XDR, Teknologi Keamanan Siber Baru Saat WFH
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

XDR, Teknologi Keamanan Siber Baru Saat WFH

Kamis, 24 Juni 2021 | 23:15 WIB
Oleh : Happy Amanda Amalia / PYA

Jakarta, Beritasatu.com – McAfee Corp mengatakan bahwa di berbagai belahan dunia, serangan terhadap layanan cloud dan teknologi kolaborasi mengalami peningkatan signifikan sebesar 630%. Penyebabnya adalah kembalinya masyarakat untuk bekerja secara remote/jarak jauh, dan menerapkan Work From Home (WFH). Berbagai perusahaan pun memaksa diri untuk bertransformasi digital dan menerapkan sistem kerja yang lebih fleksibel.

Teknologi eXtended Detection & Response (XDR) muncul sebagai jawaban atas berbagai tantangan yang dijumpai oleh perusahaan dan bisnis di masa pandemi Covid-19. Inovasi ini sudah muncul sejak akhir 2020, tapi mulai memuncak kepopulerannya karena dianggap sebagai sistem yang bisa menyatukan seluruh permukaan yang rentan terhadap ancaman keamanan siber, mulai dari web, cloud, data, jaringan dan banyak lagi, ke dalam satu kendali sehingga operasional keamanan dalam perusahaan bisa lebih efisien dan produktif.

Perbedaan mendasar XDR dengan sistem keamanan lama SIEM (Security Information and Event Management) adalah tampilan single panel atau panel tunggal, yang menyerupai dasbor, sehingga personil keamanan bisa melihat semua hal yang terjadi dalam on-premis ataupun juga dalam cloud secara mudah dan terpadu, dan bisa dilakukan dari mana saja, sehingga optimal untuk situasi kerja remote seperti sekarang ini. XDR sendiri bergantung pada kompleksitas dari sistem keamanan yang sudah ada sebelumnya dalam perusahaan, tapi kelebihannya adalah bisa mengumpulkan dan mengkorelasikan data dari berbagai produk sistem keamanan siber yang berbeda-beda.

“Kebutuhan akan XDR sangat bergantung pada jenis, skala dan kompleksitas perusahaan. Jika perusahaan tersebut belum membutuhkan pengawasan terhadap keamanan endpoint, lebih baik mulai membangun keamanan siber mendasar terlebih dahulu. Tapi jika bisnis sudah semakin berkembang dan kompleks, penggunaan XDR jelas memberikan berbagai keuntungan dan mengurangi kompleksitas,” ujar Managing Director Asia McAfee, Jonathan Tan dalam siaran pers, Kamis (24/6).

Tan menambahkan, sangat baik untuk mulai mempertimbangkan penggunaan XDR sejak dini agar operasional keamanan dalam perusahaan tidak kewalahan menghadapi jumlah dan jenis ancaman siber yang akan semakin beragam di masa yang akan datang, terutama jika skala bisnis nantinya sudah semakin besar dan kompleks.

Data IDC memperlihakan, sejak awal pandemi, penggunaan cloud meningkat sebesar 40%. Alhasil, banyak celah keamanan yang timbul dari penggunaan layanan cloud dan teknologi kolaborasi, seperti Microsoft 365, Webex, Zoom, Teams ataupun Slack. Beberapa insiden keamanan yang terjadi di Indonesia antara lain peretasan akun dan penyebaran situs penipuan di Bali, sampai dengan kebocoran data penduduk dari lembaga pemerintah.

Melihat perkembangan situasi dan kondisi bisnis saat ini, serta berbagai ancaman yang muncul, semua pihak pun mulai mengambil tindakan. Pada Juni, pemerintah baru saja membentuk Computer Security Incident Response Team di bawah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), yang diharapkan dapat memperkokoh pondasi sistem keamanan informasi dalam organisasi, terutama organisasi pemerintahan.

Para pelaku industri dan bisnis juga mulai memikirkan apa yang bisa dilakukan di sisi perusahaan agar proses bisnis mereka tidak terganggu oleh ancaman-ancaman keamanan siber.

Banyak perusahaan, terutama bisnis kecil dan menengah yang kesulitan dalam membangun sistem keamanan memadai karena beberapa hal, antara lain keyakinan bahwa diperlukan tim yang berjumlah banyak dan memiliki keahlian tinggi untuk menjaga keamanan siber, akan dibutuhkannya banyak jenis solusi keamanan IT yang berbeda dan penerapannya yang kompleks. Bagi perusahaan yang sudah memiliki tim keamanan siber, mereka kebingungan dalam mengolah sumber data yang berbeda-beda, sebagaimana ditunjukkan oleh studi yang dilakukan oleh ESG (Enterprise Strategy Group).

ESG menemukan bahwa lebih dari 75% perusahaan yang disurvei dalam masa pandemi ini merasa kesulitan menangani berbagai data yang berbeda sumber untuk mencari dan mencegah serangan keamanan siber.

Dari sisi sumber daya, survei tersebut menemukan bahwa 75% dari perusahaan tidak mampu merekrut ataupun menemukan orang-orang yang memiliki keahlian operasional dan analisis keamanan yang memadai.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Rahasia Gojek Mengelola Data di Industri Digital

Gojek sebagai perusahaan teknologi asal Indonesia menilai data adalah sesuatu yang penting, terutama data pribadi.

DIGITAL | 24 Juni 2021

Penting, Pembentukan Badan Otoritas Pengawas Perlindungan Data Pribadi

Pembentukan badan otoritas pengawas perlindungan data pribadi dinilai penting.

DIGITAL | 24 Juni 2021

Amankan Komunikasi PON XX Papua, Menkominfo Siapkan Cadangan Telekomunikasi

Kementerian Kominfo akan menyiapkan backup jaringan telekomunikasi untuk mendukung kebutuhan panitia penyelenggara hingga atlet dan ofisial.

DIGITAL | 24 Juni 2021

Jack Lapian Apresiasi SKB Pedoman Implementasi UU ITE

Jack Boyd Lapian mengapresiasi Surat Keputusan Bersama (SKB) Pedoman Kriteria Implementasi Undang-Undang (UU) ITE.

DIGITAL | 24 Juni 2021

Menkominfo Dukung Upaya Penegakan UU ITE

Menteri Johnny mengharapkan adanya pedoman implementasi dapat memberikan dukungan terhadap penegakan Undang-Undang Informasi dan Transkasi Elektronik.

DIGITAL | 24 Juni 2021

Centang Biru di Instagram, Seberapa Penting dan Perlu?

Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan centang biru di akun Instagram.

DIGITAL | 24 Juni 2021

KolaWork Bantu Profesional Akselerasi Transformasi Digital

Saat ini KolaWork.com tersedia dalam penyimpanan berbasis awan (cloud) yang dapat dipakai gratis oleh siapapun.

DIGITAL | 23 Juni 2021

Menparekraf: Data Lokasi dan Analisa Big Data Kunci Hadapi Covid-19

Menurut Menparekraf menyatakan bahwa location intelligence dan big data analytics penting dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan memulihkan perekonomian.

DIGITAL | 23 Juni 2021

Simak Prospek Kerja Lulusan Teknologi Komputer, Apa Saja?

Prospek kerja teknologi komputer sangat beragam antara lain android programer.

DIGITAL | 23 Juni 2021

Pengguna Gorrywell Bisa Konsultasi Kesehatan Lewat Fitur Wellness Coach

Dengan fitur GorryWell para pengguna bisa langsung berkonsultasi dengan para Wellness Coach terdiri dari ahli gizi, personal trainer dan psikolog.

DIGITAL | 23 Juni 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS