Indonesia Hadir di Pekan Televisi ASEAN-Tiongkok
Jakarta, Beritasatu.com - Media televisi di negara-negara ASEAN dan Tiongkok dinilai telah memainkan peran penting dalam mempromosikan pembicaraan dan kerja sama yang saling bersahabat antara kedua belah pihak.
Hal tersebut menjadi benang merah pembukaan Pekan Televisi ASEAN-Tiongkok ke-3 dan workshop media televisi Pemuda ASEAN-Tiongkok yang disponsori oleh Kementerian Administrasi Radio dan Televisi Tiongkok, Kementerian Informasi Laos dan Pemerintahan Rakyat Daerah Otonomi Guangxi. Pekan Televisi ASEAN-Tiongkok tahun ini mengambil tema "Saling Membantu, Konvergensi dan Inovasi".
Pada saat yang bersamaan, Wakil Kepala Departemen Publisitas Komite Pusat dan Menteri Administrasi Radio dan Televisi Nasional Tiongkok Nie Chenxi, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Gerald Plate, Wakil Menteri Kementerian Informasi Kebudayaan dan Pariwisata Laos Ounethouang Khaophanh, Duta Besar Misi Republik Rakyat Tiongkok untuk ASEAN Deng Xijun, dan Menteri Informasi Myanmar U Maung Maung Ohn, memberikan pidato lewat video.
Dalam video pidato pembukaanya, Nie Chenxi menekankan, Pekan Televisi ASEAN-Tiongkok telah menjadi suatu landasan penting untuk berinterkoneksi, interoperasi dan sarana saling mempelajari kedua sisi di sektor media televisi.
"Saat ini, Tiongkok dan ASEAN telah sukses bekerja sama di berbagai bidang seperti kebijakan komunikasi, program antar penyiaran, produksi konten, pelatihan pertelevisian, pertukaran pemuda, pertukaran teknis dan pengembangan industri," ujar Nie Chenxi dalam keterangan persnya, Rabu (3/11/2021).
Acara pembukaan ini juga dihadiri secara langsung oleh anggota dari Komite Tetap dan Kepala Departemen Publisitas Daerah Otonomi Guangxi Fan Xiaoli, delegasi diplomat negara-negara ASEAN di Tiongkok, termasuk perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing.
"Televisi memainkan peran penting dan mempunyai tanggung jawab sebagai jembatan komunikasi, penyebaran kisah tentang hubungan yang bersahabat, mendukung kerja sama pragmatis dan berkontribusi lebih kuat lagi dalam membuat komunitas ASEAN-Tiongkok menatap masa depan," tegas Fan Xiaoli.
Sebagai rangkaian kegiatan Pekan Televisi ASEAN-Tiongkok diadakan simposium komunikasi audio-visual yang dihadiri oleh para pelaku usaha media pertelevisian negara ASEAN-Tiongkok.
Pada simposium ini, Indonesia diwakili oleh CEO Nanyang Bridge Media, Gandhi Priambodo, yang mendapat kesempatan memberikan pidato paparan perkembangan industri pertelevisian di Indonesia dan juga kesempatan kerja sama pertelevisian antara Indonesia dengan Tiongkok.
"Media televisi adalah sarana paling tepat untuk menginformasikan dan mengenalkan budaya dan kemajuan suatu bangsa pada masarakat bangsa lain. Televisi bisa menjadi penjembatan hubungan people to people antar bangsa, khususnya negara Indonesia dan Tiongkok, terlebih dengan banyaknya program-program dokumenter TV Indonesia saat ini yang berkualitas dan dapat disukai oleh masyarakat Tiongkok," kata Gandhi Priambodo.
Seperti diketahui, Nanyang Bridge Media adalah satu-satunya perusahaan Indonesia di Tiongkok yang melakukan kegiatan usaha mempromosikan Indonesia lewat program televisi dan film.
Sumber: BeritaSatu.com
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI
Soal Maju Jadi Cawapres, Khofifah Belum Dapat Lampu Hijau dari PBNU
Wisata Taman Rekreasi Pesawat, Nikmati Detik-Detik Pesawat Terbang dan Kuliner Seru
Hasil Arsenal vs Man City: Dramatis, Meriam London Juara Community Shield Lewat Adu Penalti
Hasil Man Utd vs Athletic Bilbao 1-1: Pellistri Selamatkan Setan Merah dari Kekalahan
B-FILES
Urgensi Mitigasi Risiko Penyelenggara Pemilu 2024
Zaenal Abidin
Identitas Indonesia
Yanto Bashri
Jokowi Apa Kehendakmu?
Guntur Soekarno
Hasil Arsenal vs Man City: Dramatis, Meriam London Juara Community Shield Lewat Adu Penalti




