10 Tahun Terakhir, Calon Diplomat Kebanyakan Perempuan
Logo BeritaSatu

10 Tahun Terakhir, Calon Diplomat Kebanyakan Perempuan

Kamis, 2 Juli 2015 | 16:47 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / B1

Jakarta – Dalam kurun 10 tahun terakhir sejak 2005, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menerima lebih banyak calon diplomat perempuan dibandingkan laki-laki. Penyebabnya, jumlah peminat profesi diplomat beserta tingkat kelulusan dari kalangan perempuan semakin meningkat.

Direktur Sekolah Dinas Luar Negeri (Sekdilu) Kemlu, Spica Alphanya Tutuhatunewa, mengatakan para calon diplomat disaring lewat dua tes yaitu tes masuk sebagai pegawai negeri sipil (PNS) dan pendidikan khusus yang terbagi dalam tiga jenjang.

“Perbandingan gender pria dan wanita lebih banyak wanita. That's not by design, tapi memang peminat maupun tingkat kelulusannya lebih banyak wanita. Kemlu tidak pernah melihat persoalan gender, tapi itu muncul karena setidaknya dalam 10 tahun terakhir, jumlah wanita lebih banyak,” kata Spica dalam konferensi pers mingguan Kemlu di Jakarta, Kamis (2/7).

Total diplomat Kemlu sampai bulan Juni 2015 sebanyak 1.335 laki-laki dan 704 perempuan. Namun selama 10 tahun belakangan, jumlah perempuan justru lebih banyak. Setiap tahun, Kemlu menerima rata-rata 100 diplomat muda.

Spica mengatakan seorang calon diplomat dididik dalam tiga “sekolah” secara berjenjang yaitu dasar, menengah (madya), dan pimpinan. Sekolah calon diplomat tingkat dasar dinamakan Sekdilu yaitu dikhususkan bagi diplomat junior yang baru saja direkrut. Lama pendidikan di Sekdilu mencapai 6-8 bulan, sedangkan untuk sekolah diplomat madya dan pimpinan masing-masing menghabiskan waktu empat bulan.

Menurut Spica, diplomat adalah perwakilan Indonesia di luar negeri sehingga resiko profesi diplomat cukup menantang. Seorang diplomat harus siap ditempatkan dimana saja di seluruh dunia. Tidak hanya kota-kota yang high profile seperti New York, Beijing, London, atau Inggris, tetapi juga di kota-kota yang rawan konflik seperti Kabul, Tripoli, dan Sanaa.

“Bahkan ada pula daerah tidak rawan dan tidak berbahaya tapi mempunyai masalah complicated seperti Kuala Lumpur, Jeddah, Amman, dan Kuwait,” kata Spica.

Spica mengatakan diplomat memiliki lima tugas utama yaitu representing (mewakili), promoting (promosi), protecting (perlindungan), negotiating (negosiasi), dan reporting (pelaporan). Secara khusus, sejak zaman Presiden Joko Widodo, para diplomat juga mendapat tugas tambahan menjadi seorang “marketer” dalam kerangka meningkatkan diplomasi ekonomi.

“Ada kurikulum khusus diplomasi ekonomi dan diplomasi maritim. Diplomasi ekonomi tidak hanya teori tapi tentang market intelligence atau pengetahuan bagaimana mendapatkan data-data pasar, produk yang menarik di berbagai wilayah dunia,” kata nya.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Manila Bersiap Hadapi Gempa Besar

Berdasarkan penelitian PHIVOLCS, jika gempa mengguncang Manila pada kekuatan 7,2 SR akan menyebabkan 31.000 orang tewas dan 126.000 lainnya mengalami luka.

DUNIA | 2 Juli 2015

Dalam 3 Minggu Terakhir, 7 Pengunjung Diserang Hiu di Pantai Carolina

Serangan hiu di pantai Carolina dilaporkan berada pada tingkat tertinggi dalam 15 tahun terakhir.

DUNIA | 2 Juli 2015

Gelombang Panas Mulai Melanda Eropa

Udara yang panas yang bergerak dari Afrika Utara membuat temperatur mulai naik di Spanyol, Portugal, Inggris serta Prancis selama beberapa hari terakhir.

DUNIA | 2 Juli 2015

Sao Paolo Larang Uber Taksi Beroperasi

Awal Mei silam, Pemerintah Brasil sudah memutuskan untuk menunda operasional Uber taksi secara nasional.

DUNIA | 1 Juli 2015

Inggris Siap Untuk yang Terburuk soal Yunani

Yunani gagal membayar utangnya sebesar 1,5 miliar euro (US$ 1,7 miliar) ke IMF.

DUNIA | 1 Juli 2015

Serangan Militan di Mesir, 11 Tentara Tewas

Lima pos pemeriksaan menjadi target serangan.

DUNIA | 1 Juli 2015

Cegah Virus MERS, Warga Korut Konsumsi Sup Cumi

Mereka secara aktif menggunakan cara tradisional dibandingkan mengikuti saran pihak berwenang.

DUNIA | 1 Juli 2015

2 Bos Uber Taksi Disidang 30 September di Paris

Thibaud Simphal dan Pierre-Dimitri Gore-Coty dituduh melakukan bisnis ilegal dan penggunaan data pribadi seseorang tanpa izin dari pemerintah Prancis.

DUNIA | 1 Juli 2015

Kemlu Kirimkan Nota Protes ke Malaysia terkait Kejadian Sebatik

Meminta penjelasan mengapa hal tersebut bisa terjadi.

DUNIA | 1 Juli 2015

Yunani, Negara Kaya Tapi Miskin (2-Habis)

Terserah kepada mereka (rakyat Yunani) untuk memutuskan atau ambil risiko untuk pergi dari UE

DUNIA | 1 Juli 2015


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS