Kuba: Trump Tak Perlu Kuliahi Kami
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kuba: Trump Tak Perlu Kuliahi Kami

Senin, 19 Juni 2017 | 16:51 WIB
Oleh : Jeanny Aipassa / WIR

Havana - Pemerintah Kuba menilai Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, tak perlu menguliahi negara Amerika latin itu soal pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

Pernyataan itu, disampaikan Presiden Kuba, Raul Castro, untuk menanggapi kebijakan terbaru Trump yang membatalkan sebagian kesepakatan damai AS-Kuba yang dibuat mantan Presiden Barack Obama.

Dalam perintah terbarunya, Trump akan memperketat perbatasan dan izin perjalanan antara AS dan Kuba, yang sebelumnya telah dibebaskan oleh pemerintahan Obama. Trump juga melarang perdagangan dengan bisnis Kuba yang dimiliki oleh dinas militer dan intelijen.

Tak hanya itu, Trump juga menunjuk Menteri Luar Negeri Rex Tillerson untuk membentuk gugus tugas yang akan mendorong kembali perlawanan AS terhadap upaya PBB untuk mencabut embargo terhadap Kuba, sampau negara itu lebih banyak menghormati hak asasi manusia (HAM).

Pada Jumat (16/6), Trump mengecam Kuba atas pelanggaran HAM dengan menuding rezim Castro telah mengirim senjata ke Korea Utara, memicu kekacauan di Venezuela, memenjarakan orang-orang tak bersalah.

"Rezim Castro juga telah mendukung perdagangan manusia, kerja paksa dan eksploitasi di seluruh dunia," ujar Trump.

Menanggapi pidato Trump, Pemerintah Castro mengeluarkan bahwa kebijakan terbaru presiden AS itu menjadi "langkah mundur" normalisasi hubungan AS-Kuba yang dirintis Obama.

"Pidato Trump penuh dengan retorika yang bermusuhan. Kebijakan yang diumumkan akan membalikkan kemajuan yang dicapai antara kedua negara dalam dua tahun terakhir," demikian pernyataan Pemerintah Castro, di Havana, Kuba, Sabtu (17/6).

Dia juga menilai Trump tidak memiliki "syarat untuk menguliahi" Kuba soal pelanggaran HAM. Kuba justru menyampaikan "keprihatinan mendalam" mengenai kondisi HAM di AS yang memprihatinkan di masa pemerintahan Trump.

Salah satunya adalah RUU Pelayanan Kesehatan baru Trump yang membatalkan program Obamacare. Padahal layanan kesehatan yang merupakan HAM yang seharusnya dijamin dan dilindungi pemerintah. Seperti diketahui, pembatalan program Obamacare dieprkirakan akan menyebabkan 23 juta orang kehilangan asuransi kesehatan.

"Kami memiliki keprihatinan mendalam atas jaminan HAM di AS, di mana ada sejumlah besar kasus pembunuhan, kebrutalan dan penyalahgunaan kewenangan polisi terhadap warga sipil, khususnya dari keturunan Afrika Amerika. Hak untuk hidup juga dilanggar dengan banyaknya kematian akibat kasus penembakan," bunyi pernyataan Castro.

Pernyataan itu juga mencantumkan sejumlah masalah pelanggaran HAM, seperti diskriminasi rasial, ketidaksetaraan gaji antargender, marginalisasi imigran dan pengungsi dari negara-negara Islam, serta pembangunan tembok di perbatasan selatan.
Selain itu, keputusan Trump untuk menarik diri dari kesepakatan iklim Paris, pemenjaraan para kriminal di Teluk Guantanamo, pembunuhan warga AS dan warga negara asing atas serangan pesawat tak berawak, dan Perang Irak, merupakan bentuk pelanggaran AS atas HAM.

"AS menerapkan standar ganda tentang HAM," kata Castro.

Terkait dengan rencana Trump agar AS kembali mendorong pemberlakuan embargo atas Kuba sampai negara itu mengambil kebijakan yang berkomitmen pada penegakkan HAM, Castro menilai, Trump menggunakan "metode pemaksaan" di masa lalu.

"Presiden AS yang malang, sekali lagi mengambil keputusan yang mendukung kepentingan politik minoritas ekstremis asal Kuba di negara bagian Florida, yang didorong oleh motivasi mereka untuk menghukum Kuba dan rakyatnya karena Menjalankan hak yang sah dan berdaulat untuk bebas dan mengambil kendali atas takdir mereka sendiri," bunyi pernyataan tersebut.



Sumber: Suara Pembaruan

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Duterte : Pertempuran Marawi Segera Berakhir

Presiden Filipina Rodrigo Duterte meyakinkan kembali para tentara dan masyarakat bahwa perlawanan teroris ISIS di Marawi akan segera berakhir.

DUNIA | 19 Juni 2017

Korban Tewas Kebakaran Hutan Portugal Jadi 62 Orang

Bencana kebakaran hutan di Portugal telah menewaskan 62 orang dan melukai lebih dari 50 orang. Pemerintah mengumumkan tiga hari masa berkabung nasional.

DUNIA | 19 Juni 2017

Koalisi Saudi Serang Pasar di Yaman, 25 Tewas

[SAADA] Setidaknya 25 warga sipil Yaman tewas dalam serangan udara yang dipimpin Arab Saudi ke sebuah pasar di Provinsi Saada, Yaman, sebelah utara

DUNIA | 19 Juni 2017

Jet Tempur Amerika Jatuhkan Bomber Suriah

Koalisi: kami tidak memerangi Suriah dan Rusia, namun tidak ragu-ragu mempertahankan diri dari setiap ancaman.

DUNIA | 19 Juni 2017

Kebakaran Hutan Tewaskan 57 Orang di Portugal

Sebagian besar korban terjebak di dalam mobil yang terbakar.

DUNIA | 18 Juni 2017

Kapal Perang AS Tabrakan dengan Kapal Dagang

Tujuh awak kapal USS Fitzgerald hilang akibat kecelakaan tersebut.

DUNIA | 17 Juni 2017

Trump Batalkan Kesepakatan dengan Kuba

Presiden Amerika Serikat (AS) membatalkan kesepakatan negara itu dengan Kuba yang dibuat semasa pemerintahan mantan Presiden Barack Obama.

DUNIA | 17 Juni 2017

Helmut Kohl, Tokoh Pemersatu Jerman Wafat

Helmut Kohl, tokoh pemersatu Jerman, wafat pada usia 87 tahun, pada Jumat (16/6).

DUNIA | 17 Juni 2017

Saudi dan Sekutu Susun Tuntutan untuk Qatar

Pada Jumat (16/6), Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel Al-Jubeir menyatakan ada pertemuan yang membahas daftar masalah Qatar yang akan segera dipaparkan.

DUNIA | 17 Juni 2017

Kapal Perang AS Tabrak Kapal Dagang, 7 ABK Hilang

Tujuh orang pelaut kapal perang AS USS Fitzgerald masih hilang setelah bertabrakan dengan kapal dagang di perairan Jepang, Sabtu (17/6).

DUNIA | 17 Juni 2017


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS