Program Bekup 2020 Targetkan 500 Startup

Program Bekup 2020 Targetkan 500 Startup
Ilustrasi Startup. (Sumber: IST)
Lona Olavia / FER Selasa, 7 Juli 2020 | 16:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf) atau Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) resmi membuka program Baparekraf for Startup atau disingkat Bekup yang kelima. Kali ini, Bekup menyoroti kebutuhan untuk membangkitkan kembali industri pariwisata dan ekonomi kreatif di tengah masa sulit pandemi Covid-19.

Baca Juga: Anggaran Pariwisata Diminta Garap Pasar Domestik

Pelaksana tugas (Plt) Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Josua Puji Mulia Simanjuntak mengatakan, sinergi pemerintah dengan para pelaku usaha termasuk startup merupakan hal yang sangat penting dalam masa pemulihan ekonomi negeri ini. Melalui program Bekup, pihaknya ingin membuka kesempatan lebar bagi para pelaku usaha, serta mendorong terciptanya inovasi digital dan kemampuan adaptasi mereka untuk meningkatkan kualitas wirausaha apalagi sekarang dalam masa Covid-19.

"Lewat teknologi digital, kita harapkan akan ada akselerasi bisnis yang membuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat pulih dengan lebih cepat. Selain itu, dengan adanya kesempatan yang ditawarkan oleh program ini, para pelaku usaha dapat fokus dan berinovasi untuk menjadi solusi menanggulangi dampak pandemi Covid-19,” ujar Josua dalam konferensi pers virtual, Selasa (7/7/2020).

Selama empat tahun berjalan, Bekup telah memfasilitasi 390 pre-startup di 15 kota di seluruh Indonesia. Pada tahun kelimanya ini, Bekup akan menyeleksi ratusan pre-startup yang bergerak di sektor ekonomi kreatif dan pariwisata. Program ini akan dilaksanakan dalam 5 batch di 5 kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Surabaya, Bali, Medan, dan Makassar.

Baca Juga: Startup Ling-Go Luncukan Aplikasi Jasa Penerjemah

Nantinya, 20 pre-startup terbaik dari setiap batch akan dipilih pada tahapan seleksi awal sebelum para pre-startup yang terpilih melalui periode bootcamp selama 3 hari. Nantinya, ke-20 pre-startup tersebut kemudian akan diseleksi kembali untuk menentukan 8 pre-startup terbaik dari setiap batch. Total 40 pre-startup dari seluruh batch akan menerima mentoring intensif selama satu bulan sebagai persiapan menjalankan bisnisnya.

Lebih dari 110 mentor yang ahli dalam bidangnya telah disiapkan oleh Bekup 2020 untuk membimbing, mendampingi, dan memberikan bekal yang cukup untuk para startup selama program ini berlangsung. Selama periode bootcamp dan mentoring intensif, beragam materi akan diberikan oleh para mentor dalam bentuk workshop yang berfokus pada pertumbuhan mereka sebagai startup yang masih berada di tahap awal perkembangan bisnis (early stagestartup). Semua kegiatan seleksi, bootcamp, dan mentoring akan dilakukan secara online.

Dalam penyelenggaraannya, Bekup 2020 didukung oleh jejaring coworking di Indonesia. "Kami di komunitas Coworking Indonesia percaya bahwa pertumbuhan kewirausahaan dan ekonomi Indonesia dapat dibangun lewat kolaborasi, dan pandemi bukanlah alasan untuk menghalangi hal tersebut. Namun justru, tidak ada waktu yang lebih tepat daripada sekarang untuk salingbergotong royong mencari solusi dari masa sulit yang tengah kita hadapi saat ini,” ujar Presiden Coworking Indonesia Faye Alund.

Baca Juga: Telkomsel Dorong Pertumbuhan Ekosistem Startup

Pendaftaran Bekup batch pertama tahun 2020 akan dibuka di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2020, lalu akan diikuti oleh batch kedua di Surabaya pada 29 Juli, ketiga di Bali pada 7 Agustus, keempat di Medan pada 20 Agustus, dan kelima di Makassar pada 1 September.

Lebih dari 500 startup ditargetkan untuk berpartisipasi dalam program Bekup 2020. Setelah melalui proses seleksi, startup ini akan dibina untuk kemudian dipilih 40 startup terbaik yang akan masuk ke tahap inkubasi dengan mentor-mentor high profile di industri startup digital Indonesia.

 



Sumber: BeritaSatu.com