Survei KIC: Hampir 60% Orang Indonesia Terpapar Hoax Saat Mengakses Internet
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Survei KIC: Hampir 60% Orang Indonesia Terpapar Hoax Saat Mengakses Internet

Jumat, 20 November 2020 | 21:20 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Setidaknya 30% sampai hampir 60% orang Indonesia terpapar hoaks saat mengakses dan berkomunikasi melalui dunia maya. Sementara hanya 21% sampai 36% saja yang mampu mengenali hoaks. Kebanyakan hoaks yang ditemukan terkait isu politik, kesehatan dan agama. Demikian temuan survei Katadata Insight Center (KIC) yang bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta SiBerkreasi.

Direktur Riset Katadata Insight Center, Mulya Amri mengatakan selain kemampuan mengenali hoaks masih rendah, tingkat literasi digital orang Indonesia juga masih belum cukup tinggi. Dalam survei yang mengukur status literasi digital di 34 provinsi Indonesia ditemukan, indeks literasi digital secara nasional belum sampai level “baik”.

“Jika skor tertinggi adalah 5 dan terendah adalah 1, maka indeks literasi digital nasional baru 3,47 Ini baru sedikit di atas level menengah,” jelas Mulya.

Sementara jika dilihat lebih jauh, sub-indeks Informasi & Literasi Data memiliki skor paling rendah. “Pada sub-indeks ini, kami mengukur kemampuan mengolah informasi dan literasi data, serta berpikir kritis. Responden ditanyakan tentang kemampuan menyaring informasi, juga apakah ia membandingkan berbagai informasi di dunia maya sebelum memutuskan sebuah informasi benar atau tidak,” tambah Mulya dalam siaran pers, Jumat (20/11/2020).

Status literasi digital nasional diukur melalui survei tatap muka terhadap 1670 responden di 34 propinsi. Kerangka survei mengacu pada “A Global Framework of Reference on Digital Literacy Skills” (UNESCO, 2018). “Responden diminta untuk mengisi 28 pertanyaan self-assessment yang disusun menjadi 7 pilar, 4 sub-indeks,” ujar Mulya.

Selain melakukan self-assessment terhadap tingkat literasi digitalnya, responden juga diminta mengisi beberapa pertanyaan untuk meng-cross check paparan, kemampuan mengenali, dan sikap terhadap hoaks, serta berbagai kebiasaan dalam mengonsumsi berita online dan media sosial.

Mengenai kebiasaan saat di dunia maya, survei ini juga menemukan pengguna internet di Indonesia cenderung belum waspada akan pentingnya kerahasiaan data pribadi, serta masih melakukan sejumlah kebiasaan berisiko. Responden misalnya menaruh informasi pribadi seperti tanggal lahir (67,4%), nomer telepon (53,7%), dan informasi lokasi terkini (67,6%) di media sosialnya.

Yang tidak kalah menarik, survei menemukan indeks literasi digital di Indonesia wilayah tengah dan timur cenderung lebih baik daripada di Indonesia wilayah barat, yang meliputi Pulau Jawa dan Sumatera. Skor indeks literasi digital cenderung berkorelasi positif dengan kemampuan mengenali hoaks, usia yang lebih muda, pendidikan yang lebih tinggi, jenis kelamin laki-laki, tinggal di luar pulau Jawa, dan penggunaan internetnya tidak terlalu intensif.

Ada indikasi bahwa akses internet yang semakin tersebar dan terjangkau belum diiringi dengan meningkatnya kemampuan masyarakat dalam mengolah informasi dan berpikir kritis.

“Survei menunjukkan bahwa mereka yang tinggal di kawasan perkotaan dan di Jawa, yang memiliki akses internet yang mudah dan murah, cenderung lebih terpapar pada hoax dan berbagai kebiasaan negatif dalam mencerna berita online,” jelas Mulya. Oleh karena itu, peningkatan literasi digital di seluruh wilayah Indonesia menjadi penting, khususnya dalam kemampuan informasi dan literasi data.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan temuan survei ini akan menjadi masukan yang sangat baik bagi Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam penyusunan program peningkatan literasi digital.

“Ini pertama kalinya kami mengukur tingkat literasi digital secara nasional, dan kita harapkan pada masa mendatang kita bisa terus memantau perkembangannya. Perluasan jangkauan internet telah meningkatkan juga jumlah pengguna internet di seluruh Indonesia. Ini membuka berbagai kesempatan positif bagi rakyat Indonesia, namun sangat penting diiringi dengan peningkatan literasi digital. Kita ingin teknologi internet memberi dampak sebaik mungkin, sedangkan dampak buruknya kita kurangi sebanyak mungkin,” jelas Semuel.

Sementara Wakil Ketua Umum Siberkreasi bidang Riset dan Pengembangan Kurikulum, Anita Wahid mengatakan survei ini mengingatkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan literasi digital.

"Kemampuan literasi yang baik, kita harapkan bisa melindungi masyarakat dari hoaks, kejahatan siber dan sebagainya,” tambah Anita.

Selain mendalami literasi digital serta kebiasaan berinternet, survei menemukan bahwa perkembangan kecepatan internet dan luasan cakupannya makin membaik pada 5 tahun terakhir.

Pengambilan sampel survei Status Literasi Digital Nasional dilakukan tanggal 18-31 Agutus 2020 dengan menggunakan multi-stage random sampling dengan teknik home visit. Total jumlah responden adalah 1670 orang, margin of error ±2,45% pada tingkat kepercayaan 95%.

Responden adalah anggota rumah tangga berusia 13 -70 tahun dan mengakses internet dalam 3 bulan terakhir.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 

BERITA LAINNYA

Siap Luncurkan LDX Token, Litedex.io Bidik Investor Anak Muda

LDX merupakan satu-satunya token yang diluncurkan oleh platform decentralized exchange murni karya anak bangsa.

DIGITAL | 23 September 2021

Kemhan Lithuania Anjurkan Ponsel Xiaomi dan Huawei Dibuang Saja

Kementerian Pertahanan Lithuania telah menganjurkan ponsel Xiaomi dibuang saja dan calon konsumen tidak membeli yang ponsel Tiongkok yang baru.

DIGITAL | 22 September 2021

Sejak 2016, Facebook Habiskan Rp 185 Triliun untuk Keselamatan dan Keamanan

Facebook menyatakan perusahaan telah menginvestasikan lebih dari US$13 miliar (Rp 1855 triliun) dalam langkah-langkah keselamatan dan keamanan sejak 2016.

DIGITAL | 22 September 2021

P2P Julo Kini Dilengkapi Berbagai Fitur Bagi Pengguna

Julo Teknologi Finansial meluncurkan kredit digital dengan berbagai fitur transaksi meliputi kelengkapan transaksi cash dan non-cash.

DIGITAL | 22 September 2021

Bebek Kaleyo Hadirkan Situs Layanan Pesan Antar

Rumah makan Bebek Kaleyo terus berinovasi demi keamanan dan kepuasan pelanggan.

DIGITAL | 22 September 2021

Anak Usaha Telkom Boyong AirConsole ke Indonesia

Melon Indonesia yang merupakan anak perusahaan Telkom, resmi mengumumkan kerja sama dengan AirConsole untuk memberikan experience gaming terbaru.

DIGITAL | 22 September 2021

Teknologi ZTNA akan Geser VPN

Pada 2024, setidaknya 40% akses ke jaringan perusahaan akan didominasi oleh ZTNA di mana pada 2020 saja sudah terjadi peningkatan pesat dari 5%.

DIGITAL | 22 September 2021

TikTok Versi Tiongkok Batasi Durasi Main Anak hingga 40 Menit Per Hari

TikTok versi Tiongkok memperkenalkan "mode remaja". Mode ini akan membatasi jumlah waktu yang dihabiskan anak di bawah usia 14 tahun hingga 40 menit per hari

DIGITAL | 21 September 2021

Penguatan Strategi Berbasis Digital Jadi Modal Ketangguhan Bisnis Masa Depan

Kelak, penguatan strategi berbasis digital akan menjadi modal ketangguhan bisnis pada masa depan.

DIGITAL | 21 September 2021

Lewat OMNIX, Infomedia Bantu Perusahaan Kelola Fungsi CRM

PT Infomedia Nusantara (Infomedia) anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk yang bergerak di business process outsourcing (BPO) resmi meluncurkan OMNIX.

DIGITAL | 21 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Soal Kasus Pajak, Ini Pernyataan Bank Panin

Soal Kasus Pajak, Ini Pernyataan Bank Panin

NASIONAL | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings