WhatsApp Perbarui Kebijakan Privasi, Haruskah Pengguna Khawatir?
INDEX

BISNIS-27 537.873 (32.57)   |   COMPOSITE 6307.13 (291.73)   |   DBX 1215.21 (11.58)   |   I-GRADE 185.638 (11.22)   |   IDX30 533.814 (38.68)   |   IDX80 142.76 (9.56)   |   IDXBUMN20 425.411 (37)   |   IDXESGL 147.067 (9.38)   |   IDXG30 144.927 (8.16)   |   IDXHIDIV20 469.552 (33.76)   |   IDXQ30 151.508 (9.33)   |   IDXSMC-COM 286.952 (10.3)   |   IDXSMC-LIQ 357.858 (20.43)   |   IDXV30 144.532 (5.87)   |   INFOBANK15 1076.36 (62.08)   |   Investor33 457.615 (30.51)   |   ISSI 184.91 (7.51)   |   JII 650.972 (35.41)   |   JII70 227.363 (11.86)   |   KOMPAS100 1270.4 (71.57)   |   LQ45 991.58 (67.44)   |   MBX 1739.82 (90.37)   |   MNC36 337.819 (21.64)   |   PEFINDO25 325.262 (6.14)   |   SMInfra18 322.474 (21.28)   |   SRI-KEHATI 391.563 (26.26)   |  

WhatsApp Perbarui Kebijakan Privasi, Haruskah Pengguna Khawatir?

Senin, 11 Januari 2021 | 17:01 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Aplikasi perpesanan terpopuler se-dunia WhatsApp telah memperbarui kebijakan pengunaan dan privasi pada Kamis (7/1/2021) lalu. Seperti diketahui, kebijakan tersebut ditujukan untuk mengatur bagaimana pengguna WhatsApp versi bisnis menyimpan data-data komunikasi mereka. Sayangnya pembaharuan kebijakan tersebut mewajibkan sekitar dua miliar pengguna WhatsApp untuk menyetujuinya.

Pengguna harus menerima kebijakan penggunaan serta privasi yang disodorkan WhatsApp tersebut. Memang terdapat opsi penundaan dengan menekan tombol "Not Now" tetapi penundaan tersebut hanya berlaku hingga 8 Februari mendatang. Perubahan pada kebijakan privasi ini juga membuat pengguna WhatsApp untuk berbondong-bondong pindah ke aplikasi sejenis seperti Telegram atau Signal.

WhatsApp

Lalu apakah ini saat yang tepat bagi pengguna WhatsApp hijrah ke aplikasi lain? Sebenarnya yang harus dikhawatirkan pengguna adalah perusahaan induk WhatsApp, Facebook. Selama ini Facebook memiliki catatan yang buruk terkait praktik privasi para penggunanya.

Pengguna WhatsApp diwajibkan untuk menyetujui kebijakan privasi baru pada aplikasi tersebut atau menghapus akun bulan Februari mendatang. Hanya pengguna WhatsApp di Uni Eropa yang terlepas dari kewajiban membagikan data WhatsApp dengan Facebook.

Kondisi ini membuat pengguna WhatsApp di Indonesia dihadapkan pada dua pilihan. Pilihan pertama adalah terus menggunakan WhatsApp sembari berharap Indonesia mengimplementasikan UU Perlindungan Data yang lebih ketat sehingga WhatsApp atau aplikasi lain tidak menyalahgunakan data penggunanya atau membagikannya tanpa izin.

Pilihan kedua adalah pindah ke aplikasi chatting lain yang memiliki jumlah pengguna cukup banyak, yang bisa menyaingi popularitas WhatsApp tetapi memberikan privasi serta syarat penggunaan yang lebih mementingkan penggunanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bityard Jadi Pilihan Utama Pedagang Kripto

Bityard sebagai cryptocurrency derivatives exchange yang tersertifikasi, mampu melakukan deposit dan withdraw dengan lancar.

DIGITAL | 11 Januari 2021

Ciptakan Bibit Baru dalam Turnamen Game Online

Dengan turnamen online gratis ini, Poker Garuda berharap dapat menciptakan bibit-bibit baru.

DIGITAL | 11 Januari 2021

Polytron Lansir Dua Varian Active Speaker Terbaru

Speaker aktif ini dibekali dengan dual woofer berukuran 10 inci, sehingga mampu mengeluarkan suara dobel yang mantap dan menggelegar.

DIGITAL | 9 Januari 2021

Samsung Galaxy A02s, Ponsel Terjangkau yang Dapat Diandalkan

Samsung Galaxy A02s merupakan ponsel entry level yang cukup terjangkau dengan build yang cukup baik layar yang cukup luas untuk penggunaan sehari-hari.

DIGITAL | 9 Januari 2021

Galaxy A02s Bantu Bikin Resolusi Hidup Sehat 2021

Galaxy A02s membantu penggunanya untuk mencapai resolusi sehat pada tahun 2021 ini.

DIGITAL | 9 Januari 2021

Chubb Gandeng Selular Shop Sediakan Asuransi Ponsel Tanpa Biaya

Perangkat ponsel yang dibeli di Seluar Shop akan mendapatkan fasilitas tambahan gadget insurance selama 3 bulan tanpa biaya.

DIGITAL | 8 Januari 2021

Jaringan Rumah dan Cloud Rentan Serangan Siber di 2021

Trend Micro memprediksi sistem jarak jauh dan berbasis komputasi awan atau cloud menjadi sasaran empuk serangan siber di tahun 2021.

DIGITAL | 7 Januari 2021

Inilah Tiga Merek Ponsel Android yang Paling Sering Ditiru

Tercatat, ada beberapa jenis ponsel yang rentan untuk ditiru bentuk maupun teknologi yang dimilikinya.

DIGITAL | 6 Januari 2021

OPPO Fokus Kembangkan Internet of Experience di 2021

Di tahun 2020, OPPO dapat tumbuh di pasar yang sedang menurun.

DIGITAL | 6 Januari 2021

Tips Aman dari Ancaman Siber Saat Bekerja dari Rumah

Meningkatnya kebutuhan internet selama pandemi, harus dibarengi kesadaran keamanan siber yang memadai.

DIGITAL | 6 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS