Menristek: Perusahaan Perlu Terlibat Aktif dalam Pengembangan R&D
INDEX

BISNIS-27 548.602 (-3.13)   |   COMPOSITE 6429.76 (-15.87)   |   DBX 1210.46 (11.26)   |   I-GRADE 190.638 (-1.65)   |   IDX30 545.485 (-2.49)   |   IDX80 146.318 (-0.39)   |   IDXBUMN20 442.834 (-4.13)   |   IDXESGL 150.48 (-0.37)   |   IDXG30 147.901 (0.18)   |   IDXHIDIV20 478.779 (-1.35)   |   IDXQ30 155.036 (-1.18)   |   IDXSMC-COM 294.681 (-0.93)   |   IDXSMC-LIQ 376.202 (-2.63)   |   IDXV30 149.629 (-0.27)   |   INFOBANK15 1097.88 (-13.34)   |   Investor33 466.613 (-2.11)   |   ISSI 189.631 (-0.56)   |   JII 670.82 (-2.11)   |   JII70 234.975 (-1.14)   |   KOMPAS100 1301.99 (-5.65)   |   LQ45 1014.85 (-3.65)   |   MBX 1779.94 (-7.55)   |   MNC36 344.694 (-1.75)   |   PEFINDO25 341.155 (-4.29)   |   SMInfra18 331.858 (0.18)   |   SRI-KEHATI 398.709 (-1.89)   |  

Menristek: Perusahaan Perlu Terlibat Aktif dalam Pengembangan R&D

Selasa, 12 Januari 2021 | 17:52 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan perusahaan perlu terlibat dalam pengembangan research and development (R&D). Apalagi saat ini pelaku usaha menghadapi tantangan pasar terbuka yang mendekatkan persaingan dengan kompetitor. Alhasil, bisnis harus mendapatkan kinerja lebih tinggi dari biasanya. Dalam konteks itu, pengelolaan kegiatan R&D adalah faktor kunci yang memungkinkan pertumbuhan di masa depan karena pada akhirnya mengarah pada peningkatan pengetahuan perusahaan, kapasitas teknologi yang lebih baik dan produk, serta proses inovasi.

“Perusahaan perlu terlibat dalam R&D supaya bisa menjaga competitiveness dari produk mereka. Tanpa pengembangan produk, perusahaan akan ketinggalan,” kata Bambang Brodjonegoro dalam diskusi kebijakan "Kolaborasi Kepakaran dan Riset Dasar untuk Lompatan Inovasi", Selasa (12/1/2021).

Pandemi Covid-19, menurut Bambang, harus dijadikan momentum untuk kebangkitan data guna membuat riset dan inovasi Indonesia naik kelas. Apalagi dunia kini sedang memasuki era mahadata (big data) yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis dan pemerintahan.

Sebagai contoh, sejumlah negara kini sudah mulai melakukan vaksinasi Covid-19 untuk mengakhiri pandemi. Beberapa vaksin yang digunakan adalah Sinovac, Pfizer/BioNTech dan Moderna. Khusus vaksin Pfizer dan Moderna, merupakan hasil pengembangan riset dan inovasi di mana metode yang digunakan tidak berhubungan dengan virusnya atau bukan pendekatan non-laboratorium melainkan komputerisasi. Sedangkan, Sinovac menggunakan metode klasik dengan cara melemahkan virusnya seperti pembuatan vaksin pada umumnya.

“Alhasil Moderna dan Pfizer menemukan vaksin Covid-19 yang relatif cepat, bahkan bisa bersaing dengan pendekatan lama yang digunakan Sinovac. Jadi, investasi yang dikeluarkan Moderna dan Pfizer berujung pada temuan baru yang bisa membuat mereka bisa langsung bersaing dengan vaksin lainnya,” kata Bambang.

Sementara terkait konsorsium riset dan inovasi penanganan Covid-19 kini telah berhasil mengurangi ketergantungan impor. Padahal, pada awal Covid-19, semua alat yang digunakan untuk mendeteksi Covid-19 dari impor. Di sisi lain, Indonesia mampu membuatnya, namun terganjal karena yang mengembangkan dan pabrikannya tidak pernah ketemu.

“Ternyata ekosistem inovasi yang selama ini agak sulit dibangun di Indonesia karena tidak ada koneksi yang baik antara peneliti dan pelaku usaha atau dunia industri. Kemudian pemerintah pun abstain artinya kurang terjun langsung untuk bisa jembatani gap yang besar antara sisi penelitian yang barangkali asyik dengan dasar scientific-nya dengan dunia industri yang asyik dengan upaya mencari profit,” jelas Bambang.

Namun momentum Covid-19 ini konsep triple helix menjadi tepat untuk membangun riset dan inovasi di Indonesia. Dia menegaskan, jika konsep ini tidak dilakukan dengan mulus, sangat mustahil membangun riset dan inovasi yang kuat.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dibanding WhatsApp, Ini Data yang Dikumpulkan Signal Atau Telegram

Baik Signal atau Telegram memfokuskan terhadap privasi para penggunanya ketimbang WhatsApp.

DIGITAL | 12 Januari 2021

Ngeri, Ini Berbagai Data yang Dikumpulkan WhatsApp dari Akun Anda!

WhatsApp mengumpulkan berbagai macam data dari para penggunanya.

DIGITAL | 12 Januari 2021

Pembaruan Kebijakan Privasi Whatsapp, Ini Penjelasan Kominfo

WhatsApp diminta memberikan penjelasan mengenai pembaruan kebijakan privasi terhadap penggunanya.

DIGITAL | 11 Januari 2021

Khawatir dengan Kebijakan Privasi WhatsApp? Ini Cara Menghapus Akun Anda

Langkah yang harus dilakukan untuk menghapus akun WhatsApp.

DIGITAL | 11 Januari 2021

WhatsApp Perbarui Kebijakan Privasi, Haruskah Pengguna Khawatir?

Terkait pembaharuan kebijakan penggunaan privasi dan penggunaan, pengguna harus lebih mewaspadai perusahaan induk WhatsApp, Facebook.

DIGITAL | 11 Januari 2021

Bityard Jadi Pilihan Utama Pedagang Kripto

Bityard sebagai cryptocurrency derivatives exchange yang tersertifikasi, mampu melakukan deposit dan withdraw dengan lancar.

DIGITAL | 11 Januari 2021

Ciptakan Bibit Baru dalam Turnamen Game Online

Dengan turnamen online gratis ini, Poker Garuda berharap dapat menciptakan bibit-bibit baru.

DIGITAL | 11 Januari 2021

Polytron Lansir Dua Varian Active Speaker Terbaru

Speaker aktif ini dibekali dengan dual woofer berukuran 10 inci, sehingga mampu mengeluarkan suara dobel yang mantap dan menggelegar.

DIGITAL | 9 Januari 2021

Samsung Galaxy A02s, Ponsel Terjangkau yang Dapat Diandalkan

Samsung Galaxy A02s merupakan ponsel entry level yang cukup terjangkau dengan build yang cukup baik layar yang cukup luas untuk penggunaan sehari-hari.

DIGITAL | 9 Januari 2021

Galaxy A02s Bantu Bikin Resolusi Hidup Sehat 2021

Galaxy A02s membantu penggunanya untuk mencapai resolusi sehat pada tahun 2021 ini.

DIGITAL | 9 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS