Logo BeritaSatu
Plug Nasal Filter

Alat Penyaring Udara Jadi Alternatif Pengganti Masker

Senin, 13 Juli 2020 | 23:31 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Beberapa daerah di Indonesia sudah mulai mengimplemetasikan transisi menuju adaptasi kebiasaan baru atau new normal. Hal ini membuat masyarakat dapat kembali beraktivitas di luar rumah dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mengurangi risiko penularan virus agar tetap produktif.

Baca Juga: Terdesak Ekonomi, Masyarakat Lalai Terapkan Protokol Kesehatan

Kembalinya aktivitas di luar rumah, tak luput juga dari kembalinya menghadapi kualitas udara luar ruang atau ruang publik yang terkontaminasi bebagai polutan. Selain polusi yang berasal dari luar ruangan, US Environmental Protection Agency bahkan menemukan fakta bahwa polusi di dalam ruangan pun lima kali lipat lebih berbahaya.

Penggunaan alat kesehatan seperti masker kini menjadi hal wajib untuk melindungi pernapasan yang diharapkan tidak hanya mencegah dari bahaya polutan, tetapi menjadi proteksi dari penularan virus.

Direktur PT Laniros Dian Pharma, Elisabeth Paulus, mengatakan, Plug Nasal Filter hadir sebagai inovasi terbaru masker udara yang mengutamakan kualitas udara yang terhirup.

"Alat penyaring hidung pertama di Indonesia yang berasal dari Korea Selatan ini terdiri dari 3 lapis filter hidung yang bekerja secara langsung dan efektif menghambat debu, serbuk sari, alergen, dan partikel udara di dalam rongga hidung. Plug efektif menghalau partikel berbahaya yang lebih baik dari masker biasa," ujar Elisabeth Paulus dalam siaran pers yang diterima Senin (13/7/2020).

Alat Penyaring Udara Jadi Alternatif Pengganti Masker

Baca Juga: Penambahan Kasus Positif Covid-19 Hasil Tracing Masif

Menurut Elisabeth, hasil uji laboratorium independen terstandar (KITECH) menunjukkan, daya filtrasi Plug mencapai 96,3 persen dalam menghalau polusi partikel kecil sehingga dapat menghasilkan kualitas udara yang lebih sehat untuk masuk ke dalam tubuh. "Persentase daya filtrasi Plug lebih besar dibandingkan dengan masker biasa yang hanya mencapai 33,3 persen,” jelasnya.

Jurnal yang dipublikasikan National Library of Medicine mengungkapkan, masker biasa atau surgical mask tidak didesain sebagai alat pelindung pernafasan, namun masih dapat difungsikan untuk mencegah droplet yang keluar dari bagian mulut terutama selama masa pandemi virus Covid-19.

Plug memiliki kualitas internasional dan tersertifikasi FDA di Amerika Serikat (AS), CE di Eropa, TGA di Australia, dan Kitech (Korea Institute of Industrial Technology) sehingga aman untuk digunakan.

Komposisi Plug terdiri dari bahan bermutu medis steril dan filter mikro yang berisikan microfiber yang melekat pada plastik lunak dan dapat menghambat masuknya partikel tanpa mengganggu saat bernafas. Strip plastik yang menahan Plug di tempatnya terbuat dari POE (Polyoletin Elastomer) yang tidak beracun, lunak dan lentur.

Baca Juga: Sanksi Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Elisabeth menambahkan, organisasi kesehatan dunia (WHO) telah menjelaskan bahwa kini virus corona tidak hanya ditularkan melalui droplet tetapi juga melalui udara (airbone). Hal ini membuat peluang tertularnya virus menjadi lebih besar.

"Masyarakat harus memiliki alat perlindungan yang lebih baik untuk mencegah tertularnya virus tersebut sekaligus mendapatkan kualitas udara yang sehat. Plug dapat menjadi solusi double protection alat melindungi pernapasan terutama saat pandemi Covid-19 ini sebagai upaya pencegahan dan meminimalisir resiko penularan virus," tegas Elisabeth.

Elisabeth menambahkan, Plug memiliki desain yang kecil, tidak terlihat, stylish, dan tetap segar tanpa mengganggu penampilan sehingga dapat digunakan dengan makeup dan kacamata tanpa khawatir berkabut. Adapun cara menggunakan Plug, cukup dengan masukkan ke lubang hidung dan bernafas seperti biasa.

"Plug dapat digunakan kembali setelah dibersihkan. Cukup cuci Plug di air mengalir selama 2-3 detik. Adapun penggunaan maksimal Plug adalah 1 bulan asalkan membran filter tidak rusak dan untuk pemakaian dalam sehari tidak lebih dari 12 jam berturut-turut," pungkas Elisabeth.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Hari Ini, Polisi Bakal Periksa Lesti Kejora soal Kasus KDRT

Polisi bakal memeriksa artis Lesti Kejora terkait kasus KDRT yang dilakukan suaminya sendiri, Rizky Billar pada hari ini, Jumat (7/10/2022).

NEWS | 7 Oktober 2022

Update Covid-19: Kasus Positif Hari Ini Tercatat 1.501

Update Covid-19 pada hari ini, Jumat (7/10/2022), kasus positif mengalami kenaikan sebanyak 1.501 kasus.

NEWS | 7 Oktober 2022

Jilat Kue HUT TNI, 2 Anggota Polda Papua Barat Dipecat

Dua anggota Ditlantas Polda Papua Barat dipecat dari Polri karena menjilat kue HUT TNI. Video perbuatan tak terpuji itu menjadi viral di media sosial. 

NEWS | 7 Oktober 2022

Cegah Banjir, Pemkot Jakpus Siagakan 95 Pompa Stationer

Pemkot Jakarta Pusat menyiagakan 95 unit pompa stasioner dengan 23 unit rumah pompa guna mencegah banjir.

NEWS | 7 Oktober 2022

Ditanya Bakal Maju di Pilpres, Sandiaga Uno: Siapa pun Harus Siap

Menparekraf Sandiaga Uno menyatakan siapa pun harus siap menghadapi segala kemungkinan saat ditanya kemungkinan bakal maju di Pilpres 2024. 

NEWS | 7 Oktober 2022

Pendamping Desa Bisa Ikuti Sertifikasi Profesi Gratis

Mendes PDTT mengatakan sertifikasi profesi dapat memberikan kepastian kompetensi akan kualitas pendamping desa.

NEWS | 7 Oktober 2022

Kelola Dana Rp 607 Triliun, Jokowi Minta Direksi BPJS Ketenagakerjaan Berhati-hati

Presiden Jokowi meminta jajaran dewan direksi BPJS Ketenagakerjaan berhati-hati mengelola dana sebesar Rp 607 triliun.

NEWS | 7 Oktober 2022

Yusuf Mansur Klaim Jadi Komisaris Grab, Ini Faktanya

Dalam video viral Ustaz Yusuf Mansur mengklaim dirinya komisaris Grab, apakah pengakuan tersebut benar? ini fakta yang sebenarnya. 

NEWS | 7 Oktober 2022

Kemenag Siapkan MAN 11 Tampung Siswa MTsN 19 Jakarta

Kemenag menyiapkan gedung Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 11 untuk menampung sementara siswa MTsN 19 Jakarta.

NEWS | 7 Oktober 2022

Mendes Usulkan Status Pendamping Desa Naik Jadi PPPK

Mendes PDTT telah mengusulkan agar status pendamping desa ditingkatkan menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

NEWS | 7 Oktober 2022


TAG POPULER

# Jokowi Tak Salami Kapolri


# Banjir Jakarta


# MTsN 19 Jakarta


# Tersangka Tragedi Kanjuruhan


# Mamat Alkatiri


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kejagung Diminta Tak Buru-buru Umumkan Kerugian Negara Korupsi Surya Darmadi

Kejagung Diminta Tak Buru-buru Umumkan Kerugian Negara Korupsi Surya Darmadi

NEWS | 5 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings