Kemlu: Spekulasi Korban Mina Tembus Ribuan Tidak Benar
Logo BeritaSatu

Kemlu: Spekulasi Korban Mina Tembus Ribuan Tidak Benar

Kamis, 8 Oktober 2015 | 18:07 WIB
Oleh : Leonard AL Cahyoputra / HA

Jakarta - Sejumlah media asing memberitakan bahwa jumlah korban meninggal tragedi Mina, Arab Saudi dinyatakan menembus angka 1.000, namun pemerintah Indonesia melihat hal tersebut bersikap spekulatif dan perlu ditelusuri ulang.

Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Lalu Muhammad Iqbal, menjelaskan pemerintah Arab saat ini tengah mencocokkan file-file data korban dari negara mereka dengan file yang mereka buat.

Menurut dia, pernyataan mengenai jumlah menembus angka 1.000 itu tak bisa dibuktikan, mengingat saat ini pihak Arab sedang memproses kecocokan data-data jemaah haji dan warga asing yang menjadi korban di Mina.

Iqbal menambahkan penyebab utamanya ada perbedan adalah pandangan mengenai jumlah korban dan jumlah file.

"Agak sulit membuat kesimpulan akhir mengenai jumlah tersebut, satu-satunya alat bukti yang baik adalah melakukan proses identifikasi," ujar Iqbal di kantornya, Jakarta, Kamis (8/10).

Iqbal meminta semua pihak diminta bersabar, karena pemerintah Arab tengah melakukan proses tersebut. Terlebih, kini tim Disaster Victim Identification (DVI) kebanggaan Polri telah berada di tengah-tengah mereka.

Direktorat Jenderal Kemenlu Wilayah Arab Barat, Ambasador Tayib disampaikan Iqbal telah menerima kedatangan tim DVI. Tayib berjanji memberikan akses seluas-luasnya bagi tim melakukan proses identifikasi itu.

"Dan pada saatnya nanti ia akan melaporkan hasil identifikasi dan investigasi tersebut, serta membenahi roadmap Haji agar tiak terulang kejadian sama tahun depan," imbuh Iqbal.

Dijelaskan juga, pemerintah Arab akan mengumumkan dan menghukum pihak-pihak yang menjadi penyebab terjadinya insiden ini.

Untuk diketahui, sampai saat ini telah teridentifikasi 120 korban meninggal dari pihak warga Indonesia (WNI) di sana. Rinciannya yakni 115 jamaah haji dan sisanya yakni WNI yang bekerja di sana dan melakukan ibadah haji. Sedangkan korban luka-luka yang saat ini dirawat berjumlah enam orang dan delapan jemaah haji yang masih hilang dan belum kembali ke Mahtab.

Sementara itu, ketika disinggung banyaknya jumlah jamaah Indonesia yang meninggal, padahal jalur tersebut tak biasa dipakai jamaah asal Indonesia, Iqbal menyerahkan sepenuhnya pada Kemenag.

Menurutnya, hal tersebut merupakan kewajiban Kementerian Agama selaku penyelenggara Haji untuk menjawab. "Nanti saya kira panitia haji akan melakukan penjelasan," pungkasnya.

Sumber: Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Indonesia Bekerja Sama Dengan Lima Negara Atasi Kabut Asap

Indonesia bekerja sama dengan Australia, Tiongkok, Malaysia, Rusia, dan Singapura untuk atasi kebakaran hutan.

DUNIA | 8 Oktober 2015

Tanggulangi Kebakaran Hutan, Indonesia Akan Terima Bantuan Internasional

Para pejabat mengatakan Presiden RI Joko Widodo mengumumkan bahwa bantuan internasional akan diterima untuk menanggulangi kebakaran hutan.

DUNIA | 8 Oktober 2015

Fadli Zon Terpilih Sebagai Presiden GOPAC

Fadli terpilih secara aklamasi sebagai Presiden GOPAC menggantikan Ricardo Garcia Cervantes dari Meksiko.

DUNIA | 8 Oktober 2015

Ini Daftar Kloter Jemaah Haji Indonesia yang Kembali ke Tanah Air

"Mereka akan berangkat ke Madinah, sebelum kembali ke Tanah Air."

DUNIA | 8 Oktober 2015

Serangan Rusia ke Suriah, Rudal Berbicara Bukan Mulut

Serangan ini juga menjadi ajang ujicoba teknologi militer terbaru Rusia

DUNIA | 8 Oktober 2015

"Telegraph" Hitung Mundur Waktu Kiamat

Saat berita ini diturunkan usia mahkluk hidup di alam semesta ini tinggal tiga jam.

DUNIA | 8 Oktober 2015

Tim Debat Harvard Dikalahkan Narapidana

Para narapidana belajar tanpa internet karena dilarang di penjara.

DUNIA | 8 Oktober 2015

Jembatan Kaca Setinggi 1.066 Meter di Tiongkok Retak

Pengelola menjelaskan insiden tersebut terjadi karena seorang wisatawan tanpa sengaja menjatuhnya gelasnya yang terbuat dari stainless steel.

DUNIA | 8 Oktober 2015

Din Syamsuddin: Ketidakadilan Global Pangkal Berbagai Masalah

Ekstremisme tidak hanya terkait Islam tapi juga agama-agama lain, dan ini musuh bersama umat manusia dan kemanusiaan.

DUNIA | 8 Oktober 2015

Video: Rusia Luncurkan 26 Misil ke Suriah

Empat kapal perang Rusia meluncurkan 26 misil ke Suriah dan menghantam 11 target.

DUNIA | 7 Oktober 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS