Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Kebangkitan Big Data
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Kebangkitan Big Data

Jumat, 25 September 2020 | 19:35 WIB
Oleh : Lona Olavia / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 harus dijadikan sebagai momentum untuk kebangkitan data guna membuat riset dan inovasi Indonesia naik kelas. Apalagi dunia kini sedang memasuki era mahadata (big data) yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis dan pemerintahan.

Sayangnya, hingga kini Indonesia masih kekurangan analis data dan ilmuwan data. Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengatakan, berdasarkan riset Bank Dunia dan McKinsey, Indonesia membutuhkan pekerja terkait big data hingga 9 juta orang untuk periode 2015-2030. Dengan kata lain, rata-rata SDM yang dibutuhkan mencapai 600.000 per tahun.

Melalui big data, proyeksi apakah Indonesia akan masuk resesi di kuartal III, sebenarnya sudah bisa ditebak, meski kuartal III belum selesai. Hal itu bisa ditebak dengan kecanggihan metode big data dari leading indicator di ekonomi yang bisa melihat apakah Indonesia sudah masuk resesi apa belum.

"Tantangan data yang dibutuhkan saat ini yang real time, misalnya soal potensi resesi ekonomi di kuartal III. Itu kan sebenarnya baru berakhir di September ini dan datanya baru keluar Oktober akhir atau awal November dari BPS. Tapi ada leading indicator yang bisa melihat apakah kita sudah resesi apa belum, paling tidak di bulan Agustus seharusnya kita sudah tahu, dari sejak Juli itu ada tendensi pelemahan atau penguatannya belum seperti yang diharapkan," ujar Bambang dalam webinar Data for Research and Innovation, Jumat (25/9/2020).

Bambang mengatakan peluang Indonesia masuk jurang resesi sangat besar mengingat angka terinfeksi Covid-19 yang kian banyak jumlahnya. Sehingga, hal ini mempengaruhi kegiatan ekonomi menjadi terganggu hingga masuk resesi, karena ekonominya minus dua kuartal berturut-turut.

Oleh karena itu, kata Bambang penguasaan data ibaratnya sebagai tambang emas di masa depan. Namun sayangnya ada beberapa tantangan integrasi dalam pemanfaatan data. Pertama, data tersebar, sulit didapatkan. Jikapun ada data dalam PDF dan mengharuskan harus ada MoU dan PKS karena data disimpan secara individu.

Kedua, format dan metodologi belum standard, data tidak sinkron, dan tidak ada metadata. Ketiga lemahnya koordinasi antara Kementerian/Lembaga maupun Pemerintah Daerah dan tidak ada verifikasi.

“Antar kementerian membutuhkan MoU untuk pertukaran data. Logikanya sebagai unit kita tidak perlu MoU, karena kita dari kabinet pemerintahan, sama-sama birokrasi. Yang penting bisa jaga kerahasiaan data dan reliability, dan secure. Bukan jaga egoisme dan kedepankan prinsip MoU,” tegas dia.

Lebih lanjut, sebagai negara demokrasi, yang terbaik dalam debat itu tidak berdasarkan perkiraan atau perasaan. Sehingga, semua diskusi itu unsur subjektifnya bisa diimbangi dengan objektivitas. “Data mendukung demokrasi lebih sehat,” ungkap Bambang yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

TP-Link Indonesia Tegaskan Jaminan Keamanan Produk

TP-Link Indonesia menjaga kualitas dan keamanan produk dengan prosedur dan uji coba ketat.

DIGITAL | 25 September 2020

Aplikasi INGENIUM Telkomsigma Raih Penghargaan Stevie Awards 2020

Aplikasi INGENIUM milik Telkomsigma berhasil meraih penghargaan Bronze 2020 Stevie Winner di ajang penghargaan internasional Asia Pacific Stevie Awards 2020.

DIGITAL | 25 September 2020

Pemanfaatan Data Harus Selaras dengan Fokus Bisnis

Jika sudah memastikan fokus perusahaan, barulah masuk ke tahap pengolahan data guna menjadi bekal dalam menyusun strategi bisnis.

DIGITAL | 25 September 2020

FusionServer Pro V6 Intelligent, Server Generasi Baru Huawei-Intel

Huawei FusionServer Pro 2488H V6 generasi baru tersebut memiliki empat prosesor Gen Intel Xeon Scalable Generasi ke-3 dalam ruang 2U.

DIGITAL | 25 September 2020

Anak Usaha Telkom Pimpin Pendanaan ke MPL US$ 90 Juta untuk Ekspansi

Kesempatan menghadirkan teknologi berkualitas, dan akses yang mudah pada pengguna membuat MPL terus berinovasi.

DIGITAL | 25 September 2020

KoinWorks Genjot Digitalisasi UKM Lewat Kolaborasi Antar Lembaga

UKM dianjurkan untuk beradaptasi dengan implementasi digital dalam kegiatan operasionalnya.

DIGITAL | 25 September 2020

Xendit Pastikan Perlindungan Data dan Keamanan Informasi Transaksi

Perlindungan data dan keamanan teknologi di industri pembayaran digital dinilai sangat penting

DIGITAL | 24 September 2020

Lark Beri Solusi Tetap Produktif Saat Pandemi

Solusinya adalah dengan menerapkan cara bekerja secara digital. Salah satu opsinya adalah dengan memakai platform Lark.

DIGITAL | 24 September 2020

Layanan Video on Demand TrueID Gratis Bagi Pengguna di RI

TrueID memberikan kebebasan penggunanya untuk dapat menikmati seluruh konten premium tanpa dikenakan biaya langganan.

DIGITAL | 24 September 2020

Pandemi Covid-19 Memicu Prospek Perkembangan EduTech

Grant Thornton Indonesia menyebut pada bulan Juni lalu, pemain EduTech di Indonesia sendiri sudah mencapai 44, dan diperkirakan masih akan terus bertambah.

DIGITAL | 24 September 2020


TAG POPULER

# Rizieq Syihab


# Vaksin Sinovac


# Vaksinasi Covid-19


# John McAfee


# New York



TERKINI

Tanrise Property Bidik UMKM Lewat Proyek TritanHub

EKONOMI | 5 menit yang lalu










TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS