Pernikahan Misyar

Orang Arab Makin Doyan Cerai

Orang Arab Makin Doyan Cerai
Ilustrasi ( Foto: Istimewa )
Senin, 20 Februari 2012 | 16:52 WIB
Sekitar 60 persen perceraian terjadi pada tahun pertama pernikahan

Tingkat perceraian di Arab Saudi meningkat 35 persen pada tahun 2011.

Menurut kementerian urusan sosial, tingkat perceraian di Arab lebih tinggi dibanding rata-rata dunia yang berkisar antara 18 hingga 22 persen.

Sekitar 60 persen perceraian terjadi pada tahun pertama pernikahan.

"Ini sangat membahayakan bagi masyarakat Saudi," kata Sheikh Saudi al-Yousif, kepala daerah Tabuk.

"Persentase perceraian dapat melewati 40 persen."

Pada tahun 2010 tercatat satu perceraian setiap satu jam. Atau 18.765 perceraian dari 90.983 pernikahan.

Seorang pengamat sosial Mohammed al-Ateeq mengatakan," Peningkatan angka perceraian dan turunnya angka pernikahan sangat membahayakan, dan membawa berbagai masalah di masa depan."

Sheikh Khalid al-Hamish yang mengelola perjodohan online mengatakan, tingginya tingkat perceraian dapat mengancam kehidupan masyarakat Arab Saudi.

Sementara makin banyak perempuan yang tidak menikah menciptakan beban bagi keluarga.

"Situasi ekonomi menyebabkan lelaki muda tidak diijinkan menikahi karena tidak memiliki pekerjaan yang baik dan tidak punya rumah," kata Hamish.

Dikatakan, banyak lelaki pada pertengahan usia 30-an, yang tidak menikah dan tidak mampu menabung.

Persoalan lain adalah tidak mampu menemukan orang yang tepat.

"Pengantin baru saling mengagumi dan memasuki perkawinan berbekal terori, tanpa memasuki fase nyata pernikahan. Kemudian berhadapan dengan realitas yang ternyata jauh dari bayangan semula," kata Hamish.

"Maka persoalannya adalah tidak memilih orang yang tepat dan tidak mampu untuk menjalani kenyataan."

Salah satu penyebab tingginya tingkat perceraian karena pernikahan al-Misyar.

Ini adalah jenis pernikahan dimana seorang suami tidak harus tinggal bersama istrinya, hanya berkunjung sesekali.

Perempuan itu tidak mengetahui keberadaan suaminya, yang biasanya menikah dengan perempuan yang lain.

"Banyak yang terlibat dengan perkawinan Misyar. Ketika istri pertama mengetahui suaminya menikah lagi, maka biasanya terjadi perceraian."