Program Tinc Buka Akses Kolaborasi Komersial Inovator dengan Telkomsel

Program Tinc Buka Akses Kolaborasi Komersial Inovator dengan Telkomsel
Vice President Corporate Strategy Telkomsel Andi Kristianto. (Foto: Dok )
Herman / WBP Selasa, 7 Juli 2020 | 19:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Program Telkomsel Innovation Center (Tinc) kembali membuka pendaftaran untuk batch atau gelombang ke-5. Tinc sendiri merupakan platform inkubasi dan akselerasi startup untuk berbagai solusi digital berbasis teknologi terkini.

Untuk tahun ini, Tinc fokus pada pengembangan inovasi di bidang internet of things (IoT), machine learning, artificial intelligence, teknologi periklanan, financial technology (fintech), dan solusi berbasis digital lainnya.

Vice President Corporate Strategy Telkomsel Andi Kristianto menyampaikan, pada Tinc batch 5 ini, Telkomsel menargetkan untuk bisa berkolaborasi dengan para inovator lokal melalui beragam solusi digital dari berbagai daerah di Indonesia.

“Sebagai program corporate accelerator dari Telkomsel, Tinc konsisten menjadi sarana inkubasi untuk mendampingi para inovator lokal dalam menghasilkan dan mengembangkan solusi digital terhadap berbagai masalah di tengah-tengah masyarakat,” kata Andi Kristianto dalam konferensi pers Tinc batch 5 melalui CloudX, Selasa (7/7/2020).

Tinc sendiri telah berlangsung sejak 2018. Sepanjang penyelenggaraannya, Andi menyampaikan Tinc konsisten untuk menampung berbagai solusi digital dari para inovator dan telah menyeleksi 19 solusi dari para startup yang berhasil memasuki tahap proses inkubasi. Selain itu, Tinc juga memberi kesempatan bagi para inovator Indonesia untuk bisa menjalin kolaborasi secara komersial bersama Telkomsel.

“Dengan kolaborasi tersebut, Telkomsel turut membuka akses masuk ke pasar pelanggan dan mitra retail Telkomsel, menghubungkan dengan investor, memberikan dukungan pendanaan, hingga melakukan pendampingan ke proses komersialisasi produk,” paparnya.

Tinc sejauh ini telah berhasil melahirkan solusi di ranah agritech seperti eFishery (automated feeding system), Jala (smart water quality monitoring) dan Mertani (smart plantation solution).

“Inovasi menjadi hal yang tidak bisa ditawar lagi saat ini, terlebih Indonesia tengah menghadapi Revolusi Industri 4.0 dengan otomatisasi yang semakin kompleks. Tinc akan terus bergerak maju untuk mendorong lebih banyak lagi kehadiran solusi digital praktis yang juga memiliki nilai jual secara komersial bagi masyarakat secara luas,” ujar Andi.



Sumber: BeritaSatu.com