Lapan: Eksoplanet Bukan untuk Berburu Alien
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Lapan: Eksoplanet Bukan untuk Berburu Alien

Jumat, 30 Oktober 2020 | 20:17 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Beberapa hari ini, media sosial dan media arus utama diramaikan dengan berita yang menyebutkan bahwa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) akan berburu alien atau makhluk luar angkasa.

Namun Lapan mengklarifikasi bahwa penelitian eksoplanet yang akan dilakukan tahun 2021 itu bagian dari pemanfaatan observatorium nasional di Gunung Timau, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang kini sedang dibangun.

Kepala Lapan Thomas Djamaluddin mengatakan, pencarian makhluk luar angkasa atau alien adalah gaya bahasa media. Bahasa teknisnya adalah pencarian planet-planet di luar tata surya (eksoplanet) yang layak bagi kehidupan.

"Pencarian eksoplanet hanya salah satu program yang direncanakan dengan teleskop besar di observatorium nasional," katanya di Jakarta, Jumat (30/10/2020).

Menurut Thomas, UFO dan alien yang berkunjung ke bumi tidak diyakini secara ilmiah. Secara astronomi, makhluk hidup diyakini ada di planet-planet luar tata surya, karenanya ada cabang ilmu bioastronomi yang mempelajarinya.

"Tetapi jarak yang sangat jauh tidak memungkinkan mereka berkunjung ke bumi," imbuhnya.

Senada dengannya peneliti Lapan Rhorom Priyatikanto mengungkapkan bahwa penelitian eksoplanet merupakan satu dari sejumlah arah penelitian yang dicanangkan ketika merencanakan pembangunan observatorium nasional Timau di NTT. Program lain adalah pemantauan asteroid, satelit buatan, hingga studi kosmologi.

Tujuan dari penelitian eksoplanet adalah deteksi atau menemukan eksoplanet baru dan karakterisasi mengetahui sifat orbit dan fisik planet.

"Ini untuk memahami proses pembentukan sistem keplanetan serta potensi berkembangnya kehidupan," ucapnya.

Output yang ingin dicapai dari penelitian nantinya adalah temuan baru, pengetahuan baru, serta berbagai inovasi metode atau teknologi, dapat berupa peer reviewed paper atau bahkan paten dari spun-off technology.

"Bila alien kita maknai sebagai makhluk hidup cerdas di luar bumi, maka probabilitas menemukan alien adalah amat sangat teramat kecil sekali. Kita harus identifikasi sebanyak mungkin eksoplanet dengan kondisi ideal untuk meningkatkan probabilitas tersebut. Penelitian eksoplanet adalah satu langkah awalnya," paparnya.

Dikutip dari berbagai sumber, planet luar surya atau eksoplanet adalah planet di luar tata surya. Hingga Januari 2011, ada 519 eksoplanet telah ditemukan dan tercantum dalam ensiklopedia planet-planet luar surya. Sebagian besar telah terdeteksi melalui metode pengamatan langsung kecepatan radial (radial velocity) dan metode-metode lainnya selain penginderaan.

Kebanyakan dari planet yang telah ditemukan tersebut adalah planet raksasa besar seperti Jupiter, bukan planet kecil yang padat dikarenakan keterbatasan dalam teknologi deteksi. Berdasarkan proyeksi pendeteksian terkini, planet-planet yang jauh lebih kecil, ringan, dan berbatu akhirnya akan melebihi jumlah planet gas raksasa luar surya.

Observatorium

Sementara itu, terkait pembangunan observatorium nasional, Thomas menjelaskan, sejak tahun 2017 Lapan bersama Institut Teknologi Bandung dan Universitas Nusa Cendana serta Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Kupang membangun observatorium nasional di Gunung Timau, Kabupaten Kupang.

Jauh sebelum rencana pembangunan di Timau, Indonesia sebenarnya sudah memiliki observatorium Bosscha.

Observatorium Timau ini akan melengkapi fungsi Observatorium Bosscha yang cukup tua karena sudah dibangun sejak tahun 1923 di Lembang, Jawa Barat. Observatorium ini dikenal sebagai salah satu tempat peneropongan bintang tertua di Indonesia.

Thomas mengungkapkan, di observatorium nasional di Timau, fasilitas pengamatan dilengkapi teleskop yang diklaim terbesar di Asia Tenggara sepanjang 3,8 meter.

Semula pembangunan observatorium ini ditargetkan selesai tahun 2020, namun tertunda menjadi tahun 2021 karena beberapa kendala, antara lain akses jalan dan pandemi Covid-19.
Selain itu dibangun juga Pusat Sains di Tilong, Kupang, sebagai pusat edukasi publik. Pembangunan kedua fasilitas ini menggunakan anggaran multiyear sejak tahun 2017 sekitar Rp 340 miliar.

"Tujuan utamanya sebagai pusat observasi astronomi dan pemberdayaan kawasan timur Indonesia," ucap Thomas.

Observasi astronomi lanjutnya, mencakup objek-objek tata surya seperti planet, komet, dan asteroid, fisika bintang dan galaksi, struktur besar alam semesta, hingga planet-planet di luar tata surya.

Saat ini pembangunan observatorium nasional di Timau tersisa pemasangan kubah dan pengiriman teleskop dari Jepang. "Target semula selesai tahun 2020, namun tertunda karena kendala ekses jalan dan pandemi Covid-19. Target selesai berubah jadi Agustus 2021," ungkapnya.

Hingga saat ini, Lapan sudah melakukan pengamatan fenomena antariksa lainnya seperti pengamatan komet dan meteor.

Menurutnya, komet adalah material sisa pembentukan tata surya yang terkumpul di tepi tata surya. Karena suatu gangguan, komet berubah orbitnya mendekati matahari. Saat mendekat matahari itulah material es dan debu menguap membentuk ekor. Itu sebabnya komet tampak seperti bintang berekor.

Sedangkan meteor adalah batuan atau debu sisa pembentukan tata surya yang berada dekat bumi. Saat berpapasan dengan bumi, batuan atau debu tersebut masuk ke atmosfer bumi. Pada ketinggian sekitar 80-120 km, batuan atau debu tersebur terbakar sehingga menampakkan sebagai bola api atau bintang jatuh yang dikenal sebagai meteor.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Perkembangan Teknologi Informasi Dukung Kemudahan Belajar Online

Gelaran One-X bisa menjadi salah satu solusi efektif dalam memperkenalkan budaya belajar baru yang memanfaatkan teknologi informasi.

DIGITAL | 28 September 2021

Aksesori Ponsel Paling Berguna yang Wajib Dimiliki

Aksesori ponsel saat ini sudah menjadi kebutuhan pelengkap yang sangat penting bagi pengguna smartphone.

DIGITAL | 28 September 2021

6 Deretan Game Console Alternatif dengan Kualitas Gahar di Tahun 2021

Beberapa jenis game console alternatif yang punya kualitas terbaik, simak ulasannya berikut ini.

DIGITAL | 28 September 2021

Flip Masuk Jajaran LinkedIn Top Startup List

Flip masuk LinkedIn Top Startup untuk perusahaan Indonesia.

DIGITAL | 28 September 2021

Surge Segera Rampungkan Pembangunan Serat Optik di Jawa

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) dalam proses penyelesaian jaringan serat optik sepanjang jalur kereta api (KA) di seluruh pulau Jawa.

DIGITAL | 28 September 2021

SMI Tingkatkan Keamanan Data dan Informasi Perusahaan

PT SMI luncurkan rangkaian inovasi sistem keamanan siber yang dapat membantu meningkatkan keamanan data dan informasi pada perusahaan.

DIGITAL | 28 September 2021

Pengguna Aktif TikTok Tembus 1 Miliar

TikTok menyatakan pada Senin (27/9/2021) telah memiliki lebih dari satu miliar pengguna aktif.

DIGITAL | 28 September 2021

McAfee Enterprise: Ancaman Baru Keamanan Siber Berdatangan Lewat Email Bisnis

Sepanjang 2020 hingga tahun ini, scam dan phishing email sejenis sudah menyebabkan kerugian sebesar US$ 1,8 miliar akibat dari peretasan.

DIGITAL | 28 September 2021

AI Makin Sering Digunakan dalam Proses Mencari Kandidat Kerja

Teknik perekrutan berbasis AI mencakup berbagai metode di mana proses perekrutan setidaknya berjalan otomatis atau dilengkapi dengan berbagai analisis data.

DIGITAL | 28 September 2021

Gravity Game Link Ajak RO Mania Bernostalgia

Gravity Game Link memastikan konten klasik menjadi daya tarik perilisan sekuel game legendaris, Ragnarok Online.

DIGITAL | 27 September 2021


TAG POPULER

# Citilink


# PTM


# Piala Sudirman


# Interpelasi Formula E


# Pengobat Alternatif Ditembak



TERKINI
Tambah Koleksi Mobil, Cristiano Ronaldo Beli Bentley Rp 4,2 M

Tambah Koleksi Mobil, Cristiano Ronaldo Beli Bentley Rp 4,2 M

BOLA | 3 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings