Smartphone Masuk Desa, Inovasi Amartha untuk Keuangan Inklusif
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Smartphone Masuk Desa, Inovasi Amartha untuk Keuangan Inklusif

Rabu, 13 Januari 2021 | 12:18 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Oleh Hadi Wenas, Chief Commercial Officer Amartha

Jakarta, Beritasatu.com - Inklusi keuangan digital telah banyak membantu masyarakat yang berada di piramida terbawah untuk lebih berdaya secara ekonomi. Bank Dunia dalam laporannya belum lama ini menyebut bahwa perluasan penggunaan layanan keuangan digital mendukung pembangunan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Layanan keuangan digital, yang didukung oleh financial technology (fintech), berpotensi menurunkan biaya dengan memaksimalkan skala ekonomi, meningkatkan kecepatan, keamanan, dan transparansi transaksi, serta memungkinkan layanan keuangan yang lebih disesuaikan untuk melayani masyarakat prasejahtera.

Bahkan di masa krisis akibat pandemi Covid-19, peran layanan keuangan digital semakin diandalkan untuk bisa membantu masyarakat miskin bangkit kembali. Kami di Amartha, sebuah layanan pinjam meminjam berbasis teknologi informasi dengan konsep peer-to-peer lending yang khusus membiayai perempuan di desa, sudah membuktikan itu.

Hadir sejak 2010, Amartha telah mendistribusikan pendanaan bagi perempuan di pedesaan di Indonesia. Amartha mendistribusikan dana untuk menambah modal kerja yang meningkatkan produktivitas dan penghasilan perempuan pelaku usaha mikro dan ultra mikro di desa.

Dalam kiprahnya yang sudah berjalan 6 tahun sebagai lembaga microfinance dan 4 tahun dalam rupa teknologi finansial atau tekfin P2P Lending, Amartha merupakan satu-satunya tekfin dengan target pasar ultra mikro di pedesaan. Total pangsa pasar pembiayaan ultra mikro perempuan di Indonesia sendiri sangat besar, mencapai 22 juta-25 juta pelaku usaha. Sebuah pasar besar yang jarang dilayani oleh lembaga keuangan, baik konvensional maupun tekfin, karena memang terlalu masuk ke pelosok.

Banyak tantangan harus dihadapi dalam menggarap segmen yang selama ini dipandang kurang legit ini, seperti kurangnya akses internet, keterbatasan pengetahuan soal manajemen keuangan, kurangnya keterampilan, dan sebagainya. Di sinilah Amartha membantu akses perempuan desa ke modal usaha dengan biaya yang terjangkau.

Khusus untuk akses internet, riset Amartha bersama Center for Digital Society (CFDS) Universitas Gadjah Mada pada 2019 menemukan bahwa 62,5% peminjam Amartha tidak mempunyai perangkat yang memungkinkan mereka terhubung ke internet.

Bahkan, bagi yang sudah memiliki perangkat pun belum sepenuhnya mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Padahal, dari sisi pendana (lender) Amartha sudah sangat terdigitalisasi lewat aplikasi mobile atau online.

Kami percaya bahwa akses lebih baik terhadap teknologi informasi dan komunikasi dapat membantu pengembangan ekonomi dan sosial perempuan di daerah pedesaan. Smartphone bukan sekadar alat komunikasi atau bermedia sosial, tetapi juga alat kerja yang penting, seperti untuk sarana perdagangan dan membuka akses pasar yang lebih luas.

Oleh karena itu, Amartha berupaya untuk meningkatkan inklusi keuangan digital melalui penciptaan produk yang sesuai dengan kebutuhan sektor UMKM informal dengan menerapkan framework strategi inklusi keuangan yang terdiri dari tiga pilar, yaitu pertama menciptakan produk keuangan yang sederhana dan mudah dimengerti oleh mereka. Kedua adalah mengurangi biaya transaksi dengan menghadirkan layanan keuangan digital di tempat tinggal pengguna, termasuk dengan cara difasilitasi agen di lapangan misalnya. Ketiga, mengurangi barrier of access yang tidak hanya dipengaruhi oleh faktor geografis tetapi juga faktor pengetahuan dan infrastruktur digital.

Kesejahteraan sendiri dapat dibangun dengan meningkatkan pendapatan, mengurangi pengeluaran, serta adanya proteksi. Inilah alur yang akan ditempuh.

Smartphone masuk desa adalah langkah penting berikutnya setelah selama ini Amartha berhasil mengakselerasi upaya peningkatan kesejahteraan pelaku UMKM perempuan di desa lewat modal kerja. Amartha akan memberikan layanan produk bundle cicilan modal kerja dan cicilan alat bantu kerja (smartphone), pembayarannya akan dilakukan bersamaan seminggu sekali sewaktu kumpulan kelompok yang sudah berjalan selama 50x.

Hasil riset internal kami mencatat ketertarikan lebih dari 65% terutama dari mitra-mitra kami yang berada di pedesaan yang terlalu jauh dari perkotaan.

Bersamaan dengan mulai berjalannya peningkatan akses terhadap smartphone, Amartha juga mengenalkan program belanja borongan yang akan membuat kelompok mitra lebih hemat dalam pengeluaran mereka. Belanja borongan akan membuat harga barang yang dibayar mitra lebih murah daripada jika mereka belanja secara individu. Apalagi, dalam program ini pembayaran barang belanjaan bisa dilakukan belakangan. Dengan adanya belanja borongan, kami mengajarkan cara berhemat.

Program belanja borongan akan menyambungkan mitra Amartha dengan warung yang levelnya di atas mitra dan menciptakan demand baru. Warung-warung ini pun bisa masuk dalam ekosistem Amartha serta berkesempatan didanai oleh lender dengan term yang lebih pendek. Dengan konsep “warung loan”, pendana dapat memberikan pinjaman 1-2 juta ke mitra warung dengan tenor pendek.

Selanjutnya adalah program tabungan. Ini sejalan dengan fakta yang ditemukan dalam penelitian CFDS (2019) bahwa mayoritas peminjam Amartha tidak memiliki keanggotaan pada institusi keuangan formal karena akses terhadap institusi keuangan formal itu dirasa sulit. Aktivitas menabung jadi bagian penting dari inklusi keuangan karena bisa jadi sarana perlindungan kekayaan dan tujuan masa depan.

Layanan-layanan ini akan berkembang terus sesuai dengan kebutuhan dan situasi mitra. Kami tahu ini jalan terjal yang tidak mudah dilalui, tetapi sebagai impact first company kami tidak akan meninggalkan mereka. Dan sebagai fintek, inovasi-inovasi ini penting terus dilakukan untuk membangun ekosistem keuangan inklusif yang efisien dan mensejahterakan semua stakeholders.




Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bareskrim Masih Dalami Kasus Like Akun Twitter Fadli Zon

Bareskrim Polri masih mendalami kasus dugaan tindak pidana pornografi yang diduga melibatkan anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon.

DIGITAL | 13 Januari 2021

Survei Cisco: Serangan Siber Meningkat 40% di Masa Pandemi

Hasil studi Cisco menemukan, salah satu akses atau jalur masuk ransomware paling sering adalah melalui port DNS (Domain Name System).

DIGITAL | 13 Januari 2021

Acer Luncurkan Chromebook Pertama

Acer meluncurkan Chromebook pertamanya yang dilengkapi dengan Prosesor AMD Ryzen Mobile 3000 C-Series dan grafis AMD Radeon bernama Acer Chromebook Spin 514.

DIGITAL | 12 Januari 2021

Teknologi Digital Signature DTB Lulus Uji Kemkominfo

Kemkominfo menyatakan DTB telah lulus uji dan resmi terdaftar sebagai penyelenggara sertifikat elektronik (PSrE) pertama di Indonesia.

DIGITAL | 12 Januari 2021

Menristek: Perusahaan Perlu Terlibat Aktif dalam Pengembangan R&D

Pandemi Covid-19 harus dijadikan momentum untuk kebangkitan data guna membuat riset dan inovasi Indonesia naik kelas.

DIGITAL | 12 Januari 2021

Dibanding WhatsApp, Ini Data yang Dikumpulkan Signal Atau Telegram

Baik Signal atau Telegram memfokuskan terhadap privasi para penggunanya ketimbang WhatsApp.

DIGITAL | 12 Januari 2021

Ngeri, Ini Berbagai Data yang Dikumpulkan WhatsApp dari Akun Anda!

WhatsApp mengumpulkan berbagai macam data dari para penggunanya.

DIGITAL | 12 Januari 2021

Pembaruan Kebijakan Privasi Whatsapp, Ini Penjelasan Kominfo

WhatsApp diminta memberikan penjelasan mengenai pembaruan kebijakan privasi terhadap penggunanya.

DIGITAL | 11 Januari 2021

Khawatir dengan Kebijakan Privasi WhatsApp? Ini Cara Menghapus Akun Anda

Langkah yang harus dilakukan untuk menghapus akun WhatsApp.

DIGITAL | 11 Januari 2021

WhatsApp Perbarui Kebijakan Privasi, Haruskah Pengguna Khawatir?

Terkait pembaharuan kebijakan penggunaan privasi dan penggunaan, pengguna harus lebih mewaspadai perusahaan induk WhatsApp, Facebook.

DIGITAL | 11 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS