AS Tingkatkan Bantuan Penegakan Hukum Maritim untuk 4 Negara Asia
Logo BeritaSatu

AS Tingkatkan Bantuan Penegakan Hukum Maritim untuk 4 Negara Asia

Kamis, 8 Oktober 2015 | 22:49 WIB
Oleh : Leonard AL Cahyoputra / B1

Manila - AS klaim meningkatkan kemampuan penegakan hukum di laut hingga empat kali lipat untuk mendukung Indonesia Malaysia, Filipina, dan Vietnam,

"Inisiatif saat ini merupakan bantuan AS lebih dari US$ 100 juta untuk penegakan hukum maritim kepada empat negara," kata Asisten Menteri Luar Negeri William Brownfield dalam konferensi pers telepon dari Washington.

Bantuan pembangunan ini merupakan janji awal US$ 25 juta yang diumumkan oleh Menteri Luar Negeri John Kerry pada Desember 2013.

"Kami tidak benar-benar bodoh. Kami menyadari bahwa ada masalah lain yang bermain di wilayah ini, namun dukungan kami berfokus pada penegakan hukum maritim," tambahnya.

Malaysia, Filipina, dan Vietnam memiliki klaim tumpang tindih dengan Tiongkok dalam sumber daya Laut Tiongkok Selatan yang kaya.

Ketegangan meningkat sepanjang tahun lalu saat bukti menunjukkan Beijing membangun pulau-pulau di atas beberapa terumbu yang masih disengketakan.

"Inisiatif ini benar-benar transparan. Kami tidak melakukan apa-apa di bawah meja," kata Brownfield setelah selama seminggu mengunjungi Indonesia, Filipina dan Vietnam. Saya akui, logika dan akal sehat akan memberitahu Anda, bahwa bangsa yang lebih baik menegakkan hukum maritim akan lebih mampu untuk mengatasi masalah lainny juga. Tapi itu bukan tujuan dari inisiatif ini," katanya panjang lebar.

Tiongkok mengklaim sebagian besar Laut China Selatan yang merupakan jalur air utama bagi perdagangan global, bagian dari wilayahnya, sementara Brunei, Malaysia, Filipina, Vietnam dan Taiwan juga ikut mengklaim.

Sumber: AFP


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bajak Bus di Manila, Pria Bersenjata Tewas Ditembak

Wali Kota Manila Joseph Estrada mengatakan tidak ada negosiasi dengan pria bersenjata.

DUNIA | 8 Oktober 2015

Kemlu: Spekulasi Korban Mina Tembus Ribuan Tidak Benar

Satu-satunya alat bukti yang baik adalah melakukan proses identifikasi.

DUNIA | 8 Oktober 2015

Indonesia Bekerja Sama Dengan Lima Negara Atasi Kabut Asap

Indonesia bekerja sama dengan Australia, Tiongkok, Malaysia, Rusia, dan Singapura untuk atasi kebakaran hutan.

DUNIA | 8 Oktober 2015

Tanggulangi Kebakaran Hutan, Indonesia Akan Terima Bantuan Internasional

Para pejabat mengatakan Presiden RI Joko Widodo mengumumkan bahwa bantuan internasional akan diterima untuk menanggulangi kebakaran hutan.

DUNIA | 8 Oktober 2015

Fadli Zon Terpilih Sebagai Presiden GOPAC

Fadli terpilih secara aklamasi sebagai Presiden GOPAC menggantikan Ricardo Garcia Cervantes dari Meksiko.

DUNIA | 8 Oktober 2015

Ini Daftar Kloter Jemaah Haji Indonesia yang Kembali ke Tanah Air

"Mereka akan berangkat ke Madinah, sebelum kembali ke Tanah Air."

DUNIA | 8 Oktober 2015

Serangan Rusia ke Suriah, Rudal Berbicara Bukan Mulut

Serangan ini juga menjadi ajang ujicoba teknologi militer terbaru Rusia

DUNIA | 8 Oktober 2015

"Telegraph" Hitung Mundur Waktu Kiamat

Saat berita ini diturunkan usia mahkluk hidup di alam semesta ini tinggal tiga jam.

DUNIA | 8 Oktober 2015

Tim Debat Harvard Dikalahkan Narapidana

Para narapidana belajar tanpa internet karena dilarang di penjara.

DUNIA | 8 Oktober 2015

Jembatan Kaca Setinggi 1.066 Meter di Tiongkok Retak

Pengelola menjelaskan insiden tersebut terjadi karena seorang wisatawan tanpa sengaja menjatuhnya gelasnya yang terbuat dari stainless steel.

DUNIA | 8 Oktober 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS