Sekelumit Sejarah Negara Tiongkok yang Menarik untuk Diketahui
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Sekelumit Sejarah Negara Tiongkok yang Menarik untuk Diketahui

Minggu, 27 Juni 2021 | 03:54 WIB
Oleh : B1

Jakarta, Beritasatu.com - Tiongkok merupakan salah satu negara yang memiliki peradaban tertua yang berkelanjutan di dunia. Tiongkok juga memiliki banyak banyak dinasti yang kuat dan sangat berdampak pada sejarah global. Yuk, simak beberapa hal yang harus Anda ketahui tentang salah tiga dinasti terbesar di Tiongkok ini!

Dinasti Han
Dinasti Han memerintah Tiongkok selama empat abad, sejak 206 SM sampai 220M. Dinasti ini mampu mempertahankan birokrasi dan militernya melalui sistem perpajakan yang lebih efisien. Selain itu, Dinasti Han juga menciptakan monopoli besi dan garam untuk mendapatkan lebih banyak pendapatan. Hingga tahun 2014, Tiongkok masih mendapatkan keuntungan dari monopoli ini.

Keuntungan yang telah didapatkan Dinasti Han digunakan untuk memperluas batas-batas Tiongkok dari lembah Sungai Kuning hingga ke tempat yang kini disebut dengan Tiongkok Selatan. Tiongkok Selatan telah membawa banyak hal baik bagi negara Tiongkok, karena Tiongkok Selatan mendukung populasi melalui pertanian padi, perkembangan sosio-politik Tiongkok pun juga makin membaik berkatnya,

Meski begitu, Tiongkok memiliki masalah yang tidak kunjung selesai, yaitu para nomaden yang berada di utara. Pelecehan dan serangan yang terus dilontarkan oleh mereka menjadi awal dari pembangunan Tembok Besar Tiongkok selama Dinasti Qin.

Sedangkan saat Dinasti Han, Tiongkok berusaha mengepung musuh-musuhnya yang menyebabkan ekspedisi ke barat menuju Xinjiang dan Asia Tengah saat ini. Proses ini dianggap membuka wawasan mereka mengenai peradaban lain. Masyarakat Tionghoa merasa terkejut dengan perkembangan ini, karena sampai saat itu, mereka mengira hanya merekalah masyarakat negara. Selama waktu ini, mereka pun sadar akan peradaban India, Baktria, Sogdiana, Persia, dan lainnya yang akhirnya merangsang pengembangan rute perdangangan yang akhirnya disebut dengan Jalan Sutra.

Untuk mengontrol rute perdagangan dan mengalahkan musuh-musuh, pasukan Tiongkok menduduki beberapa daerah Xinjiang selama beberapa dekade dan membuat mereka mampu memproyeksikan pengaruhnya ke barat.

Dinasti Tang
Setelah Dinasti Han mengalami keruntuhan akibat perang saudara, Tiongkok mengalami perpecahan hingga akhirnya dipersatukan kembali oleh Dinasti Sui, yang kemudian digantikan oleh Dinasti Tang. Dinasti Tang memerintah Tiongkok selama 610M hingga 907M. Pada saat Dinasti Tang ini lah, Tiongkok menjadi sangat kuat dan dianggap sebagai zaman keemasan kekaisaran Tiongkok.

Karena populasi yang sangat banyak, sekitar 80 juta orang, Dinasti Tang bisa menjadi mendominasi ke tetangganya. Di periode ini, Tiongkok kerap memperluas wilayah laut timur dan selatannya, menggabungkan wilayah-wilayah di Manchuria dan Vietnam. Negara-negara lain pun ikut berkembang di bawah pengaruh Tiongkok, contohnya adalah Korea, Jepang, dan Tibet.

Dinasti Tang memiliki militer yang luar biasa kuat karena mereka telah belajar untuk berperang dalam banyak hal. Lalu, Tang juga kerap mengimpor dan membiakkan berbagai macan ras kuda karena mereka sangat menyukai kuda, meskipun sebenarnya hal ini jarang terjadi di Tiongkok. Selain itu, Tang mempromosikan dan menunjuk jenderal-jenderal Asia Tengah yang berbakat, pun nantinya mereka menyesali perbuatan mereka yang satu ini.

Tang mencengram Xinjiang sangat kuat di masa ini. Garnisun didirikan di wilayah barat, di wilayah di mana perkembangan terjadi dengan pesat untuk mendominasi seluruh Asia Tengah hingga ke perbatasan Kekaisaran Persia. Orang-orang Arab pun mengalahkan orang Tiongkok dalam pertempuran Talas. Tampaknya, masa depan Asia Tengah selalu bersama Tiongkok.

Dinasti Tang tidak pernah pulih dari pemberontakan salah satu jenderalnya yang berasal dari Asia Tengah, An Lushan. Ia memberontak dan menyebut dirinya sebagai kaisar. Akibatnya, setengah dari kekaisaran itu pun tewas akibat dari pemberontakan ini, yang pada akhirnya menyebabkan kelaparan dan penyakit. Namun, Dinasti Tang sempat berhasil bangkit meski sangat sulit karena dibantu Tibet dan Turki. Sayangnya, dinasti ini tetap runtuh pada akhirnya.

Dinasti Qing
Setelah Dinasti Tang runtuh, dinasti-dinasti setelahnya pun sangat lemah. Bahkan, Dinasti Ming (1368-1644) dianggap sebagai salah satu yang terburuk di Tiongkok, karena pada masa itu, Tiongkok mengalami periode kemunduran intelektual, politik, dan ekonomi. Keruntuhan dinasti ini diikuti oleh Dinasti Qing, Dinasti ini memerintah dari tahun 1644 hingga 1911.

Sayangnya, Qing acap kali disalahkan karena membiarkan sistem Tiongkok runtuh dan dipermalukan oleh Barat, padahal prestasi yang dibuat Qing ada banyak sekali di luar persoalan ini. Saat ini, Tiongkok masih mempertahankan perbatasan jauh di luar pusat tradisionalnya dan jumlah kehilangan wilayahnya pun relatif lebih sedikit dibanding kekaisaran lain.

Dinasti Qing sebenarnya tidak berasal dari Tiongkok. Mereka adalah orang-orang Manchus yang diizinkan masuk ke Tiongkok setelah mendirikan negara di Manchuria. Berbeda dengan bangsa Mongol, Qing membentuk negara bergaya Tiongkok yang abadi, mereka menanam tanaman baru dari Amerika yang akhirnya bisa membantu populasi Tiongkok menjadi tubuh hingga 400 juta.

Qing adalah dinasti di Tiongkok pertama yang bisa mengendalikan wilayah Tibet, Xinjiang, Manchuria, Mongolia secara efektif. Diplomasi ahli Qing juga menjadi bagian dari keberhasilannya. Tiongkok menjadi semakin dipandang di Asia Tenggara dan Asia Himalaya selama kekaisaran Qing. Negara lainnya, seperti Myanmar, Nepal, Lembah Chitral, dan Siam menjadi bagian dari sistem Tiongkok. Secara keseluruhan, Qing berhasil meletakkan dasar kendali Tiongkok menuju era modern sumber daya di sebagian besar Asia.

Itu tadi penjelasan singkat tentang beberapa sejarah dinasti di Tiongkok. Sebenarnya, masih ada banyak hal menarik dan informatif yang bisa dipelajari dari sejarah-sejarah Tiongkok. Apakah Anda tertarik dengan sejarah dan budaya negeri Tiongkok? Atau kah Anda sudah punya anak yang juga tertarik untuk mempelajari budaya Tiongkok? Kalau Anda ingin si kecil bisa lebih memahami budaya dan sejarah Tiongkok, Anda bisa mendaftarkan mereka untuk belajar bahasa Mandarin di LingoAce dari sekarang.

Di sana, mereka tidak hanya diajarkan tentang bagaimana mengucapkan dan menulis bahasa Mandarin, si kecil juga akan diajarkan sedikit demi sedikit tentang kebudayaan dan seperti apa orang-orang di Tiongkok karena pengajar di LingoAce itu native speaker dan kurikulum yang digunakannya pun kurikulum yang sudah terakreditasi secara global.

Tunggu apa lagi? Segera daftar kelas Mandarin di LingoAce sekarang, ada kelas free trial juga agar Anda dan si kecil bisa lihat seperti apa keseruan belajar di LingoAce!



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Pertemuan G20, Indonesia Dukung Pertanian Afrika Capai Target SDGs

Dukungan untuk Afrika melalui peningkatan kapasitas dan kapabilitas petani dalam meningkatkan produksi pertanian dapat menciptakan ketahanan pangan global.

DUNIA | 17 September 2021

PBB: KTT IKlim Glasgow Berisiko Gagal

Pertemuan kritis tentang perubahan iklim akhir tahun ini di Glasgow, Skotlandia berisiko gagal.

DUNIA | 17 September 2021

INS Akan Perkuat Jejaring Masyarakat Indonesia -Norwegia

Duta Besar RI Oslo, Todung Mulya Lubis meresmikan Indonesia - Norway Society (INS) di Wisma Duta Indonesia, Oslo, Norwegia para Rabu (15/9/2021).

DUNIA | 17 September 2021

Al Qaeda Berkumpul Lagi di Afghanistan setelah Kemenangan Taliban

Kelompok teroris Al Qaeda mungkin berkumpul kembali di Afghanistan yang dikuasai Taliban.

DUNIA | 17 September 2021

Fasilitasi Perdagangan 4 Negara, Asosiasi Benelux-Indonesia Diluncurkan

Benelux-Indonesia atau Benelux-Indonesia Association (BIA) resmi diluncurkan di KBRI Brussel, Belgia pada Rabu (15/9/2021).

DUNIA | 17 September 2021

Pandemi Covid Halangi 77 Juta Anak Bersekolah di 6 Negara

Sekolah untuk hampir 77 juta siswa di enam negara terus ditutup hampir sepenuhnya selama 18 bulan setelah pandemi Covid-19.

DUNIA | 17 September 2021

Iran Akhirnya Validasi Vaksin Covid Johnson & Johnson

Otoritas kesehatan Iran akhirnya memvalidasi vaksin Covid-19 Johnson & Johnson buatan Amerika Serikat (AS).

DUNIA | 17 September 2021

Oktober, Chile Izinkan Pelancong Asing yang Divaksinasi Covid Lengkap

Chile akan mengizinkan pelancong asing yang telah divaksinasi penuh terhadap Covid-19 untuk memasuki negara itu mulai 1 Oktober.

DUNIA | 17 September 2021

Perselisihan Internal Taliban Telah Meningkat

Gesekan atau perselisihan internal antara pragmatis dan ideolog dalam kepemimpinan Taliban telah meningkat.

DUNIA | 17 September 2021

Laos Perpanjang Karantina Nasional hingga 30 September

Pemerintah Laos telah memperpanjang karantina nasional saat ini selama 15 hari lagi untuk menahan penyebaran Covid-19 hingga 30 September.

DUNIA | 17 September 2021


TAG POPULER

# Muhammad Kece


# Vaksinasi Covid-19


# Sonny Tulung


# Ganjil Genap


# KKB



TERKINI
Maman: Beragama dan Bernegara dalam Satu Napas NKRI untuk Lawan Ideologi Transnasional

Maman: Beragama dan Bernegara dalam Satu Napas NKRI untuk Lawan Ideologi Transnasional

NASIONAL | 3 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings