barang-barang dari keranjang belanjaan ke bungkusan untuk dibawa pulang. Saat melewati pintu pemeriksaan (sebelum keluar), sistem ini akan mendeteksi apabila ada barang-barang yang belum dibayar," tandasnya.

Baca Juga: Aplikasi Meeber Bidik Pelaku Bisnis Kuliner di Jatim

Rudy menambahkan, pada solusi yang diperkenalkan oleh Meeber melalui aplikasi Meeberian, pelanggan bukan hanya dapat melakukan pesan dengan pindai kode barcode atau QR Code barang untuk proses yang cepat dan nyaman, juga dapat melakukan pembayaran yang didukung oleh opsi alat pembayaran yang beragam seperti kartu kredit, debit, LinkAja, Dana, Go-Pay dan lain-lain.

"Selain itu, aplikasi Meeber Lite juga memungkinkan pelaku bisnis dapat membuat informasi atas produknya, memantau transaksi dan pembayaran dari pelanggan serta dilengkapi dengan sistem loyalitas pelanggan berupa poin penghargaan dan kartu member digital,” imbuh Rudy.



Sumber: BeritaSatu.com