Denny Siregar: Pembocor Data Punya Jaringan Orang Dalam Telkomsel

Denny Siregar: Pembocor Data Punya Jaringan Orang Dalam Telkomsel
Denny Siregar. (Foto: Twitter @Dennysiregar7)
Markus Junianto Sihaloho / AB Selasa, 14 Juli 2020 | 08:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pegiat media sosial (medsos) Denny Siregar menyatakan dari investigasi diketahui bahwa pembocor datanya memiliki jaringan orang dalam di Telkomsel. Berdasarkan data KTP dan kartu keluarga yang diminta oleh Telkomsel sebagai provider, maka data diri dan keluarganya akhirnya bisa dibuka, sehingga menjadi pintu masuk untuk mengancam dirinya dan keluarga.

Hal tersebut disampaikan Denny melalui podcast-nya yang ditayangkan akun CokroTV di Youtube, Senin (13/7/2020). 

Denny menyampaikan bagaimana dirinya bersama anak dan istrinya menjadi korban dan hidup di bawah ancaman setelah data pribadinya dibongkar oleh komplotan yang membenci sikap-sikapnya, yang dibantu oleh orang dalam Telkomsel. Denny menegaskan dirinya akan mencoba menggugat Telkomsel demi keamanan diri dan anak-anaknya, serta jutaan pelanggan lain yang datanya belum tentu aman.

Denny mengatakan data pribadinya dibongkar oleh seorang pemilik akun yang selama ini kerap berbeda pandangan dengan dirinya di media sosial. Yang bersangkutan tahu data dirinya, anggota keluarganya, hingga alamat sekolah anak dan akun media sosialnya, yang kemudian beberapa di antaranya disebar ke publik lewat media sosial.

Baca juga: Pencuri Data Denny Siregar Ditangkap 

"Sejak itu hari-hari keluarga saya pun berubah. Media sosial anak-anak saya dibanjiri makian dari orang yang selama ini membenci saya. Data pribadi mereka dibongkar dan diintimidasi di media sosial. Ruang pribadi saya pun terbuka, telanjang di depan publik tanpa bisa melawan," kata Denny.

"Di mana keluarga saya tinggal pun dilacak. Alamat saya dibongkar dan mereka pun menggunakan Google Maps untuk memotret rumah saya, dan mengirimkannya ke anak-anak saya, sambil mengancam mereka akan mendatangi rumah untuk membunuh anak-anak, membakar, bahkan ingin memenggal mereka, karena dianggap sudah halal darahnya, seperti papanya," lanjutnya.

Karena itu, Denny mengaku dirinya akan menuntut Telkomsel yang dimiliki oleh PT Telkom Indonesia dan Singtel asal Singapura. Sebab, Telkomsel yang menjamin keamanan data konsumennya telah membiarkan data dirinya dibuka pihak lain.

"Itulah kenapa saya menggugat Telkomsel. Karena ini sangat berbahaya bagi saya dan jutaan pelanggan Telkomsel lainnya. Telkomsel harus mengingat, seberapa besar pun kerugian Telkomsel nanti, tidak akan pernah sebanding dengan nyawa anak-anak saya, jika kelak mereka mendapatkan kekerasan akibat bocornya data pribadi saya ke publik," pungkasnya.

 

 

 



Sumber: BeritaSatu.com