Logo BeritaSatu

Aplikasi T-Rec Bantu Perusahaan FMCG Sinergikan Tim Lapangan

Sabtu, 30 Oktober 2021 | 12:07 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Aplikasi T-Rec menjadi solusi bagi perusahaan FMCG (fast moving consumer goods) dan pelaku bisnis ritel dalam melaksanakan supervisi aktivitas harian tim lapangan dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas, validitas data dan kecepatan pelaporan, serta memperlancar proses bisnis.

CEO T-Rec Indonesia, Dagi Hendrawan, mengatakan, dalam industri FMCG dan bisnis ritel, speed atau kecepatan adalah hal utama.

"Oleh karena itu kami berkomitmen untuk membantu klien dalam menghasilkan data dengan tingkat validitas tinggi melalui proses yang cepat (real-time) sehingga perusahaan mendapatkan gambaran lebih luas mengenai kondisi yang dihadapi di lapangan saat ini agar action yang dilakukan dapat lebih tepat sasaran,” ujar Dagi Hendrawan, dalam keterangan pers, Sabtu (30/10/2021).

Dagi menjelaskan, dengan populasi lebih dari 268 Juta jiwa yang tersebar di 16.000 pulau, Indonesia merupakan pasar yang sangat menarik bagi industri FMC.

"Terlepas dari badai pandemi Covid-19 yang terjadi sejak 2020, industri FMCG merupakan salah satu sektor yang paling tahan banting karena dapat terus survive meskipun mengalami berbagai tantangan,” jelasnya.

Menurut Dagi, satu hal menarik dari industri FMCG di Indonesia adalah, dari estimasi 4,5 Juta jumlah outlet nasional, hampir 80% merupakan tipe tradisional yang di dominasi oleh toko kelontong dan warung.

Toko-toko ini tersebar di kota besar/kecil sehingga perusahaan masih memerlukan banyak bantuan dari tim lapangan (SPG/SPB, salesman, merchandiser, canvasser) untuk memastikan distribusi, ketersediaan, hingga pemajangan, pemesanan dan penjualan produknya di toko.

Masalahnya, lanjut dia, masih banyak perusahaan yang menggunakan cara klasik untuk mendokumentasikan proses kerja tim lapangan. Proses kerja non-digital seperti ini biasanya melibatkan banyak paperwork sehingga meningkatkan resiko human error dan fraud sehingga validasi data menjadi tantangan tersendiri.

"Selain itu, prosesnya tergolong lambat sehingga mengurangi efisiensi dan produktivitas kerja bagi seluruh pihak," tandasnya.

Saat bekerja di salah satu perusahaan FMCG multinasional, Dagi mengalami kesulitan saat harus me-manage ribuan tim lapangan di seluruh Indonesia. Akhirnya, tercetus konsep bagaimana mensinergikan tim lapangan dengan back office dalam satu platform. "Setelah resign dan melakukan riset dan development selama satu tahun, T-Rec diluncurkan pada bulan November 2015,” jelas Dagi.

T-Rec merupakan singkatan dari tracking and recording. Tracking (supervisi) tim lapangan dan recording (merekam) data-data saat mereka bertugas. Bergerak di ranah SaaS (software as a service) dengan aplikasi berbasis Android, T-Rec dirancang sesuai alur kerja dan dinamika FMCG di Indonesia.

"Dengan proses kerja yang gak pake ribet dan modul-modul yang user-friendly, aplikasi ini sangat mudah digunakan sesuai kondisi di lapangan,” kata Dagi.

T-Rec juga dilengkapi dengan teknologi geo-location akurasi tinggi, anti fake-GPS dan fitur proximity lock untuk validasi lokasi tim dan pengambilan data saat di outlet. Aplikasi ini menjadi solusi bagi perusahaan FMCG dan pelaku bisnis ritel dalam melaksanakan supervisi aktivitas harian tim lapangan dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas, validitas data dan kecepatan pelaporan.

Dagi menuturkan, untuk melayani kebutuhan klien korporasi akan analisa data yang lebih kompleks dan mendalam, saat ini telah tersedia advanced dashboard yang dilengkapi dengan machine learning.

Hal ini sejalan dengan arah perkembangan T-Rec sebagai platform penyedia data analytics yang andal, terkini, dan komprehensif untuk membantu manajemen dalam merumuskan keputusan bisnis baik taktis maupun strategis.

Hingga bulan Oktober 2021, Dagi Hendrawan menyatakan, T-Rec telah melayani ribuan user di 90 kota dan 34 provinsi baik dari perusahaan lokal maupun multinasional, dengan berbagai macam merek dan kategori produk yang tersebar di 800.000 outlet seluruh Indonesia.

"Dengan mulai terkendalinya penanganan pandemi Covid-19 dan kembali menggeliatnya sektor FMCG, jumlah user maupun klien yang bergabung diperkirakan akan lebih meningkat dari tahun sebelumnya," imbuhnya.

Dagi Hendrawan mengungkapkan, T-Rec akan terus berbenah dalam melakukan pengembangan, mulai dari penambahan fitur, efisiensi workflow, UI/UX, pembenahan infrastruktur, hingga peningkatan kemampuan dashboard untuk analisa big data melalui teknologi artificial intelligence.

Selain itu, dia berharap dapat berkolaborasi dengan platform lain seperti HRIS/payroll, image recognition, atau distributor management system (DMS), supaya dapat lebih melengkapi solusi yang ditawarkan dalam T-Rec Retail Solution and Beyond.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tragedi Kanjuruhan, PSSI Hentikan Liga 1 Selama Sepekan

Buntut tragedi Kanjuruhan, PSSI memutuskan untuk menghentikan BRI Liga 1 2022/2023 selama satu pekan dan melarang Arema FC menjadi tuan rumah.

NEWS | 2 Oktober 2022

Korban Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan Dikabarkan Bertambah Jadi 62 Orang

Korban tewas dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya dikabarkan bertambah menjadi 62 orang. 

NEWS | 2 Oktober 2022

Arema FC Akan Dilarang Jadi Tuan Rumah di Sisa Musim Liga 1

Komisi Disiplin PSSI menegaskan bahwa Arema FC bisa terkena sanksi tidak dapat menjadi tuan rumah di sisa laga BRI Liga 1 2022/2023.

NEWS | 2 Oktober 2022

Video: Gas Air Mata Bikin Massa di Kanjuruhan Panik

Insiden tragis pasca pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya, Sabtu (1/10/2022) diduga disebabkan karena penggunaan gas air mata di Kanjuruhan.

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Ini Video Ribuan Suporter Merangsek Masuk Lapangan

Beredar video yang menunjukkan suporter merangsek masuk lapangan usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan.

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan: Aturan FIFA, Gas Air Mata Terlarang

Insiden tragis pasca pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) diduga disebabkan karena penggunaan gas air mata.

NEWS | 2 Oktober 2022

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, PSSI: Arema Bisa Kena Sanksi Keras

Kerusuhan terjadi di Stadion Kanjuruhan setelah laga BRI Liga 1 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya, Sabtu, 1 Oktober 2022.

NEWS | 2 Oktober 2022

Persebaya Berduka atas Korban Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Persebaya Surabaya menyampaikan duka cita atas jatuhnya korban jiwa dalam kerusuhan usai laga melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi di Kanjuruhan, PSSI Segera Investigasi

PSSI segera melakukan investigasi terkait kerusuhan yang berujung tragedi di dalam Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022).

NEWS | 2 Oktober 2022

Gas Air Mata Dituding Penyebab Jatuhnya Korban di Kanjuruhan

Insiden tragis pasca pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dipandang karena tembakan gas air mata di dalam Stadion Kanjuruhan.

NEWS | 2 Oktober 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kepemilikan Satwa Liar, KLHK Minta Masyarakat Miliki Izin

Kepemilikan Satwa Liar, KLHK Minta Masyarakat Miliki Izin

NEWS | 23 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings