Kapal "Freedom Flotilla" Sudah Masuk Wilayah Indonesia?
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

Kapal "Freedom Flotilla" Sudah Masuk Wilayah Indonesia?

Rabu, 11 September 2013 | 18:07 WIB
Oleh : Arsito Hidayatullah / B1

Jakarta - Kantor berita ABC memberitakan bahwa hari ini, Rabu (11/9), kapal pembawa rombongan aktivis pendukung "Papua Merdeka" yang dinamai "Freedom Flotilla", diperkirakan sudah akan memasuki wilayah perairan Indonesia. Hal itu sebagaimana informasi yang didapat dari aktivis pengelola pelayaran tersebut.

Seperti diketahui, kelompok beranggotakan sekitar 20 orang tersebut, diketahui memulai perjalanan mereka dari Australia pada bulan lalu. Rombongan berisikan antara lain perwakilan dari suku Aborigin, unsur pengungsi Papua (Barat), kru film, serta aktivis lainnya.

Senin (9/9) lalu, kapal kelompok ini dikabarkan sudah meninggalkan wilayah Horn Island di Selat Torres.

Departemen Luar Negeri Australia sendiri, termasuk Menlu Bob Carr, sebelumnya sudah memperingatkan bahwa mereka tidak mendukung aksi tersebut, bahkan cenderung melarangnya. Pemerintah Australia juga dipastikan tidak akan memberi bantuan khusus, seandainya anggota rombongan tersebut ditangkap dan diproses hukum oleh aparat Indonesia.

Kepada Radio Australia, Lizzy Brown, salah seorang aktivis perancang kegiatan tersebut, melalui wawancaranya dari atas kapal, mengisyarakatkan bahwa mereka berniat menuntaskan agendanya hari ini. "Hari ini kami telah memikirkan baik-baik soal langkah yang kondusif di 11 September ini, serta segala sesuatu terkait anti-terorisme," ungkapnya.

Hanya saja, belum ada kabar pasti sejauh ini, apakah kapal tersebut berikut segenap penumpangnya yang berniat menyuarakan dukungan mereka atas "Papua Merdeka", benar-benar telah memasuki wilayah Indonesia. Yang jelas, berdasarkan info di akun Twitter @flotilla2wp, sekitar pukul 14.45 WIB lalu, mereka sudah berada perbatasan laut Australia dan Papua Nugini (PNG) yang berada sekitar 50 mil (80,5 km) dari perairan Indonesia.

Aparat keamanan Indonesia sendiri, sesuai sikap tegas dari pemerintah, sebelumnya sudah memastikan akan mengambil segala tindakan yang diperlukan demi menghadapi tindak pelayaran ilegal tersebut. Meskipun di satu kesempatan, pihak TNI AL yang diwakili Lantamal X Jayapura, menyatakan tak ada langkah pengamanan khusus yang disiapkan.

Sumber: ABC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Filipina Akan Singkirkan Blok Beton Tiongkok

"Situasi ini masih dipantau, tapi ini sekarang di bawah Dewan Keamanan Nasional".

DUNIA | 11 September 2013

Demonstrasi Anti-Turki Kembali Digelar

Kerumunan orang berkumpul di kota Istanbul, Ankara, dan Hatay untuk mengecam pemerintah atas kematian seorang demonstran, Ahmet Atakan

DUNIA | 11 September 2013

Jepang Akan Dirikan Pemerintahan Administrasi di Senkaku

Sebagai tindakan merespons tindakan China dengan mengirimkan pesawat nirawak dan jet tempur di atas kepulauan Senkaku.

DUNIA | 11 September 2013

Obama: AS Tidak Bisa Memalingkan Muka dari Kekejaman Assad

Obama mengatakan alasan AS berperang adalah karena alasan keamanan nasional dan alasan moral.

DUNIA | 11 September 2013

Survei UNDP: 25% Pria Asia Lakukan Pemerkosaan

Setengah dari mereka yang mengaku pernah memperkosa mengatakan beraksi pertama kali di usia belasan.

DUNIA | 11 September 2013

Pakistan Akan Bebaskan Mantan Orang Nomor Dua Taliban

Pembebasan tawanan itu berlangsung hanya dua pekan setelah kunjungan Presiden Afghanistan Hamid Karzai ke Islamabad, Pakistan.

DUNIA | 11 September 2013

Kasus Pemerkosaan Brutal di India, 4 Pemuda Terbukti Bersalah

Ayah korban menyerukan agar empat terdakwa dihukum mati.

DUNIA | 11 September 2013

China Dukung Rencana Rusia Soal Suriah

Pasukan pemerintah Suriah terbukti meluncurkan roket hulu ledak kimia pada pagi hari yang mengerikan itu -- Human Rights Watch.

DUNIA | 10 September 2013

Presiden SBY Berharap Tony Abbott Pertahankan Kerja Sama

"Presiden tegaskan Tony Abbott dapat datang ke Bali pada KTT APEC bulan depan."

DUNIA | 10 September 2013

Wapres Kenya Disidang Kasus Kejahatan Kemanusiaan

Ruto adalah pejabat aktif pertama yang disidang di Pengadilan Pidana Internasional (ICC).

DUNIA | 10 September 2013


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS