Inggris Tendang Huawei dari Proyek 5G, Nokia Siap Ambil Alih
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Inggris Tendang Huawei dari Proyek 5G, Nokia Siap Ambil Alih

Rabu, 15 Juli 2020 | 10:02 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com – Pemerintah Inggris telah memutuskan untuk melarang Huawei terlibat dalam proyek jaringan telekomunikasi 5G, mengubah keputusannya sendiri Januari lalu yang mengizinkan perusahaan teknologi Tiongkok itu ikut dalam proyek infrastruktur internet nirkabel super cepat.

Perubahan kebijakan yang drastis ini, yang dipicu oleh tekanan Amerika Serikat, disambut oleh sejumlah perusahaan teknologi Barat termasuk Nokia yang mengatakan siap menggantikan peran Huawei di Inggris.

Operator seluler Inggris seperti BT dan Vodafone diberi waktu hingga 2027 untuk membuang semua perangkat Huawei dari jaringan 5G mereka, menurut pengumuman pemerintah Selasa (14/7/2020) kemarin.

Menteri Urusan Digital dan Kebudayaan Oliver Dowden mengatakan sanksi AS atas Huawei yang diterapkan sejak Mei lalu telah “secara signifikan mengubah” lanskap industri ini.

"Karena adanya ketidakpastian atas rantai pasokan Huawei, Inggris tidak bisa merasa yakin pada jaminan keamanan peralatan 5G Huawei di masa depan," kata Dowden.

Keputusan ini merupakan kemenangan besar bagi pemerintahan Donald Trump, yang telah mendesak para sekutunya untuk menyingkirkan Huawei dari jaringan 5G mereka, dengan dalih bahwa perusahaan Tiongkok itu merupakan ancaman bagi keamanan nasional.

Bulan lalu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan: “Ombak berbalik menyerang Huawei ketika warga negara di berbagai wilayah dunia mulai menyadari bahaya pengintaian oleh negara yang diprakarsai Partai Komunis Tiongkok."

Keputusan ini sangat memukul Huawei, yang sudah beroperasi di Inggris selama 20 tahun. Huawei sudah terlibat jauh dalam proyek 4G Inggris sebelumnya. Eropa merupakan pasar besar Huawei, menyumbang 24% hasil penjualannya tahun lalu.

Tanpa Google
Penjualan smartphone Huawei juga anjlok sejak AS melarangnya mengakses semua aplikasi Google yang digunakan oleh banyak sekali pengguna ponsel di seluruh dunia. Tanpa aplikasi itu, smartphone Huawei menjadi sangat tidak menarik di luar Tiongkok.

Huawei menyesalkan keputusan Inggris yang tunduk pada tekanan AS tersebut.

"Keputusan ini bisa membawa dunia digital Inggris kembali ke jalur lambat, meningkatkan biaya dan mempertajam sengketa digital," kata Ed Brewster, juru bicara Huawei UK.

"Sangat disesalkan masa depan kami di Inggris telah dipolitisasi -- ini soal kebijakan dagang AS, bukan soal keamanan," imbuhnya.

Sanksi AS juga mencakup larangan bagi perusahaan-perusahaan Taiwan seperti TSMC (TSM) untuk mengekspor chipsets komputer dan komponen penting lainnya ke Huawei. Tanpa itu, Huawei tidak bisa membangun stasiun 5G dan perangkat lainnya.

AS juga memperingatkan Inggris bahwa kerja sama intelijen dan kolaborasi militer mereka berdua bisa berisiko jika Inggris tetap membiarkan Huawei menggarap proyek 5G.

Nokia
Rival Huawei di Eropa segera merespons keputusan Inggris tersebut.

Nokia merilis pernyataan bahwa perusahaan Finlandia itu "punya kemampuan dan keahlian untuk mengganti semua perangkat Huawei di jaringan Inggris secara tepat dan cepat."

Perusahaan Swedia Ericsson juga mengklaim mereka memiliki teknologi, pengalaman dan rantai pasokan untuk membantu Inggris menggarap jaringan 5G.

Namun, perusahaan ponsel Inggris tidak terlalu bersemangat karena pembatalan proyek oleh Huawei memakan ongkos besar.

"Jelas kami kecewa karena keputusan ini akan memperpanjang penundaan peluncuran 5G di Inggris dan akibatnya juga tambahan biaya di industri ini," kata Vodafone lewat seorang juru bicaranya.

Sementara itu CEO BT Philip Jansen mengatakan perusahaanya bisa menyesuaikan diri dengan perubahan ini tanpa tambahan biaya signifikan. Meski demikian, estimasi biaya BT untuk menggantikan Huawei diperkirakan maksimal £ 500 juta.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: CNN

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pointstar Indonesia Hadirkan Kelas Juara Bagi Komunitas Pendidikan

Kelas Juara dari Pointstar Indonesia ini juga sekaligus wadah bagi para pengajar dan siswa untuk berkolaborasi dalam sebuah platform komunitas daring,

DIGITAL | 26 September 2021

Kisah Dhyfina, Gamers Perempuan dengan Penghasilan Menggiurkan

Menyandang status pro-player dalam game online Mobile Legends, Dhyfina bisa membeli mobil idaman dan memberangkatkan umrah kedua orang tuanya.

DIGITAL | 25 September 2021

Buka Gerai Baru di Surabaya, Oppo Optimistis Pasar Ponsel Pulih

Seiring menggeliatnya pasar ponsel, Oppo telah membuka tiga gerai di Jawa Timur sepanjang tahun 2021.

DIGITAL | 25 September 2021

Abdul Gafur, Videografer Indonesia yang Sukses Garap Berbagai Proyek Internasional

Lulus dengan tiga gelar Advanced Diploma yang berbeda, Abdul Gafur berhasil menaklukkan dunia internasional dengan skill videografinya.

DIGITAL | 25 September 2021

Cerita Youtuber Andy Saputra tentang Hidup di Selandia Baru

Andy Saputra bisa dibilang salah satu dari orang beruntung yang bisa berhasil mewujudkan mimpinya untuk tinggal dan menetap di luar negeri.

DIGITAL | 25 September 2021


Heboh Video Viral Garuk-garuk di Medsos, Ini Faktanya

Video viral berdurasi 21 detik itu saat ini sudah ditonton lebih dari satu juta kali dan ada ratusan netizen yang ikut serta mengomentarinya.

DIGITAL | 25 September 2021

Keandalan SDM Teknologi Menunjang Ekosistem Digital Indonesia

Sagara Tech menggelar HR Tech Summit untuk mengembangkan ekosistem kerja dengan SDM yang bertalenta digital.

DIGITAL | 24 September 2021

Ini Cara Mendapatkan Versi Final Windows 11, Gratis!

Berikut cara upgrade ke Windows 11 yang bisa dilakukan bagi para pengguna Windows 10 secara cuma-cuma.

DIGITAL | 24 September 2021

Pahamify Luncurkan Buku Panduan Dampingi Pelajar Hadapi UTBK Perguruan Tinggi

Pahamify meluncurkan buku sakti bernama ‘Ultimate Guide UTBK’ sebagai panduan pelajar menempuh UTBK tahun 2022.

DIGITAL | 24 September 2021


TAG POPULER

# Update Covid-19


# Literasi Perdamaian


# Rocky Gerung vs Sentul City


# Lionel Messi


# Kiwirok



TERKINI
Samir Nasri Umumkan Pensiun

Samir Nasri Umumkan Pensiun

BOLA | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings