Soal Pengungsi Suriah, PMI dan Komnas HAM Diminta Tinjau Ulang "Detention Centre"
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Soal Pengungsi Suriah, PMI dan Komnas HAM Diminta Tinjau Ulang "Detention Centre"

Senin, 14 September 2015 | 18:49 WIB
Oleh : PR/Willy Masaharu / B1

Sydney - Tragedi kemanusian para pengungsi Suriah telah membangkitkan solidaritas kemanusian dibelahan dunia, masyarakat Jerman menyambut para pengungsi Suriah dengan bantuan kemanusian secara spontan, kondisi ini menyerupai reaksi masyarakat Indonesia (Aceh) dalam menyikapi para pengungsi Ronghiya (Myanmar).

Sementara itu, di beberapa negara belahan dunia warganya melakukan aksi demontrasi untuk menentang kebijaksaan pemerintah mereka yang dinilai bersifat anti pengungsi, tanpa terkecuali di Australia terjadi gelombang aksi demontrasi dibeberapa kota di beberapa negara bagian. Aksi demontrasi ini merupakan sikap warga Australia yang menentang kebijaksaan pemerintahan koalisi Perdana Menteri Tonny Abbot.

Semenjak menjabat perdana mentri Australia pada 18 September 2013, kebijaksaannya dianggap tidak manusiawi terhadap para pengungsi seperti tow-back policy, mengirim balik para pengungsi yang menggunakan perahu dari Indonesia untuk memasuki wilayah Australia, tidak melakukan resettlement, tidak mengambil pengungsi dari Indonesia untuk ditempatkan sebagai penduduk di Australia.

Demikian juga telah terjadi beberapa pelanggaran hak asasi dan pelecehan seksual di Detention Centre yang dibangun oleh pemerintah Australia di pulau Manus, Papua Nugini, maupun di beberapa Detention Centre di Australia.

Pada Sabtu (11/9), di tengah kota Sydney diadakan aksi yang diikuti sekitar seribuan orang yang diikuti dengan orasi sambutan. Senator Lee Ryhanon dari Green Party (Partai Hijau) memberikan orasi politiknya yang mengkritiki sikap pemerintah Australia dan menyerukan untuk penghentikan perang/konflik di Suriah.

Acara ini dimulai pada pukul 14.00 waktu setempat dan diadakan oleh Refugee Action Coalition (RAC). Setelah beberapa sambutan orasi, para peserta aksi melakukan aksi berjalan kaki di CBD Sydney yang banyak mendapatkan perhatian masyarakat.

Dengan gelombang aksi demontrasi dibeberapa kota, akhirnya pemerintah Australia bersedia untuk melakukan resettlement/ menerima pengungsi Suriah sebanyak 12.000.

Eko Waluyo, program coordinator Indonesian solidarity yang hadir juga dalam aksi itu, menyatakan, Pemerintah Australia juga memberikan bantuan dana ke International Organisation Migration (IOM). Para pencari suaka yang telah ditetapkan sebagai pengungsi oleh UNHCR perwakilannya di Jakarta juga mendapatkan dana dari IOM, tetapi IOM kelihatannya hanya menyalurkan dana bantuannya kepada pengungsi yang ada di Detention Centre.

”Kondisi ini akan mengakibatkan banyak pengungsi untuk menyerahkan diri supaya tempat tinggal di Detention Centre karena pemerintah Indonesia tidak memberikan izin bekerja bagi para pengungsi di Indonesia," katanya, dalam siaran pers, yang diterima SP, Senin (14/9).

Untuk itu, katanya, pihaknya menyerukan agar dana bantuan IOM untuk para pengungsi juga diberikan kepada para pengungsi di luar Detention Centre dan pemerintah Indonesia memberikan hak bagi pengungsi untuk bekerja.

Dia melanjutkan, beberapa Detention Centre yang dibangun di Indonesia didanai oleh pemerintah Australia. Anak-anak, perempuan dan orang tua juga menjadi penghuni detention centre tersebut. Kondisi ini tentu bertentangan dengan komitmen pemerintah Indonesia yang telah meratifikasi Konvensi PBB soal perlindungan anak. Untuk itu perlunya lembaga kemanusian dan hak asasi seperti palang merah Indonesia dan Komnas HAM untuk melakukan peninjauan di Detention Centre agar tidak terjadinya pelanggaran kemanusian.

Karena itu, lanjut Eko, pihaknya mendesak pemerintah Australia untuk lebih banyak melakukan resettlement (khususnya bagi pengungsi yang ada di Indonesia ) dan menambahkan bantuan kemanusiaan untuk para pengungsi baik melalui lembaga internasional seperti UNHCR maupun IOM. Mendesak Pemerintah Australia untuk tidak terlibat dalam koalisi untuk melakukan pengebomban di Suriah, karena kondisi ini akan menambah korban kemanusian.

"Dana operasi militer ini akan lebih bijak dan tepat, jika dialihkan menjadi bantuan kemanusian terhadap para pengungsi,” katanya.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

SPD Diproyeksi Menang di Pemilu Jerman, Biden: Mereka solid

SPD Jerman diproyeksikan menang tipis pada pemilu nasional hari Minggu.

DUNIA | 27 September 2021

SPD Diproyeksi Menang Tipis di Pemilu Jerman, Olaf Scholz Bakal Jadi Kanselir

Olaf Scholz bakal jadi kanselir dari SPD keempat pascaperang setelah Willy Brandt, Helmut Schmidt dan Gerhard Schroeder.

DUNIA | 27 September 2021

Ada 17 Teroris di Kalangan Menteri, Mustahil Pemerintah Taliban Dapat Pengakuan

Pengakuan terhadap pemerintahan Taliban mustahil, sebab terdapat 17 teroris di kalangan menteri dan hak asasi kaum perempuan masih dilanggar.

DUNIA | 27 September 2021

Gempa M 5,7 Guncang Pulau Utama di Filipina

Gempa kuat melanda pulau utama Filipina pada Senin (27/9/2021), tetapi belum ada laporan kerusakan segera, kata Survei Geologi AS (USGS).

DUNIA | 27 September 2021

6 Hari Berturut-turut Kasus Baru Covid-19 Singapura di Atas 1.000

Singapura melaporkan rekor 1.939 kasus baru Covid-19 pada Minggu malam.

DUNIA | 27 September 2021

CEO Pfizer: Kehidupan Akan Normal dalam Setahun

CEO Pfizer Albert Bourla mengatakan bahwa kehidupan akan mulai normal setahun lagi dan vaksinasi Covid-19 tahunan akan menjadi kebutuhan hidup.

DUNIA | 27 September 2021

Hasil Sementara Pemilu Jerman: Partai Merkel Kalah Tipis

Merkel dipastikan akan pensiun setelah 16 tahun memimpin Jerman -- tiga kandidat bersaing untuk menggantikannya.

DUNIA | 27 September 2021

Tentara Israel Tembak Mati Empat Warga Palestina di Tepi Barat

Pasukan Israel membunuh sedikitnya empat warga Palestina saat melakukan penggeledahan di Tepi Barat.

DUNIA | 26 September 2021

PM Australia Tolak Komitmen Hapus Bahan Bakar Fosil Bertahap

Perdana Menteri Australia Scott Morrison menolak berkomitmen untuk menghapus bahan bakar fosil secara bertahap menjelang konferensi iklim besar COP26.

DUNIA | 26 September 2021

60 Juta Rakyat Jerman Tentukan Pengganti Kanselir Merkel

Sekitar 60 juta rakyat Jerman memberikan hak suara untuk menentukan pengganti Kanselir veteran Angela Merkel yang sudah berkuasa selama 16 tahun

DUNIA | 26 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Update Covid-19


# Lionel Messi


# Kebakaran Lapas Tangerang


# SUN



TERKINI
Ini Cara Pertahankan Gaya Hidup Sehat di Masa Pandemi Covid-19

Ini Cara Pertahankan Gaya Hidup Sehat di Masa Pandemi Covid-19

KESEHATAN | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings