Dua Kota di Suriah Dibom, 148 Orang Lebih Tewas

Dua Kota di Suriah Dibom, 148 Orang Lebih Tewas
Pemandangan pasca ledakan yang mengenai terminal bus di kota Jableh. Sejumlah ledakan bom yang diklaim oleh kelompok Negara Islam (NI), menyebabkan ratusan orang tewas di dua kota di Suriah, Jableh dan Tartus, Senin, 23 Mei 2016. (Foto: AFP Photo)
Happy Amanda Amalia / PYA Selasa, 24 Mei 2016 | 00:09 WIB

Beirut – Lebih dari 148 orang tewas dalam pengeboman yang diklaim oleh kelompok Negara Islam (NI) di bagian barat laut Suriah, Senin (23/5). Aksi itu merupakan serangan paling mematikan di jantung rezim pemerintah, yang ada di wilayah pesisir.

Dilaporkan ada tujuh ledakan yang terjadi hampir bersamaan dengan menargetkan terminal-terminal bus, rumah-rumah sakit, dan tempat-tempat umum lain di kota tepi laut, Jableh dan Tartus. Padahal, sampai sekarang, wilayah tersebut relatif terisolasi dari perang sipil Suriah yang berlangung lima tahun.

Peristiwa serangan dengan menggunakan bom dimulai pada pukul 09.00 waktu setempat, dengan tiga ledakan di terminal bus di Tartus. Kota ini menjadi tempat di mana rezim sekutu Rusia ini mempertahankan fasilitas angkatan lautnya sejak lama.

Menurut kelompok pengawas Observatorium Hak Asasi Manusia untuk Suriah, ledakan pertama berasal dari bom mobil. Kemudian, ketika orang-orang berduyung-duyun ke lokasi ledakan, dua buah rompi bom bunuh diri diledakkan.

Selain itu, sumber kepolisian di kota itu mengatakan ledakan bom mobil mengenai pintu masuk terminal dan dua pelaku bom bunuh diri menyerang di dalamnya.

Berdasarkan tayangan televisi dari tempat kejadian, terlihat keadaan terminal yang rusak. Bus-bus berukuran kecil tergeletak dan kendaraan lain dalam keadaan terbakar.

Kemudian, sekitar 15 menit pasca ledakan di Tartus, ledakan berikut terjadi di Jableh, yang berjarak sekitar 40 kilometer di bagian utara.

Serangan luar biasa yang terjadi di kubu rezim Presiden Bashar al-Assad ini dikarenakan NI dihadapkan pada lonjakan tekanan di Suriah dan Irak. Pasalnya, pasukan Baghdad melancarkan serangan besar-besaran, pada Senin, untuk kembali merebut kota Fallujah yang dikuasai kelompok jihad.

Alhasil, sebanyak 100 orang tewas di Jableh, dan 48 lainnya di Tartus hingga ke selatan, sedikitnya delapan di antara korban tewas adalah anak-anak. Demikian menurut Observatorium Hak Asasi Manusia untuk Suriah.

Kepala Observatorium Rami Abdel Rahman mengatakan, kelompok itu tanpa ragu lagi melancarkan serangan-serangan mematikan di dua kota, sejak perang di mulai.

Di sisi lain, NI mengaku bertanggung jawab atas peristiwa ledakan kepada kantor berita Amaq. Menurut mereka para pejuang telah menyerang pertemuan Alawit – sekte minoritas yang menjadi asal usul Assad – di Jableh dan Tartus.

Sumber: AFP/Investor Daily