RSPP Segera Bangun Rumah Sakit di Arab Saudi

RSPP Segera Bangun Rumah Sakit di Arab Saudi
Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). ( Foto: Pertamedika )
/ YUD Senin, 23 Mei 2016 | 16:47 WIB

Jakarta - PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamedika yang mengelola Rumah Sakit Pusat Pertamina, akan segera membangun rumah sakit di Arab Saudi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, seusai penandatanganan kontrak pengembangan kilang Cilacap dengan Saudi Aramco di Jakarta, Senin (23/5), mengatakan BUMN minyak itu telah mendapatkan komitmen untuk bisa membangun rumah sakit di Arab Saudi.

"Indonesia sudah dapat komitmen untuk membangun rumah sakit Indonesia di Arab Saudi. Kebetulan yang masuk RSPP," katanya.

Sudirman yang juga menjadi menteri penghubung investasi Indonesia dan Arab Saudi mengatakan pihaknya telah menggalang kerja sama dengan Menteri Kesehatan Arab Saudi.

"Sekarang sudah sampai tahap penandatanganan antara Menteri Kesehatan RI dan Menteri Kesehatan Arab Saudi," katanya.

Keberadaan rumah sakit Indonesia dibutuhkan untuk melayani jemaah haji asal Tanah Air, serta mengakomodir kebutuhan tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi.

Sebelumnya, Pangeran Arab Saudi Prince Alwaleed Bin Talal Bin Abdulaziz Alsaud dalam kunjungan kehormatan menemui Presiden Jokowi menawarkan kesempatan kepada Indonesia untuk membuka rumah sakit (RS) di Arab Saudi.

Indonesia bahkan sudah mendapatkan alokasi tanah/lahan.

Arab Saudi juga menyatakan minatnya untuk memperbesar investasi khususnya di bidang pariwisata dan portofolio keuangan di Indonesia.

Pemerintah Arab Saudi menjajaki kemungkinan untuk dapat bekerja sama di bidang investasi keuangan melalui kerja sama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI), perusahaan pembiayaan infrastruktur yang dimiliki oleh pemerintah Indonesia.

Tiga lokasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata juga tengah dilirik oleh Arab Saudi untuk dikembangkan, yakni Lombok Mandalika, Banten Tanjung Lesung dan Sumatera Barat.

Sudirman menilai positif inisiatif kerja sama tersebut karena sejalan dengan penguatan hubungan antara kedua negara.

"Tugas kami menjaga agar hubungan kedua negara makin baik, makin kuat," katanya.

Sumber: ANTARA