Samarium, Asa Baru untuk Penderita Kanker dari Teknologi Nuklir
INDEX

BISNIS-27 537.873 (30.05)   |   COMPOSITE 6307.13 (223.75)   |   DBX 1215.21 (4.76)   |   I-GRADE 185.638 (9.62)   |   IDX30 533.814 (34.96)   |   IDX80 142.76 (7.7)   |   IDXBUMN20 425.411 (28.19)   |   IDXESGL 147.067 (6.53)   |   IDXG30 144.927 (6.74)   |   IDXHIDIV20 469.552 (27.52)   |   IDXQ30 151.508 (7.38)   |   IDXSMC-COM 286.952 (4.19)   |   IDXSMC-LIQ 357.858 (10.51)   |   IDXV30 144.532 (5.41)   |   INFOBANK15 1076.36 (63.82)   |   Investor33 457.615 (27.27)   |   ISSI 184.91 (3.57)   |   JII 650.972 (18.12)   |   JII70 227.363 (5.64)   |   KOMPAS100 1270.4 (59.67)   |   LQ45 991.58 (59.46)   |   MBX 1739.82 (70.23)   |   MNC36 337.819 (19.25)   |   PEFINDO25 325.262 (1.45)   |   SMInfra18 322.474 (9.89)   |   SRI-KEHATI 391.563 (25.56)   |  

Samarium, Asa Baru untuk Penderita Kanker dari Teknologi Nuklir

Minggu, 15 November 2020 | 22:41 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / EAS

Jakarta, Beritsatu.com - Semangat baru untuk sembuh semakin kuat di dalam diri Ari Setyowati pasien kanker payudara stadium 2B setelah mendapatkan terapi Samarium di RS Kariadi, Semarang. Asa barunya muncul, pascaempat kali mendapatkan terapi dari radiofarmaka hasil teknologi nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) ini.

"Awalnya saya merasa tidak lagi punya harapan, sudah berpikir ke arah sana. Karena saya sudah tidak berdaya mengangkat tubuh pun tidak bisa, semua tulang nyeri dan sakit," katanya saat dihubungi dari Jakarta, Minggu (15/11/2020).

Ari bertutur sekitar 10 tahunan lalu ia merasa ada benjolan yang sama sekali tidak terasa sakit. Saat itu anaknya masih di bangku Taman Kanak-Kanak (TK). Namun setahun lalu, tepatnya 2019 ia merasakan ada perubahan, tangannya tidak bisa digerakkan meski benjolan tidak memunculkan rasa sakit. Akhirnya ia diketahui kanker dengan tindakan biopsi.

Berbekal kartu BPJS Kesehatan, pada Agustus 2019 lalu ia pun dirujuk ke RS Kariadi Semarang. Saat itu ia mengaku tidak bisa bangun dan lemah tak berdaya.

"Setelah terapi sinar 15 kali, akhir 2019 saya mendapat terapi Samarium 1 disuntik di tangan. Setelah itu 12 jam menjalani isolasi," ucapnya.

Ia menambahkan dari terapi Samarium yang diberikan setiap tiga bulan pada terapi kedua ia bisa memiringkan badannya. Kemudian pada terapi ketiga bisa duduk, berdiri dan berjalan. Selanjutnya dari terapi keempat yang baru-baru ini dilakukan nyeri di seluruh tubuh dan tulangnya berangsur hilang.

"Meski belum normal, saya sudah bisa berjalan dan mandi, bangun dari tidur sendiri. Saya sangat bersyukur setelah mendapat terapi dari Samarium ini," ungkapnya.

Ia pun berusaha meyakinkan teman pasien lainnya tidak perlu takut menjalani terapi Samarium jika ingin sembuh. Diiringi semangat untuk sembuh, ia pun berharap terus mendapatkan terapi Samarium.

Samarium-153 EDTMP adalah salah satu radiofarmaka untuk terapi paliatif pereda nyeri (pain killer) pada pasien yang mengalami metastase (penyebaran) kanker ke tulang. Kehadiran Samarium ini membuktikan kalau teknologi nuklir punya peran besar dalam dunia kesehatan dan memberikan asa atau harapan baru pasien kanker di Indonesia.

Berdasarkan data yang dirilis dari Global Cancer Observatory pada 2018, jumlah penderita kanker mencapai 18 juta orang dengan jumlah kematian sebesar 9,6 juta kasus setiap tahun. Artinya, setiap 2 detik akan ada 1 orang baru yang menderita kanker dan setiap 3 detik ada 1 orang yang meninggal dunia karena kanker.

Sementara itu, penderita kanker di Indonesia mencapai 348.000 kasus atau 1.362 kasus per 1 juta penduduk, dengan total kematian sebanyak 207.000 kasus. Dari total tersebut, angka kejadian tertinggi pada perempuan adalah kanker payudara dengan total 58.256 kasus (30,9%), disusul kanker serviks sebanyak 32.469 kasus (17,2%), dan kanker ovarium 13.310 kasus (7,1%).

Angka kejadian kanker di Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat dari 1,4 per 1.000 penduduk pada tahun 2013 menjadi 1,8 per 1.000 penduduk pada tahun 2018. Mayoritas penderita kanker di Indonesia terdeteksi sudah pada stadium lanjut.

Sertifikat CPOB
Kepala Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Rohadi Awaludin mengatakan, proses pembuatan samarium-153 EDTMP diawali dengan proses iradiasi netron samarium oksida di dalam reaktor G.A Siwabessy di kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan.

Penelitian samarium-153 EDTMP juga sudah dilakukan sejak lama, bahkan sebelum itu pun pernah dilakukan proses awal pengembangan samarium-153. Pada 2008 mulai dibangun sistem cara pembuatan obat yang baik (CPOB) untuk radiofarmaka bekerja sama dengan PT Kimia Farma.

Pada 2012 berhasil mendapat sertifikat CPOB dari Badan POM. Selanjutnya tahun 2016 berhasil mendapatkan nomor izin edar dari Badan POM. Produksi lebih intensif mulai dilakukan tahun 2017 bersama dengan PT Kimia Farma.

Terkait terapi tambahnya, dosis yang diberikan pada kisaran 50-75 mCi (millicuries) bergantung pada berat badan dan kondisi pasien. Dokter spesialis kedokteran nuklir yang akan menentukan besaran dosis untuk masing-masing pasien.

Rohadi menjelaskan, Samarium-153 diberikan melalui intravena, yaitu diberikan melalui pembuluh darah vena. Pemberian ini dilakukan di fasilitas kedokteran nuklir di rumah sakit.

"Ini salah satu kelebihan radiofarmaka, yaitu pergerakan radiofarmaka di dalam tubuh dapat dipantau sehingga dapat dipastikan bahwa obat yang diberikan tersebut menuju lokasi organ atau jaringan yang diharapkan," tuturnya.

Saat ini lanjutnya, terapi Samarium telah dimanfaatkan oleh lima rumah sakit yaitu RS Hasan Sadikin Bandung, RS Kariadi Semarang, RS Dharmais, RS Cipto Mangun Kusumo dan RS Siloam Semanggi (MRCCC). Sebelumnya RS Sarjito pernah menggunakan samarium-153 EDTMP namun saat ini ada kendala dengan peralatan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

iPhone 13 Diprediksi Gunakan Teknologi Baterai Baru

Apple berpotensi mengadopsi teknologi baterai baru dalam produksi iPhone 13.

DIGITAL | 14 November 2020

SMKN 13 Depok Juara Free Fire Piala Pelajar 2020

SMKN 13 Depok keluar sebagai juara setelah memenangi pertarungan final melawan 11 tim terbaik lainnya dari total 10.107 tim yang mendaftar.

DIGITAL | 14 November 2020

Infinix Note 8 Catat Rekor Penjualan di Gelaran Harbolnas 11.11

Smartphone gaming Infinix Note 8 menjadi primadona pada gelaran Harbolnas Lazada 11.11.

DIGITAL | 13 November 2020

Samsung Galaxy M51 Buat Pengguna Betah di Rumah Seharian

Samsung Galaxy M51 dapat diandalkan untuk menemani aktivitas sepanjang hari di rumah karena memiliki baterai berkapasitas monster sebesar 7.000 mAh.

DIGITAL | 13 November 2020

IDStar Group Edukasi dan Implementasi Society 5.0

Event Moving Towards Society 5.0 ini sudah berlangsung dengan sangat baik dan mendapat respon positif dari semua peserta webinar.

DIGITAL | 13 November 2020

Konten Interaktif dan Update, Kunci Sukses di Ranah Digital

Oxone sukses melakukan digital branding sehingga menjadikan produknya top of mind di masyarakat.

DIGITAL | 13 November 2020

KPI Minta Pemerintah-Swasta Cost Sharing Infrastruktur Siaran Digital

Harus ada standardisasi STB dan perlu ada upaya pembagian STB gratis bagi masyarakat yang kurang mampu.

DIGITAL | 13 November 2020

Aplikasi Medsos Hyppe Tawarkan 10 Fitur Menarik

kini ada Hyppe, medsos lokal yang menjadi wadah pembuat konten dengan 10 fitur menarik.

DIGITAL | 13 November 2020

Hitachi Vantara Resmi Jadi Bagian vSAN Global Partner Appliances

Hitachi Vantara juga mengumumkan pembaharuan terhadap lini produk Hitachi UCP RS.

DIGITAL | 12 November 2020

Bidik Kaum Urban, Sharp Luncurkan Healsio Superheated Steam Oven

Healsio Superheated Steam Oven merupakan sebuah alat masak pintar yang menggunakan sistem pemanasan dengan air.

DIGITAL | 12 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS