5G Diproyeksi Tumbuh Optimal 5 Tahun Lagi, Ini Syaratnya
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

5G Diproyeksi Tumbuh Optimal 5 Tahun Lagi, Ini Syaratnya

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:03 WIB
Oleh : WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Sesuai pengalaman jaringan telekomunikasi seluler generasi keempat (4G) sebelumnya, 5G diperkirakan akan tumbuh optimal dalam 5 tahun ke depan. Syaratnya pengembangan infrastruktur jaringan, tersedianya spektrum frekuensi lebih besar, ekosistem bisnis, hingga penggunaan perangkat telekomunikasi yang digunakan masyarakat.

Pengamat telekomunikasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Joseph M Edward menilai pengembangan layanan teknologi 5G di Indonesia menghadapi tantangan besar mulai percepatan pembangunan infrastruktur jaringan, inovasi, hingga persoalan frekuensi. "Investasi dan ketersediaan infrastruktur menjadi hal paling mendasar, terutama terkait perluasan jaringan dan kemampuan pendanaan," kata Ketua Pusat Studi Kebijakan Industri dan Regulasi Telekomunikasi Indonesia-ITB (Pikerti-ITB) ini dalam keterangan tertulisnya Kamis (21/10/2021).

Dia mengatakan investasi jaringan menjadi penting agar 5G tidak sekedar ada, tetapi memeratakan ekonomi hingga ke wilayah terdepan, terpencil dan tertinggal (3T) di seluruh Indonesia. "5G bukan hanya sekadar besaran frekuensi yang digenggam operator telekomunikasi, tetapi kemampuan pengembangan jaringan kabel optik (fiber optik) lebih luas," kata dia.

Teknologi 5G memiliki latensi 10 kali lipat lebih rendah dari 4G yaitu di bawah 1 milidetik. Latensi yang rendah ini dapat mendukung sejumlah aktivitas seperti operasi jarak jauh, hingga kendaraan otomatis. Lantensi adalah jeda waktu yang dibutuhkan dalam pengantaran data dari pengirim ke penerima. Makin tinggi jeda waktu maka makin lambat penerima merespons perintah dari pengirim.

Menurut catatan, jaringan fiber optik di Indonesia telah mencapai 348.442 km, namun belum cukup menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Berdasarkan data ada 12.000 lebih desa/kelurahan belum terjangkau jaringan 4G, bahkan sekitar 150.000 titik layanan publik belum memiliki akses internet yang memadai.

Untuk itu menurut Edward, operator telekomunikasi harus serius mengembangkan dan memperluas jaringan 5G hingga ke pelosok Nusantara.

Ia juga menanggapi konsolidasi antara PT Indosat Ooredoo Tbk dan PT Hutchison 3 Indonesia (Tri) yang memberikan harapan bahwa merger kedua perusahaan tersebut bisa memberikan keleluasaan dalam pengembangan jaringan ke wilayah 3T. Dengan konsolidasi Indosat-Tri maka perusahaan bisa melakukan perencanaan untuk meningkatkan pembangunan serat optik yang menjadi backbone tidak hanya di Pulau Jawa, juga ke wilayah lainnya di Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

Di sisi lain, untuk menghadirkan layanan dan pemanfaatan 5G yang optimal membutuhkan banyak spektrum frekuensi. Tanpa kehadiran spektrum dengan rentang besar, maka layanan 5G akan tidak maksimal.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengakui ketersediaan spektrum frekuensi radio penting untuk mengembangkan jaringan 5G di Indonesia. Pita frekuensi yang sudah tersedia saat ini baru 2,3 GHz, yang digunakan oleh Telkomsel untuk memberikan layanan 5G komersial. Indonesia setidaknya membutuhkan spektrum frekuensi di tiga lapisan, yaitu pita 700 MHz pada lapisan bawah (low band); 2,3 GHZ dan 2,6 GHZ pada lapisan tengah (middle band); dan 3,5 GHz pada lapisan atas (high band). "Kita butuh spektrum frekuensi ini sesegera mungkin untuk memberikan 5G," kata Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kemkominfo Ismail.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Analis RHB Sekuritas, Michael Wilson Setjoadi dan Marco Antonius merger ISAT dan Hutchison 3 Indonesia diprediksi akan memberikan dampak positif, dengan aliran investasi yang akan terus mendukung sektor telekomunikasi, khususnya untuk penggelaran 5G di Indonesia.

Dengan permodalan yang lebih kuat, ISAT - Hutch juga diyakini mampu memperluas jaringan ke wilayah yang lebih luas. Kedua analis keuangan melihat bahwa ISAT-Hutchison dapat mempertahankan semua spektrum, karena bandwidth spektrum 2x45 Mhz di 700 Mhz akan menjadi spektrum 5G yang ideal untuk menyediakan akses internet nirkabel tetap di daerah pedesaan untuk mendukung agenda transformasi digital Indonesia oleh pemerintah.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Bangkitkan Ekonomi Nasional, Ini Upaya Pemerintah

Pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi salah satunya ditopang dengan optimalisasi sektor digital.

DIGITAL | 7 Desember 2021

Traveloka Gelar Turnamen Game Berhadiah Total Rp 675 Juta

Traveloka menjadi booking platform pertama di Asia Tenggara yang menggabungkan turnamen mobile game dengan kampanye program.

DIGITAL | 7 Desember 2021

Lintasarta Perluas Jangkauan Fiber Optic ke-36 Daerah

Lintasarta telah memperluas jangkauan fiber optic ke-36 daerah di Indonesia pada tahun 2021.

DIGITAL | 7 Desember 2021

Layanan TIK Trinet Tersedia di E-Katalog Nasional LKPP

Layanan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) PT Trinet Prima Solusi (Trinet) sudah tersedia di e-katalog nasional Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

DIGITAL | 7 Desember 2021

Serangan Ransomware Menarget Infrastruktur Utama Kanada

Badan intelijen Kanada melaporkan sebagian dari 235 serangan ransomware menarget infrastruktur utama Kanada.

DIGITAL | 7 Desember 2021

PostgreSQL Conference Hadirkan Para Ahli Berkelas Dunia

PGConference 2021 ini akan menghadirkan para ahli PostgreSQL dari manca negara.

DIGITAL | 7 Desember 2021

Pengembangan Teknologi Telekomunikasi, Ini Kata Menkominfo

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan untuk pengembangan teknologi telekomunikasi akan membutuhkan dukungan dan kolaborasi ekosistem. 

DIGITAL | 6 Desember 2021

Startup Keyta Tingkatkan Efisiensi Jualan Online UMKM

Aplikasi Keyta dapat melacak semua status transaksi, mencatat laporan penjualan, dan menyediakan analisa terkait kinerja bisnis UMKM.

DIGITAL | 6 Desember 2021

Transformasi Digital, Menkominfo Dorong Kadin Ambil Peran

Menkominfo Johnny G. Plate mengajak Kamar Dagang dan Industri Indonesia mengambil bagian akselerasi transformasi digital di Indonesia.

DIGITAL | 6 Desember 2021

Pemerintah Dukung Digitalisasi Ekonomi Syariah

Pemerintah menyiapkan beragam program untuk mendukung digitalisasi ekonomi syariah di Indonesia.

DIGITAL | 6 Desember 2021


TAG POPULER

# Semeru


# PPKM


# Moeldoko


# Cuaca Jakarta


# Angin Prayitno Aji



TERKINI
Kekhawatiran Omicron Redup, Harga Minyak Naik 3%

Kekhawatiran Omicron Redup, Harga Minyak Naik 3%

EKONOMI | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings