Indonesia Pasar Digital yang Besar, Pakar: Agar Berdaulat Harus Diatur UU
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Indonesia Pasar Digital yang Besar, Pakar: Agar Berdaulat Harus Diatur UU

Selasa, 29 September 2020 | 14:02 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam beberapa indikator data digital, Indonesia juara di bidang ini. Ironisnya, Indonesia belum berdaulat di bidang digital, karena belum ada regulasi yang mengaturnya.

Pakar Kebijakan dan Legislasi Teknologi Informasi Danrivanto Budhijanto merinci berbagai data, salah satunya permintaan video on demand (VOD) berbagai negara.

"Indonesia juaranya VOD selama pandemi, karena kita memiliki akses internet, memiliki evolusi manusia yang tidak bisa dikejar manusia lain, melebihi Tiongkok, India, Amerika Serikat. Kita homoinformatikus, bangun tidur langsung cek status FB, IG, dan lainnya," ujar Danrivanto dalam webinar yang diadakan UGM, Senin (28/9/2020).

Indonesia bahkan mampu mengungguli Tiongkok, India dan Amerika Serikat yang jumlah penduduknya jauh lebih banyak.

Tak hanya itu, European Center for Digital Competitiveness yang mempublikasikan The Digital Riser Report 2020 menyebutkan Indonesia di urutan ketiga di negara G-20. "Kita kalah sama Prancis, karena mereka dari kecil sudah diajarkan coding," kata Danrivanto.

Namun, sayangnya Indonesia belum berdaulat, karena belum meregulasi soal digital.

Sebagai perbandingan, Amerika Serikat sudah sangat mengatur bidang digital. "Contohnya TikTok, mereka diperbolehkan di Amerika Serikat, asal saham pengendali dimiliki oleh intitusi bisnis dengan yurisdiksi Amerika Serikat," tuturnya.

Namun, hal tersebut belum terjadi di Indonesia. Padahal, lanjutnya, Presiden Joko Widodo pada sidang tahunan MPR mengatakan ingin semua platform teknologi digital mendukung transformasi kemajuan bangsa.

Besarnya pasar yang dimiliki Indonesia tersebut, kata Danrivanto, seharusnya menjadi daya tawar pemerintah Indonesia untuk mengatur media berbasis internet.

Untuk itu dia mendorong Indonesia berdaulat di bidang digital. "Tidak ada di teritori Indonesia yang boleh melakukan kegiatan yang tidak tunduk kepada konstitusi legislasi dan regulasi. Kalau dia tunduk pada perjanjian, kan tetap perjanjian hukum dan undang-undang bagi pembuatnya," ungkap Danrivanto.

Dia memaparkan UU Penyiaran sangat sulit direvisi kalau dilakukan secara normal, yaitu melalui proses legislasi di DPR yang memakan waktu sangat lama.

Dia menilai langkah uji materi Undang-Undang Nomor 32/Tahun 2002 tentang Penyiaran yang diajukan dua stasiun televisi milik MNC Group, yaitu RCTI dan iNews ke Mahkamah Konstitusi (MK) sudah tepat. Karena MK bukan lembaga legislatif dan eksekutif, tetapi lembaga yudikatif yang nantinya akan memberikan artikulasi terhadap undang-undang yang sudah ada, sehingga undang-undang tersebut tidak bertabrakan dengan norma lainnya.

"Normanya pasal ini apa sih sebenarnya? Kalau sudah pas, maka tidak akan bertentangan dengan undang-undang," kata Danrivanto.

Staf Ahli Komisi III DPR Agus Budianto mengatakan kemudahan dan tingginya jumlah pengguna internet memang perlu mendapat perhatian.

Dia setuju media berbasis internet juga diatur, agar tidak membahayakan generasi bangsa ke depan, karena mengakses situs-situs terlarang.

"Memang untuk hal seperti ini perlu diatur. Kan rentan sekali, semua masyarakat Indonesia pegang ponsel, dapat dengan mudah mengakses video. Kalau tidak diatur, moral bangsa jadi taruhannya," tutur Agus.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ini Tips Aman McAfee dalam Bertransaksi Digital

Laporan McAfee Labs menemukan adanya 375 ancaman baru setiap menitnya melalui aplikasi jahat, kampanye phishing, malware, dan lainnya.

DIGITAL | 29 September 2020

Lima Tips Memilih UPS dan Stop Kontak untuk Perangkat Elektronik

Investasi pada produk yang memberikan nilai terbaik bagi konsumen sangatlah penting.

DIGITAL | 28 September 2020

Ini 16 Tempat Download Game PC Gratis yang Legal

Ini berbagai tempat mengunduh game PC yang legal dan gratis di internet.

DIGITAL | 1 Oktober 2020

Hitachi Vantara Luncurkan Fitur Baru Solusi HCI

Hitachi memperbarui solusi HCI yang di dalamnya termasuk lini cloud management, hybrid clouds dan public clouds, dengan pengoperasian yang lebih sederhana.

DIGITAL | 27 September 2020

Akhir Bulan, Google Meet Gratis Hanya 60 Menit

Sebelumnya, pemilik akun Google dapat membuat rapat gratis dengan 100 orang, tanpa batas waktu.

DIGITAL | 27 September 2020

Pigijo dan Millealab Kerahkan Siswa Sekolah Buat Konten Pariwisata Daerah

Siswa ditantang membuat minimal dua video tentang pariwisata dengan kategori objek wisata, budaya, kuliner, atau sosok inspiratif, dan memposting di instagram.

DIGITAL | 26 September 2020

Berbagi Pengetahuan Kesehatan Lewat Platform Global Sharedoc

Platform Sharedoc ini diluncurkan di lima negara secara serempak pada 28 September 2020, yaitu di Indonesia, Korea, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

DIGITAL | 26 September 2020

Gandeng Whale Cloud, Smarfren Tingkatkan Interaksi Pelanggan Lewat ZSmart

ZSmart MCCM terbaru dapat membantu Smartfren dalam meningkatkan interaksi pelanggan di berbagai kanal, termasuk aplikasi MySmartfren.

DIGITAL | 26 September 2020

Proses Perdagangan Global Lebih Sederhana dengan Platform GUUD

GUUD membantu menyederhanakan seluruh proses perdagangan, termasuk pemenuhan regulasi, pengiriman barang, pembiayaan, serta pembayaran.

DIGITAL | 26 September 2020

Teknologi Biometrik Akurat Satu Masuk Ranking 25 Besar Dunia

Akurat Satu bersaing dengan lebih dari 150 perusahaan teknologi biometrik terkemuka di dunia.

DIGITAL | 25 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS