Benarkah Aplikasi Lifestyle Gagal Booming?
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Benarkah Aplikasi Lifestyle Gagal Booming?

Rabu, 23 Desember 2020 | 12:10 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Rasanya, hampir setiap orang di berbagai belahan bumi nusantara mengenal aplikasi Grab dan Gojek. Terlebih, kedua aplikasi raksasa di sektor transportasi daring ini, menjadi tempat bertumpunya ratusan ribu mitra dalam mendapatkan penghasilan.

Tingginya perkembangan aplikasi transportasi beberapa tahun belakangan, juga diiringi dengan mereka yang 'latah' untuk mencoba peruntungan yang sama. Sayangnya, ekosistem teknologi yang tak terlalu mumpuni, membuat mereka akhirnya tenggelam.

Saat aplikasi transportasi mulai booming, beberapa orang melihat kesempatan dan mulai mengembangkan aplikasi sejenis dengan layanan yang berbeda. Sebut saja misalnya, GoLife yang merupakan aplikasi dengan layanan jasa lifestyle, yang merupakan anak perusahaan Gojek. Nama lain juga bermunculan, seperti halojasa misalnya, yang memiliki layanan jasa cuci mobil dan motor, serta tiga layanan lainnya.

Sayangnya, aplikasi jasa on-demand di sektor lifestyle ini boleh dibilang gagal mengalami booming seperti yang diraih aplikasi transportasi daring. Pertanyaannya, kenapa demikian? Lantas, apa faktor yang mempengaruhi hal-hal itu bisa terjadi?

Aplikasi layanan jasa sejatinya hadir di saat yang tepat, ketika teknologi sudah berkembang demikian pesat. Memiliki ekosistem teknologi yang mumpuni, para aplikator ini sudah selangkah lebih maju dibanding mereka yang masih berbasis web atau phonecall.

Lantas, kapan momen yang tepat bagi aplikasi on-demand lifestyle ini memiliki massa yang sama besar dengan aplikasi transportasi? Jawabannya adalah pandemi Covid-19.

Merebaknya pandemi Covid-19 yang mengubah pola perilaku di berbagai sendi kehidupan, menjadi momentum tepat bagi perkembangan aplikasi on-demand lifestyle. Terlebih, sektor ini baru disentuh oleh pemain yang bisa dihitung dengan jari.

CEO halojasa, Hengky Budiman mengakui, pandemi Covid-19 mendorong peningkatan signifikan pada banyak aspek di perusahaannya.

"Kami mengalami peningkatan GTV hingga 180 persen secara month-on-month. Padahal, penutupan aplikasi mereka di bulan Juli kemarin, yang notabene adalah masa paceklik, khususnya di sektor jasa pada masa pandemi,” ujar Hengky kepada Beritasatu.com, Rabu (23/12/2020).

Selain itu, kata Hengky, halojasa juga mengalami peningkatan pendaftaran mitra ex-GoLife. Kondisi ini, menandakan adanya kesadaran para mitra bahwa aplikasi jasa adalah salah satu batu loncatan mereka dalam bekerja. Sementara dari sisi konsumen, juga mengalami perubahan perilaku.

"Ekspektasi konsumen di masa pandemi ini sudah berubah. Mereka tak hanya menuntut order yang mudah dan layanan berkualitas, namun juga kondisi kesehatan vendor penyedia jasa bisa mereka ketahui dalam keadaan sehat dan aman,” tegasnya.

Hengky Budiman menambahkan, pertumbuhan order mereka pada kategori halo massage juga mengalami peningkatan yang pesat dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir.

"Ini menandakan layanan kami makin relevan bagi konsumen. Mereka yang tadinya memanfaatkan layanan kita sebagai kebutuhan tambahan atau tersier, kini menjadikannya sebagai salah satu kebutuhan esensial, terlebih di masa seperti sekarang ini," tandasnya.

Menurut Hengky, saat ini merupakan momentum yang tepat bagi aplikasi on-demand lifestyle bertumbuh dengan signifikan dan menjangkau konsumen yang lebih luas.

"Melihat lesunya pertumbuhan pada aplikasi transportasi dan tingginya permintaan layanan berbasis at home seperti kurir logistik dan in home seperti reflexology massage atau jasa kebersihan, agaknya saat ini adalah waktu yang tepat untuk bertumbuh," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Menkominfo: Top Digital Awards Sejalan Akselarasi Transformasi Digital

Pemerintah berkomitmen meningkatkan akselerasi transformasi digital, di antaranya melalui peningkatan infrastruktur digital.

DIGITAL | 23 Desember 2020

Bukalapak Gandeng Allianz Life Luncurkan Fitur Bayar Premi

Survei Markplus Inc menyebutkan, pada tahun ini 51,2% orang menganggap memiliki asuransi sangat penting di tengah situasi pandemi Covid-19

DIGITAL | 23 Desember 2020

FTUI Kembangkan Aplikasi Mitigasi Bencana

Pengembangan aplikasi Flood dirancang sebagai salah satu sarana mitigasi bencana banjir di wilayah DKI Jakarta.

DIGITAL | 22 Desember 2020

Terapkan Transformasi Digital Pengawasan Nasional, BPKP Raih TOP Digital Awards 2020

BPKP berhasil memperoleh penghargaan sebagai instansi dengan kategori TOP Digital 2020 #Level Stars 4 (Sangat Baik) dalam ajang TOP Digital Awards Tahun 2020.

DIGITAL | 22 Desember 2020

Industri Digital Tidak Bisa Stand Alone, Harus Kolaborasi

Pandemi Covid-19 mampu mempercepat seluruh sektor industri masuk ke ranah digital.

DIGITAL | 22 Desember 2020

Amartha Dorong Perempuan Ambil Peran dalam Pemulihan Ekonomi

Amartha meluncurkan kampanye #SaatnyaPerempuan untuk mendorong partisipasi perempuan dalam perekonomian khususnya pemulihan ekonomi.

DIGITAL | 22 Desember 2020

Nakamichi Perluas Segmentasi Pasar di Indonesia

Program pemangkasan harga ini, sekaligus menandai peluncuran produk true wireless earphone Nakamichi terbaru, TW020.

DIGITAL | 22 Desember 2020

MPL Hadirkan Konsep Baru di Pasar Gim Indonesia

Di MPL, selain para pemain dapat mengasah keterampilan bermain, mereka juga dapat mengumpulkan hasil kemenangan disetiap turnamen yang diikuti menjadi saldo.

DIGITAL | 22 Desember 2020

Sistem Analisis Profil ADA Pangkas Proses Panjang Pengajuan Pinjaman

ADA menyediakan variabel-variabel non-finansial untuk membuat dan menjalankan sistem analisis profil calon peminjam.

DIGITAL | 22 Desember 2020

Diluncurkan, Aplikasi Krisnapay Terus Kembangkan Layanan

Aplikasi ini baru saja diluncurkan pada 1 Desember lalu oleh PT Krisna Berkat Investindo, perusahaan IT yang fokus pada ekosistem ekonomi digital.

DIGITAL | 22 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS