Hindari Malware Pegasus, Pakar Sarankan Presiden Jokowi Tak Gunakan WhatsApp
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Hindari Malware Pegasus, Pakar Sarankan Presiden Jokowi Tak Gunakan WhatsApp

Sabtu, 24 Juli 2021 | 21:12 WIB
Oleh : YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Pakar keamanan siber Doktor Pratama Persadha menyarankan agar Presiden Joko Widodo dan pejabat negara tidak memakai WhatsApp (WA) untuk menghindari Pegasus. Pratama Persadha melalui keterangan tertulis, Sabtu (24/7/2021), menjelaskan bahwa Pegasus merupakan malware berbahaya yang bisa masuk ke gawai seseorang dan melakukan kegiatan surveillance atau mata-mata.

Menurut Pratama, Pegasus sebenarnya merupakan sebuah trojanyang begitu masuk ke dalam sistem target dapat membuka "pintu" bagi penyerang untuk dapat mengambil informasi yang berada di target.

"Lebih spesifik boleh dikatakan bahwa Pegasus merupakan sebuah perangkat pengintai (spyware)," kata Ketua Lembaga Riset Siber Indonesia Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) ini.

Pratama mengemukakan hal itu terkait dengan Pegasus yang ramai menjadi perbincangan setelah laporan Amnesty Internasional menyebutkan ada sejumlah presiden, perdana menteri, dan raja yang menjadi target dari malware buatan NSO, perusahaan teknologi Israel. Salah satu yang menjadi perhatian internasional, kata dia, adalah info bahwa salah satu yang menjadi korban Pegasus adalah Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Laporan dari Amnesty International dan Citizen Lab menyusul dugaan kebocoran data pada 50.000 target potensial alat mata-mata Pegasus NSO, termasuk di dalamnya adalah 10 perdana menteri, tiga presiden, dan seorang raja menjadi target Pegasus. Sebelumnya, kata Pratama yang juga dosen pascasarjana pada Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), ramai diberitakan bahwa Jamal Kashogi, jurnalis Saudi, yang meninggal dunia juga menjadi target Pegasus.

Dijelaskan pula bahwa malware seperti ini banyak juga dijual bebas di pasaran, bahkan ada beberapa yang bisa didapatkan dengan gratis. Namun, yang membedakan adalah teknik atau metode yang digunakan agar malware tersebut untuk dapat menginfeksi korban.

"Selain itu, teknik untuk menyembunyikan diri agar tidak dapat terdeteksi oleh antivirus maupun peralatan security dan juga teknik agar tidak dapat di-tracking," katanya.

Saat ini, kata dia, sangat sulit untuk menghindari kemungkinan serangan malware. Pegasus sendiri hanya membutuhkan nomor telepon target. Ponsel bisa jadi terhindar dari Pegasus jika nomor yang digunakan tak diketahui oleh orang lain.

Teknik yang digunakan oleh Pegasus ini, menurut Pratama, biasa disebut dengan remote exploit dengan menggunakan zero day attack atau suatu metode serangan yang memanfaatkan lubang keamanan yang tidak diketahui bahkan oleh si pembuat sistem sendiri.

"Serangan ini biasanya sangat sulit terdeteksi oleh perangkat keamanan walaupun ter-update. Hal ini yang membuat Pegasus ini sangat berbahaya," kata pria kelahiran Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah ini.

Bila menilik malware Pegasus, kata Pratama, cukup dengan panggilan WA, ponsel penerima sudah terinfeksi. Bahkan, tanpa harus menerima panggilannya. Dengan metode yang sama dan mengirimkan file lewat WA juga bisa menyebabkan peretasan.

Dikemukakan pula bahwa tidak hanya aplikasi WA yang bisa dimonitor, tetapi semua aplikasi yang terinstal di dalam smartphone tersebut. Lebih jauh lagi Pegasus dapat mengumpulkan semua data ponsel. Jika malware berhasil ditanamkan, menurut Pratama, data dari ponsel bisa disedot dan dikirim ke server. Bahkan, yang lebih mengerikan, Pegasus bisa menyalakan kamera atau mikrofon pada ponsel untuk membuat rekaman secara rahasia.

"Prinsipnya adalah Pegasus bisa melakukan segala hal di smartphone dengan kontrol dari dashboard. Bahkan, bisa mengirim pesan, panggilan, dan perekamanan tanpa sepengetahuan pemilik HP," kata Pratama.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA


BERITA LAINNYA

Pengawas Privasi Khawatirkan Dampak Kacamata Pintar Facebook

Pengawas privasi data Irlandia telah menyatakan keprihatinannya atas kacamata pintar baru, yang diproduksi oleh Facebook dalam kemitraan dengan Ray-Ban.

DIGITAL | 18 September 2021

Litedex.io Sambut Antusias Rencana BI Gunakan Blockchain untuk Rupiah Digital

Penggunaan blockchain dalam pengembangan central bank digital currency (CBDC), akan meningkatkan efesiensi pendistribusian rupiah digital.

DIGITAL | 18 September 2021

GBG Masuk 100 Teratas IDC FinTech Rankings

Pengakuan ini merupakan bukti komitmen untuk memberikan aktivasi solusi membantu mengelola kejahatan keuangan.

DIGITAL | 18 September 2021

Yuk Cari Tahu 3 Area terbaik untuk Meletakkan Air Purifier

Dengan kombinasi filter HEPA, serta filter karbon aktif, air purifier mampu untuk menghilangkan polutan berbahaya di dalam rumah.

DIGITAL | 18 September 2021

Keamanan Digital, Menkominfo Ajak Kolaborasi Multipihak Lindungi Warganet

Pemerintah memiliki tugas untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan melindungi warganet dari konten online yang berbahaya dan negatif.

DIGITAL | 17 September 2021

Diluncurkan, Ini Harga Fantastis Ponsel Entry Level Redmi 10

Redmi 10 mulai dijual perdana pada Rabu (22/9/2021) pukul 10.00 WIB dengan harga perkenalan Rp1.999.000 (4GB+64GB) serta Rp2.399.000 (6GB+128GB).

DIGITAL | 17 September 2021

Permudah Bisnis Era Industri 4.0, Lintasarta Cloudeka Beri Solusi Komputasi Awan

Komputasi awan Lintasarta Cloudeka bisa menjadi solusi yang memberi berbagai keunggulan dan kemudahan dalam menjalankan aktivitas bisnis.

DIGITAL | 17 September 2021

Bybit Sediakan Penambangan Aset Ganda APY 180%

Dual mining atau penambangan ganda merupakan produk investasi terlindungi non-prinsipal dengan keuntungan floating atau mengambang.

DIGITAL | 16 September 2021

Platform Esports MPL Dapat Pendanaan Rp 32,8 Triliun

MPL akan meningkatkan pengembangan teknologi lokal untuk semakin mendorong pertumbuhan perusahaan di Indonesia.

DIGITAL | 16 September 2021

Ini 6 Tren Percakapan di Twitter Indonesia Selama 3 Tahun Terakhir

Terdapat enam tren percakapan di Twitter Indonesia dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

DIGITAL | 16 September 2021


TAG POPULER

# Napoleon Bonaparte


# Ali Kalora


# Ancaman Keamanan Bangsa


# Inter Milan


# Persib



TERKINI
AS Siapkan Kebijakan untuk Kurangi Jumlah Migran di Bawah Jembatan Del Rio

AS Siapkan Kebijakan untuk Kurangi Jumlah Migran di Bawah Jembatan Del Rio

DUNIA | 22 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings