Samsung Targetkan Komersialisasi Layanan 6G di 2030

Samsung Targetkan Komersialisasi Layanan 6G di 2030
Ilustrasi teknologi seluler 6G. (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 15 Juli 2020 | 09:09 WIB

Seoul, Beritasatu.com - Teknologi 5G saat ini sudah mulai dimanfaatkan oleh banyak negara di dunia. Kecepatan dan ukuran bandwith yang lebih besar, menjadi kunci utama bagi perusahaan telekomunikasi dalam menghadirkan jaringan seluler generasi kelima atau 5G.

Namun, hal tersebut tidak menghentikan langkah Samsung Electronic Co untuk menyiapkan rencana pengembangan teknologi layanan seluler generasi keenam (6G).

Melansir laporan Yonhap, Rabu (15/7/2020), perusahaan raksasa teknologi asal Korea Selatan (Korsel) itu, telah mencanangkan target komersialisasi layanan 6G akan terjadi sekitar tahun 2030.

Dalam buku putih berjudul the Next Hyper-Connected Experience for All (Pengalaman Hyper-Connected selanjutnya untuk semua), Samsung memperkirakan penyelesaian sistem standar 6G dapat terjadi pada awal 2028. Adapun komersialisasi sistem secara massal dapat dilakukan dua tahun kemudian.

Kepala Pusat Penelitian Komunikasi Tingkat Lanjut di Samsung Research, Choi Sunghyun, menyatakan sementara komersialisasi 5G masih dalam tahap awal, tidak pernah terlalu dini untuk mulai mempersiapkan teknologi 6G.

"Alasannya, karena biasanya dibutuhkan sekitar 10 tahun dari awal penelitian hingga komersialisasi generasi baru teknologi komunikasi," kata Choi Sunghyun.

Untuk memulai layanan 6G, pihak Samsung menyatakan ada tiga kategori persyaratan yang harus dipenuhi yaitu, kinerja, arsitektur dan kepercayaan.

Teknologi 6G menawarkan kecepatan data puncak 1.000 gigabit per detik dan tingkat latensi kurang dari 100 mikrodetik. Nilai tersebut, 50 kali lipat kecepatan data puncak dan sepersepuluh latensi 5G.

Samsung juga menyebutkan teknologi yang penting untuk mewujudkan 6G, seperti penggunaan pita frekuensi terahertz (THz), teknologi dupleks canggih, berbagi spektrum untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan frekuensi dan penggunaan AI dalam komunikasi nirkabel.



Sumber: BeritaSatu.com