Logo BeritaSatu

Pola Hidup Digital Indonesia Rentan Terhadap Serangan Siber

Sabtu, 6 Februari 2021 | 19:47 WIB
Oleh : Happy Amanda Amalia / PYA

Jakarta, Beritasatu.com – Laporan McAfee Corp yang berjudul 2021 Consumer Security Mindset Report mengungkap, bahwa seiring dengan meningkatnya aktivitas daring (online), netizen Indonesia juga makin rentan terhadap serangan kejahatan siber. Bahkan secara khusus, 8 dari 10 (80%) responden Indonesia mengaku khawatir dengan adanya risiko serangan siber. Sementara 2 dari 5 (40%) responden merasa tidak mampu mencegah serangan siber.

Di samping itu, hampir seluruh penduduk Indonesia (96%) ingin lebih banyak inovasi dan akses ke produk atau layanan online. Oleh karenanya dengan semakin banyak konsumen yang beralih ke dunia digital, para penjahat siber pun tertarik memanfaatkan momen ini.

Semakin banyak waktu yang dihabiskan netizen Indonesia untuk berinteraksi secara online melalui berbagai aplikasi dan layanan, makin besar pula risiko serangan siber (contoh: serangan siber pihak ketiga), dan ancaman (contoh: usaha phishing atau penipuan).

Catatan McAfee menemukan, 81% responden Indonesia paling khawatir terhadap pencurian data keuangan pribadi. Sejumlah 80% responden juga khawatir bahwa informasi pribadi mereka, seperti tanggal lahir atau alamat, dapat diretas, dan khawatir bahwa perangkat mereka akan disusupi dengan ransomware atau spyware.

ECP McAfee’s Consumer Business Terry Hicks mengatakan, langkah pertama untuk menjaga diri dari serangan siber adalah mengetahui cara-cara yang dapat dilakukan untuk menjaga keamanan online dan kesehatan digital.

“Mencegah selalu lebih baik dari mengobati. Semua orang dapat melakukan kebiasaan online yang aman, mulai dari aplikasi yang diunduh, situs yang dikunjungi, sampai dengan email yang dibuka. Mengubah pola pikir dan perilaku adalah hal yang sangat penting dalam melindungi privasi dan identitas diri kita,” ujar dia dalam siaran pers, Sabtu (6/2).

Pengaruh Kebiasaan Berbelanja

Di sisi lain, kebiasaan berbelanja konsumen ternyata menunjukkan bagaimana mereka menjalani kehidupan digitalnya. Lebih dari dua pertiga (69%) responden mengatakan, telah membeli setidaknya satu perangkat terhubung pada 2020, sedangkan seperlima (14%) responden telah membeli tiga perangkat.

Meskipun lebih dari 91% responden mengkhawatirkan keamanan saat online, hanya 57% responden yang mengambil tindakan pencegahan dengan membeli perangkat lunak keamanan. Sedangkan hampir 1 dari 2 (44%) responden tidak pernah memeriksa tanggal kadaluarsa perangkat lunak keamanan mereka, sehingga membuka celah bagi ancaman serangan siber.

Hal tersebut diperparah oleh kondisi orang-orang berusia 55-74 tahun yang merasa tidak punya kemampuan untuk mencegah serangan dunia maya jika dibandingkan dengan kelompok usia muda yang berusia 18-24 tahun. Yang mengkhawatirkan, kelompok usia tersebut juga paling kecil kemungkinannya membeli solusi keamanan, di mana hanya 40% responden melakukannya tahun lalu. Ini berbeda dengan 65% dari kelompok usia 18-34 tahun.

Laporan McAfee menemukan, 92% responden sudah mulai menggunakan fitur online yang dirancang untuk kemudahan atau kenyamanan sejak 2020, contohnya mengunduh aplikasi web atau seluler dibandingkan menggunakan situs desktop (62%), menggunakan fitur pemberitahuan atau notification melalui email atau SMS (55%), dan juga memilih untuk tetap masuk atau menggunakan fitur pengingat kredensial pengguna (44%). Sejumlah 70% responden juga menyatakan, menggunakan 2 atau lebih perangkat terhubung untuk beraktivitas online, yang semakin meningkatkan risiko serangan siber apabila perangkat tersebut tidak dilindungi.

Selain lalai keamanan siber, netizen Indonesia juga mengaku tidak tahu apa tujuan peretas mengambil data mereka. Sekitar 1 dari 3 responden (35%) mengaku tidak pernah tahu bahwa data mereka yang disimpan secara online bernilai tinggi. Hal ini lebih sering ditemui pada responden berumur 55-74 tahun, di mana sekitar 59% dari kelompok tersebut tidak tahu nilai dari data mereka, dibandingkan dengan 25% responden lain yang berumur 18-34 tahun.

Para peretas atau hackers selalu mencari cara untuk memanfaatkan orang lain demi mendapatkan keuntungan, dan data identitas seseorang sangat berharga karena dapat dijual dengan harga yang tinggi. Hampir semua masyarakat Indonesia (96%) mengatakan akan lebih proaktif untuk melindungi data pribadi mereka, jika tahu bahwa data tersebut dapat diperdagangkan.

Berikut tips menjaga keamanan pribadi di Internet ala McAfee:

  • Gunakan autentikasi multi-faktor (multi-factor authentication) untuk memeriksa kembali keaslian pengguna digital serta menambahkan lapisan keamanan untuk melindungi data, dan informasi pribadi.
  • Terhubung ke akses internet dengan hati-hati. Jika harus melakukan transaksi dengan WiFi umum, gunakan Virtual Private Network (VPN) seperti McAfee Safe Connect untuk membantu Anda tetap aman saat online.
  • Jelajahi internet dengan keamanan tambahan gunakan alat bantu seperti McAfee WebAdvisor untuk memblokir malware dan situs phishing yang berbahaya
  • Lindungi identitas pribadi Anda dan informasi pribadi lainnya dengan menggunakan McAfee Identity Theft Protection yang membantu memulihkan informasi jika identitas diretas.


Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kasus KDRT, Komnas Perempuan Tidak Lakukan Pendampingan kepada Lesti Kejora

Komnas Perempuan tidak melakukan pendampingan terhadap kasus KDRT yang dialami oleh Lesti Kejora, yang diduga dilakukan suaminya Rizky Billar.

NEWS | 6 Oktober 2022

Kondisi Psikis Rizky Billar Terganggu Akibat Kecaman Netizen

Kondisi psikis Rizky Billar terganggu akibat kecaman netizen terkait dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan terhadap istrinya, Lesti Kejora.

NEWS | 6 Oktober 2022

Kemendikbudristek dan Kementerian BUMN Kolaborasi Ciptakan Ekosistem Riset

Kemendikbudristek bersama Kementerian BUMN bersinergi meluncurkan program KeRIs BUMN, Rabu (5/10/2022).

NEWS | 6 Oktober 2022

Pengacara: Tuduhan KDRT terhadap Rizky Billar Berlebihan

Artis Rizky Billar membantah telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga KDRT kepada sang istri, Lesti Kejora.

NEWS | 6 Oktober 2022

WHO Peringatkan, Produk Obat Sirup India Terkait 66 Kematian Anak di Gambia

WHO mengeluarkan peringatan produk medis empat obat sirup buatan India di Gambia dikaitkan dengan 66 kematian anak di negara itu.

NEWS | 6 Oktober 2022

Rizky Billar Tak Penuhi Panggilan Polisi

Rizky Billar tidak memenuhi panggilan polisi karena sakit. Rizky sedianya diperiksa terkait KDRT terhadap istrinya, Lesti Kejora.

NEWS | 6 Oktober 2022

KPK Tak Segan Jemput Paksa Anak dan Istri Lukas Enembe jika Mangkir Lagi

KPK menegaskan tidak akan segan menjemput paksa anak dan istri Gubernur Papua Lukas Enembe jika mereka kembali mangkir dari pemeriksaan.

NEWS | 6 Oktober 2022

Video Polisi Jilat Kue HUT TNI, Ini Respons Pangdam Kasuari

Video polisi jilat kue HUT TNI viral di medsos. Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga telah meminta maaf terkait ulah politi tersebut.

NEWS | 6 Oktober 2022

Ferdy Sambo Minta Maaf ke Keluarga Brigadir J, Kamaruddin: Itu yang Ditunggu

Ferdy Sambo meminta maaf kepada keluarga Brigadir J.  Kamaruddin Simanjuntak mengatakan, permintaan maaf itu telah ditunggu-tunggu sejak awal.

NEWS | 6 Oktober 2022

Puan Maharani Bicara Hubungan Harmonis RI-Rusia

Ketua DPR Puan Maharani berbicara mengenai hubungan harmonis RI dan Rusia yang terbangun selama 70 tahun.

NEWS | 6 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Daftar Korban Meninggal Kanjuruhan


# Jilat Kue HUT TNI


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kasus KDRT, Komnas Perempuan Tidak Lakukan Pendampingan kepada Lesti Kejora

Kasus KDRT, Komnas Perempuan Tidak Lakukan Pendampingan kepada Lesti Kejora

NEWS | 18 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings