Ini Kisah Mahasiswa Indonesia yang Berlebaran di Nagoya
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ini Kisah Mahasiswa Indonesia yang Berlebaran di Nagoya

Selasa, 29 Juli 2014 | 17:31 WIB
Oleh : Hiz / B1

Nagoya, Jepang - Musim panas atau yang disebut natsu di Jepang bisa sampai 35 derajat celcius. Dalam kondisi sepanas itu Muslim Indonesia menjalani Ramadan dengan waktu puasa lebih lama satu jam dibanding di Indonesia. Dalam keadaan seperti itu pula, mereka harus rela merayakan Lebaran jauh dari keluarga di Tanah Air.

Salah satu mahasiswa asal Indonesia, Firman, menyampaikan sudah dua kali dirinya merayakan Idul Fitri di Jepang. Tahun lalu, ia merayakannya di Sizuoka, tetapi karena melanjutkan kuliah di Universitas Nagoya, kali ini ia berlebaran di Nagoya.

"Lebaran di Nagoya ini rasanya sepi banget. Jarang ada orang Indonesia yang saya kenal," aku Firman melalui pesan Facebook, Selasa (29/7).

Tahun lalu, di Shizuoka, Firman memiliki banyak kenalan warga Indonesia, sehingga ia merasakan kecerian berlebaran di sana.

Di Nagoya, Firman bekerja arubaito (paruh waktu) di mini market Seven Eleven. Hari Lebaran yang bertepatan waktunya dengan di Indonesia pada 28 Juli kemarin, Firman berangkat dari tempatnya bekerja ke Kinjou Futo dengan menggunakan privat railway seharga 600 yen. Jarak dari Stasiun Nagoya ke Kinjou Futo menghabiskan waktu 25 menit dengan kereta.

Di Gedung Pertemuan Internasional di Kinjou Futo tempat ibadah salat Idul Fitri dilaksanakan, terdapat ribuan umat Islam, yang setengahnya berasal dari Indonesia.

"Ada ribuan umat Muslim yang menjalankan salat Idul Fitri di Nagoya. Setengahnya adalah orang Indonesia dan selebihnya berasal dari Turki, Afrika, Pakistan, India, Prancis, hingga Amerika," bebernya.

Karena lantai dua Gedung Pertemuan Internasional itu tak cukup menampung ribuan umat Islam yang melaksanakan salat, beberapa orang, termasuk Firman tak mendapatkan tempat dan memilih menunggu jemaah selesai salat, lalu bersalam-salaman sebagai salah satu ritual Lebaran.

"Tidak banyak orang yang saya kenal di sini. Jadi saya hanya menyalami orang Indonesia yang saya kenal saja. Saya jadi merasa sedikit terasing dan kesepian," kata mahasiswa Indonesia asal Padang, Sumatera Barat tersebut.

Opor Ayam Rp 200.000
Bagi kebanyakan umat Islam Indonesia merayakan Lebaran belum lengkap tanpa adanya ketupat dan opor ayam. Demikian juga dengan warga Muslim Indonesia yang berada di perantauan luar negeri, seperti Jepang. '

"Tak lengkap rasanya kalau tak makan ketupat," tambahnya sambil tertawa.

Tapi sangat disayangkan, karena belum berkeluarga, Firman mengaku harus mencari restoran Indonesia yang terletak di Sake City untuk mendapatkan santapan khas Lebaran tersebut. Bagi perantau Indonesia yang telah bekeluarga biasa membuat ketupat dan opor ayam sendiri di kediaman mereka.

"Beruntung, di restoran Indonesia yang bernama 'Sama-sama' tersebut, kami menemukan ketupat, opor ayam, sambal dan teh manis. Tetapi semuanya harus dibayar 2.000 yen atau kurang lebih setara Rp 200.000," akunya.

Apa boleh buat, demi mengobati rasa rindunya terhadap suasana Lebaran di Tanah Air, Firman pun mengatakan, membeli santapan Lebaran tersebut. Selama Lebaran, Firman mengaku tak berlibur ke mana pun selain menonton film yang sedang booming saat ini yaitu Godzilla.

Jauh dari Keluarga
Firman mengaku, cukup sulit menghubungi keluarganya yang berada di Tanah Air, pada saat Lebaran, Senin (28/7). "Jaringan telepon ke Indonesia lemah," imbuhnya.

Tapi sebelum Lebaran, ia mengatakan telah mengirimkan sebuah video ucapan Ied Mubarak kepada keluarganya di Indonesia melalui aplikasi Voip yang dibayarnya seharga 1.800 yen.

Firman hanyalah salah satu dari ratusan mahasiswa di Universitas Nagoya asal Indonesia yang merayakan Idul Fitri di Jepang. Bagi Firman, tak ada yang lebih menggembirakan selain berlebaran di negeri sendiri bersama keluarga.

"Tahun depan maunya sih Lebaran sama calon istri di Indonesia," pungkasnya.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tentara Israel Tembak Mati Empat Warga Palestina di Tepi Barat

Pasukan Israel membunuh sedikitnya empat warga Palestina saat melakukan penggeledahan di Tepi Barat.

DUNIA | 26 September 2021

PM Australia Tolak Komitmen Hapus Bahan Bakar Fosil Bertahap

Perdana Menteri Australia Scott Morrison menolak berkomitmen untuk menghapus bahan bakar fosil secara bertahap menjelang konferensi iklim besar COP26.

DUNIA | 26 September 2021

60 Juta Rakyat Jerman Tentukan Pengganti Kanselir Merkel

Sekitar 60 juta rakyat Jerman memberikan hak suara untuk menentukan pengganti Kanselir veteran Angela Merkel yang sudah berkuasa selama 16 tahun

DUNIA | 26 September 2021

Menlu Rusia: Proses Politik Afghanistan Mustahil Tanpa Taliban

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan mustahil melakukan proses politik Afghanistan tanpa melibatkan Taliban

DUNIA | 26 September 2021

Greta Thunberg Desak Politisi Jerman Segera Kendalikan Perubahan Iklim

Aktivis iklim asal Swedia, Greta Thunberg bergabung dengan demonstrasi iklim global Fridays for Future di Berlin, Jerman, Jumat (24/9/2021)

DUNIA | 26 September 2021

Hari ini, Rakyat Jerman Pilih Pengganti Merkel

Tiga kandidat bersaing untuk menjadi kanselir Jerman menggantikan Merkel yang sangat populis dan dicintai warganya.

DUNIA | 26 September 2021

Rekonstruksi Gaza Dimulai Oktober Setelah Dana Siap

Rekonstruksi Gaza akan dimulai pada Oktober setelah dijanjikan anggaran US$ 1 miliar (Rp 14,2 triliun).

DUNIA | 26 September 2021

Taliban Tidak Bisa Wakili Afghanistan di Majelis Umum PBB

Hampir dapat dipastikan bahwa para Taliban yang menguasai Afghanistan tidak akan tampil pada pertemuan para pemimpin dunia Majelis Umum PBB 2021.

DUNIA | 26 September 2021

1.600 Petugas Pemadam Perangi Kebakaran Baru di California Utara

Lebih dari 1.600 petugas pemadam memerangi kebakaran hutan baru yang menyebar cepat dan telah meluas hingga lebih dari 6.800 hektare di California, AS

DUNIA | 26 September 2021

Prancis dan Jerman Calonkan Dirjen WHO Tedros untuk Masa Jabatan Kedua

Jerman dan Prancis serta negara-negara Uni Eropa lainnya telah mencalonkan Tedros Adhanom Ghebreyesus dari Ethiopia untuk masa jabatan kedua di WHO

DUNIA | 26 September 2021


TAG POPULER

# Update Covid-19


# Literasi Perdamaian


# Rocky Gerung vs Sentul City


# Lionel Messi


# Kiwirok



TERKINI
Premier League: Arsenal Sukses Taklukkan Tottenham 3-1

Premier League: Arsenal Sukses Taklukkan Tottenham 3-1

BOLA | 1 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings