"Masala Bumbu" Rangkum Hubungan dan Persamaan India-Indonesia

H.E. Mr Gurjit Singh (Duta Besar India untuk Indonesia dan Timor Leste) dan para penulis di buku Masala Bumbu: Enhancing the India-Indonesia Partnership pada acara peluncuran buku di House of India, Jakarta, Senin (10/8). ( Foto: BeritaSatu.com/Kharina Triananda )
Kharina Triananda Senin, 10 Agustus 2015 | 19:55 WIB

Jakarta - Masala Bumbu: Enhancing the India-Indonesia Partnership adalah sebuah buku yang ditujukan untuk memperoleh sebuah terobosan dalam hubungan India-Indonesia pada dekade 2015-25. Judul Masala Bumbu dipilih karena judul tersebut menunjukkan persamaan India dan Indonesia, namun berbeda. "Rempah-rempah" dalam bahasa Hindi adalah masala dan dalam bahasa Indonesia adalah bumbu.

Buku ini membahas berbagai isu seperti keamanan, pembangunan berkelanjutan, konsumen kelas menengah, Samudera Hindia, ancaman non-tradisional, masyarakat sipil, pengembangan sumber daya manusia, budaya, media, dan tanggung jawab sosial perusahaan, Pada setiap topiknya juga terdapat pendapat serta sudut pandang dari penulis India dan penulis Indonesia.

Diharapkan, buku ini menyajikan sudut pandang yang seimbang dari kedua belah pihak, yaitu Indonesia dan India pada isu-isu yang sama.

"Kadang Indonesia lebih sering melihat Asia Timur untuk pembangunan, seperti Jepang dan Tiongkok. Padahal saat ini penting untuk melihat India yang memiliki kemiripan dengan Indonesia, seperti demografisnya yakni beragam kultur dan saling hidup berdampingan, sama-sama negara sedang berkembang, meningkatnya masyarakat dari kelas ekonomi menengah, dan masih banyak lagi," ujar salah satu penulis dalam buku ini, Dino Patti Djalal, Jakarta, Senin (10/8).

Tidak hanya Dino Patti Djalal, President Lippo Group, Theo L. Sambuaga, yang mengaku saat kembali dari India pada 1979 dalam acara Congress Youth Leader di ajang Asia Afrika Youth Conference, menjadi terinspirasi untuk lebih mendalami politik, juga menjadi salah satu penulis di buku ini.

"Buku ini bagus untuk mengingatkan kita bahwa India dan Indonesia memiliki perjalanan panjang dalam sejarah dan kultur. Hubungan bisnis kita harus dieksplorasi lagi, dikembangkan lagi, hingga ke tingkat maksimal. Tidak hanya business to customer, tetapi juga business to business," ungkap Theo.

Berikut penulis Indonesia dan India yang telah memberikan kontribusi berupa artikel dalam buku ini: Gita Wirjawan, Duta Besar Dino Patti Djalal, Inder Malhotra, Duta Besar Gurjit Singh, Suryo Sulisto, Biswajit Dhar, Roshan Kishore, Dewi Fortuna Anwar, Vivek Sengupta, Theo L. Sambuaga, Pallavi Aiyar, I Ketut Putra Erawan, RK Pachauri, Arpita Bisht, Shinta Kamdani, Sanjaya Baru, Yanto Soegiarto, Farah Quinn, Jay Chauhan, J. Nugroho, Shankari Sundararaman, Duta Besar I Gede Ngurah Swajaya, Prakash Nanda, Bunker Roy, Ima Abdulrahim, Duta Besar Navrekha Sharma (mantan Duta Besar India untuk Indonesia), Laksmi Pamuntjak, Endy Bayuni, Indrani Bagchi, Satryo Soemantri Brodjonegoro, Amol Titus, Tri Yuli Adriana, Neeru Singh.

Buku ini telah diedit oleh H.E. Mr Gurjit Singh, Duta Besar India untuk Indonesia dan Timor Leste. Buku ini juga sudah tersedia di toko buku dan bisa dibeli secara online mulai hari ini.