Perbaiki Bisnis, Malaysia Airlines Disarankan Ubah Nama
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Perbaiki Bisnis, Malaysia Airlines Disarankan Ubah Nama

Senin, 28 Juli 2014 | 17:31 WIB
Oleh : B1

Maskapai penerbangan mana pun akan mengalami dampak luar biasa tragis ketika salah satu pesawat berukuran besarnya hilang dan menjadi pemberitaan besar mendunia setelah mengalami kerugian keuangan selama bertahun-tahun. Apalagi ketika satu pesawat besarnya kembali mengalami masalah dan kehilangan banyak nyawa penumpang, hanya dalam hitungan empat bulan. Kejadian-kejadian yang terjadi pada Malaysia Airlines ini menaruh maskapai penerbangan ini pada posisi krisis pemulihan citra.

Maskapai penerbangan Malaysia Airlines dinilai membutuhkan intervensi berupa pendanaan restrukturisasi sesegera mungkin, dalam upaya pemulihan setelah tragedi beruntun yang dialami penerbangan MH370 dan MH17. Demi pemulihan bisnis, para analis menyarankan maskapai tersebut untuk mengubah namanya.

Malaysia Airlines kerap diisukan mengalami masalah menahun terkait jumlah penumpang dan kerugian keuangan yang terus menggunung setelah hilangnya pesawat dengan nomor penerbangan MH370 pada bulan Maret lalu. Menghilangnya pesawat tersebut juga sekaligus meninggalkan misteri keberadaan 239 orang penumpang di dalam pesawat tersebut.

Pada tanggal 17 Juli 2014, tertembaknya pesawat dengan nomor penerbangan MH17 di atas Ukraina, menewaskan 298 orang penumpang pesawat tersebut, semakin rumit pula masalah yang dihadapi maskapai penerbangan itu.

"Kenyataan menyedihkan untuk Malaysia Airlines setelah kejadian MH17 adalah tidak adanya rencana penanganan dari pemerintah. Hari-hari yang berlalu tanpa tindakan pemulihan citra dan penanganan kejadian dari pemerintah hanya menambah parah kerusakan dan tak tertutup kemungkinan kematian maskapai ini," kata analis dari konsultan penerbangan Endau Analytics, Shukor Yusof, dikutip dari AFP, Senin (28/7).

Menurut Yusof, Malaysia Airlines mengalami kerugian sekitar US$1,06-2,13 juta per harinya. Berdasarkan perhitungannya, maskapai tersebut hanya memiliki cadangan dana untuk bisa tetap bertahan selama enam bulan ke depan bila tidak ada langkah-langkah restrukturisasi yang baik dan benar.

Direktur Komersial Malaysia Airlines, Hugh Dunleavy dalam tulisannya di surat kabar Inggris, Sunday Telegraph menyampaikan optimismenya terkait kebangkitan perusahaan yang diwakilinya. "Kami pada akhirnya akan melewati tragedi ini dan muncul lebih kuat. Ada beragam pilihan untuk memperbaiki masalah yang tengah kami hadapi. Kesemuanya ditujukan untuk membangun maskapai yang baik dan sehat, yang merupakan era baru bagi kami dan maskapai lain," tulis Dunleavy.

Ditambahkan Dunleavy, dengan bantuan dan dukungan tanpa batas dari pemerintah Malysia, pihaknya yakin akan mampu bangkit dari keterpurukan, dengan bentuk apa pun di masa depan.

Dalam industri perdagangan, baik produk maupun jasa, pengelolaan citra adalah hal yang penting untuk menciptakan reputasi hingga menarik kepercayaan dari (calon) pelanggan hingga kemudian menjadi langganan. Citra Malaysia Airlines saat ini sedang terpuruk, terutama karena maskapai penerbangan membutuhkan kepercayaan penuh dari penumpang kepada penyedia jasa itu.

Meski kejadian yang dialami MH17 di luar kendali Malaysia Airlines, karena kelompok separatis pro-Rusia di Ukraina mengakui menembak pesawat itu dengan misil, namun jumlah penumpang untuk maskapai itu diperkirakan akan terus menurun, seperti yang terjadi setelah kejadian hilangnya MH370.

"Saya tidak akan berencana pergi ke Malaysia dalam waktu dekat. Kecuali Malaysia Airlines mulai melakukan sesuatu yang membuat orang merasa lebih nyaman untuk bepergian ke sana," kata seorang warga Tiongkok, Zhang Bing.

Dipertegas oleh Jonathan Galaviz, konsultan travel dan turisme di Amerika Serikat, persepsi masyarakat adalah kunci penting dalam industri penerbangan. "Sayangnya, saat ini masyarakat internasional akan terus mengasosiasikan Malaysia Airlines dengan beragam tragedi," kata Galaviz.

Saat ini maskapai tersebut sudah mengumumkan banyak yang mengembalikan banyak pembayaran tiket dari para penumpang yang batal menumpang maskapai tersebut. Hal itu, kata Galaviz, bisa menimbulkan kerugian hingga jutaan dolar bagi Malaysia Airlines.

Banyak analis yang menunjuk buruknya manajemen, campur tangan pemerintah, terlalu banyaknya pasukan pekerja, dan serikat pekerja yang enggan melakukan perubahan, sebagai penyebab tidak kompetitifnya maskapai ini.

Belum ada komentar dari pihak pemilik utama Malaysia Airlines terkait hal ini.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: News.com


BERITA LAINNYA

Turun ke Jalan, Biksu di Thailand Sumbangkan Makanan untuk Warga Terdampak Pandemi

Misi mereka adalah untuk menyumbangkan makanan dan kebutuhan kepada orang-orang yang rentan terkena dampak pandemi Covid-19.

DUNIA | 22 September 2021

Bertemu Menlu Saudi, Retno Minta Kebijakan Umrah untuk Indonesia Ditinjau Ulang

Menlu Retno Marsudi bertemu Menlu Arab Saudi Faisal bin Farhan untuk melobi negara itu agar meninjau ulang kebijakannya terkait ibadah umrah.

DUNIA | 22 September 2021

Liburan Musim Gugur Saat Pandemi, Pariwisata Tiongkok Raup Rp 81 T

Industri pariwisata Tiongkok meraup pendapatan sebesar 37,1 miliar yuan (Rp 81,7 triliun) dalam tiga hari libur pertengahan musim gugur.

DUNIA | 22 September 2021

Sekjen PBB Tegur Dunia Terkait Distribusi Vaksin Covid-19 yang Tak Adil

Ia menyebutkan, ketidakadilan vaksin itu sebagai hal yang vulgar dan memberi dunia nilai “F dalam Etika".

DUNIA | 22 September 2021

Sidang Umum PBB, Indonesia Berupaya Persempit Kesenjangan Vaksin Covid-19

Indonesia terus berupaya mempersempit kesenjangan distribusi vaksin Covid-19 antara negara maju dan negara berkembang.

DUNIA | 22 September 2021

Gempa M 6,0 Guncang Melbourne, Getaran Terasa di Negara Bagian Lain

Dilaporkan, gempa menyebabkan kerusakan pada bangunan di kota terbesar kedua di negara itu dan getarannya terasa ke sejumlah negara bagian terdekat.

DUNIA | 22 September 2021

DPR AS Sahkan RUU untuk Selamatkan Pemerintah dari Gagal Bayar

DPR AS, Selasa (21/9/2021), mengesahkan rancangan undang-undang yang berhasil mencegah terhentinya roda pemerintahan (shutdown).

DUNIA | 22 September 2021

Gempa M 6,0 Guncang Australia, Warga Melbourne Berlarian ke Jalan

Gempa magnitudo (M) 6,0 mengguncang dekat Melbourne di Australia pada Rabu (22/9/2021) pagi, kata Geoscience Australia

DUNIA | 22 September 2021

Biden Segera Mengumumkan "Kabar Baik" tentang Dana Iklim PBB US$ 100 Miliar

Joe Biden akan segera mengumumkan apa yang disebutnya kabar baik, untuk mengatasi kekurangan dana iklim global sebesar US$ 100 miliar.

DUNIA | 22 September 2021

Di Sidang PBB, Biden Janji Gencarkan Diplomasi Tanpa Henti

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bersumpah akan era baru “diplomasi tanpa henti” saat dunia menghadapi Covid, perubahan iklim, dan Tiongkok.

DUNIA | 22 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
IHSG Positif, Ini 5 Saham Top Gainers di Sesi I

IHSG Positif, Ini 5 Saham Top Gainers di Sesi I

EKONOMI | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings