Korsel: Korut Coba Meretas Pfizer untuk Info Vaksin Covid-19
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Korsel: Korut Coba Meretas Pfizer untuk Info Vaksin Covid-19

Selasa, 16 Februari 2021 | 20:47 WIB
Oleh : Grace Eldora Sinaga / YUD

Seoul, Beritasatu.com - Peretas Korea Utara (Korut) mencoba membobol sistem komputer raksasa farmasi Pfizer untuk mencari informasi tentang vaksin virus corona dan teknologi pengobatan. Laporan ini disampaikan agen mata-mata Korea Selatan (Korsel) pada Selasa (16/2/2021).

Korut yang miskin dan bersenjata nuklir telah berada di bawah isolasi sejak menutup perbatasannya Januari tahun lalu. Pemerintah Korut mencoba melindungi diri dari virus yang pertama kali muncul di negara tetangga, Tiongkok, menyebar ke seluruh dunia dan membunuh lebih dari dua juta orang.

Pemimpin Korut Kim Jong-Un telah berulang kali menegaskan negaranya tidak memiliki kasus virus corona, meskipun para ahli meragukan klaim tersebut.

Laporan tersebut telah menambah tekanan pada perekonomian negara yang terhuyung-huyung dari sanksi internasional, dijatuhkan atas sistem persenjataannya yang dilarang. Hal ini meningkatkan urgensi bagi pemerintah Korut untuk menemukan cara menangani penyakit tersebut.

“(Badan Intelijen Nasional (NIS) Korsel) memberi tahu kami Korea Utara mencoba memperoleh teknologi yang melibatkan vaksin Covid-19 dan pengobatan dengan menggunakan perang dunia maya untuk meretas Pfizer,” kata anggota parlemen Ha Tae-keung kepada wartawan, setelah sidang parlemen di balik pintu tertutup, Selasa (16/2/2021).

Korut dikenal mengoperasikan pasukan ribuan peretas terlatih yang telah menyerang perusahaan, institusi, maupun peneliti di Korsel dan di tempat lain.

Vaksin virus corona yang dibuat Pfizer, yang dikembangkan bersama dengan BioNTech Jerman, mulai mendapat persetujuan dari otoritas akhir tahun lalu.

Vaksin tersebut didasarkan pada teknologi yang menggunakan versi sintetis dari molekul yang disebut messenger RNA, untuk meretas sel manusia dan secara efektif mengubahnya menjadi pabrik pembuat vaksin.

Pfizer mengatakan akan berpotensi memberikan hingga 2 miliar dosis pada 2021.

Kantor perusahaan tersebut di Korsel tidak segera menanggapi permintaan komentar dari AFP.

Baik Pfizer dan BioNTech mengatakan pada Desember 2020, dokumen yang berkaitan dengan vaksin milik mereka telah diakses secara tidak sah selama serangan siber pada server di European Medicines Agency (EMA), regulator obat Uni Eropa (UE).

Komentar itu muncul setelah EMA yang berbasis di Amsterdam mengatakan telah menjadi korban serangan peretasan, tanpa menyampaikan detil kapan itu terjadi atau apakah pekerjaannya pada Covid-19 menjadi sasaran.

Perampokan Siber
Tuduhan itu muncul hanya seminggu setelah laporan rahasia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dilihat AFP, mengatakan pemerintah Korut telah mencuri lebih banyak dari US$ 300 juta mata uang kripto melalui serangan siber dalam beberapa bulan terakhir untuk mendukung program senjatanya.

Lembaga keuangan dan bursa diretas untuk menghasilkan pendapatan bagi pengembangan nuklir dan rudal Korut, kata dokumen itu, dengan sebagian besar hasil datang dari dua pencurian tahun lalu.

Kemampuan perang siber Korut pertama kali menjadi terkenal secara global pada 2014, ketika dituduh melakukan peretasan ke Sony Pictures Entertainment sebagai balas dendam untuk "The Interview", film satir yang mengejek pemimpin Kim.

Serangan itu mengakibatkan beberapa film yang belum dirilis diunggah ke publik, beserta banyak harta dokumen rahasia daring.

Pemerintah Korut juga dituduh melakukan pencurian besar-besaran senilai US$ 81 juta dari Bank Sentral Bangladesh, juga pencurian US$ 60 juta dari Bank Internasional Timur Jauh Taiwan.

Peretas Korut disalahkan atas serangan siber ransomware global WannaCry 2017, yang menginfeksi sebanyak 300.000 komputer di 150 negara, mengenkripsi file pengguna, dan menuntut ratusan dolar dari pemiliknya untuk mendapatkan kunci mendapatkan kembali dokumennya.

Sebaliknya pemerintah Korut membantah tuduhan itu, mengatakan itu tidak ada hubungannya dengan serangan dunia maya.

Pembicaraan nuklir antara pemerintah Korut dan Amerika Serikat (AS) telah terhenti sejak pertemuan puncak antara Kim dan presiden saat itu Donald Trump pada Februari 2019. Pembicaraan putus karena keringanan sanksi dari AS dan apa yang akan bersedia diberikan Korut sebagai balasannya.

Pemerintah Korut memamerkan sejumlah rudal baru di parade militer pada Oktober 2020 dan bulan lalu, ketika Kim berjanji untuk memperkuat persenjataan nuklirnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: AFP


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Multipolar Technology Tawarkan Jaminan Ketersediaan Data di HCI dengan Nutanix Mine

Jaminan ketersediaan data dalam perusahaan sangatlah penting agar operasional bisnis dapat berjalan lancar.

DIGITAL | 16 Februari 2021

Upgrade Kualitas Jaringan, Telkomsel Gandeng Huawei

Melalui kolaborasi ini, Telkomsel dan Huawei berhasil mengatasi kendala terkait jangkauan jaringan yang lemah akibat penggunaan sistem indoor tradisional.

DIGITAL | 16 Februari 2021

Data: Ini Media Sosial Paling Populer di Indonesia 2020-2021

YouTube masih menjadi media sosial terpopuler di Tanah Air.

DIGITAL | 15 Februari 2021

Pendiri Huawei Tegaskan Siap Transfer Teknologi 5G

Ren Zhengfei menegaskan, Huawei tetap terbuka dan transparan dalam hal transfer teknologi 5G kepada negara atau pihak yang membutuhkan teknologi 5G.

DIGITAL | 15 Februari 2021

Optimasi Jaringan, XL Axiata Adopsi Layanan Cognitive Software Ericsson

Melalui kolaborasi ini, XL akan memanfaatkan Ericsson Cognitive Software berbasis kecerdasan buatan (AI).

DIGITAL | 15 Februari 2021

Adopsi Hybrid Cloud Diprediksi Tumbuh 47% dalam 3 Tahun Kedepan

IBM memperkenalkan Hybryd Cloud Build Team untuk mendukung migrasi dan modernisasi produk, layanan, dan berbagai penawaran lainnya dari ekosistem mitra.

DIGITAL | 15 Februari 2021

Tantang Twitter, Koo Mengemban Misi Kemandirian

Sebagai penantang baru di kategori mikroblogging, Koo mengemban misi penting yakni kemandirian bangsa India.

DIGITAL | 14 Februari 2021

Aplikasi Infina Bantu Hubungkan UMKM dengan Influencer

Sampai dengan awal tahun 2021, setidaknya ada 8.000 influencer jenis nano dan mikro yang sudah bergabung dengan aplikasi Infina.

DIGITAL | 14 Februari 2021

Koo, Ini Dia Si Penantang Twitter

Koo, demikian nama aplikasi mikroblogging baru, akan menantang dominasi global Twitter

DIGITAL | 14 Februari 2021

Ini Cara Menyembunyikan Chat di WhatsApp

Anda bisa menyembunyikan chat dengan menggunakan fitur Archive dari WhatsApp.

DIGITAL | 14 Februari 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS