Garda Revolusi Klaim Kalahkan Antek Asing

Garda Revolusi Klaim Kalahkan Antek Asing
Warga Iran melakukan aksi demonstrasi ro-pemerintah dekat Masjid Raya Imam Khomeini di Teheran, 30 Desember 2017. Ini merupakan aksi tandingan atas protes yang merebak di berbagai wilayah menentang pemerintah. (Foto: AFP)
Unggul Wirawan / WIR Senin, 8 Januari 2018 | 17:21 WIB

Teheran - Garda Revolusi Iran telah mengumumkan pasukan pemerintah telah mengalahkan kerusuhan yang dipicu oleh musuh-musuh asing Republik Islam, Minggu (7/1). Sebaliknya, Minggu (7/1), badan intelijen AS yang Central Intelligence Agency (CIA) membantah tuduhan sebagai dalang kerusuhan dalam demonstrasi Iran.

"Orang-orang revolusioner Iran bersama puluhan ribu pasukan Basij, polisi dan Kementerian Intelijen telah memecahkan rantai [kerusuhan] yang diciptakan oleh Amerika Serikat, Inggris, rezim Zionis [Israel], Arab Saudi, orang-orang munafik [Mujahidin] dan monarkis," bunyi pernyataan dari situs Sepahnews, Minggu.

Menurut pejabat keamanan Iran yang dikutip oleh Press TV, penyelenggara kerusuhan telah diidentifikasi dan ditangkap. Sementara sebagian besar demonstran yang ditahan dan telah ditipu untuk bergabung dalam demonstrasi dibebaskan dengan jaminan.

Pada Minggu (7/1), parlemen Iran bertemu dalam satu pertemuan tertutup membahas situasi keamanan negara tersebut. TV pemerintah melaporkan pertemuan dihadiri menteri dalam negeri dan intelijen, kepala polisi Iran, dan wakil komandan Garda Revolusi.

Di sisi lain, Direktur CIA Mike Pompeo mengatakan kondisi ekonomi di Iran yang tidak baik menyebabkan orang-orang turun ke jalan. Dia sebut rezim di Teheran "tampak terbelakang" karena tidak membiarkan suara rakyat terhadap suara rakyat.

"Itu salah. Demo ini merupakan orang-orang Iran - yang dimulai oleh mereka, diciptakan oleh mereka, dilanjutkan oleh mereka, menuntut kondisi kehidupan yang lebih baik dan berhenti dari rezim teokratis," katanya.

Protes atas masalah ekonomi meletus di kota terbesar di Iran Masyhad pada 28 Desember dan dengan cepat menyebar ke kota-kota lain, termasuk Teheran.
Menurut laporan media, lebih dari 20 orang tewas dalam kerusuhan tersebut saat perusuh menyerang gedung pemerintah dan kantor polisi di beberapa daerah.

Dilaporkan, ukuran dan ruang lingkup demonstrasi bervariasi di setiap kota. Garda Revolusi mengklaim bahwa jumlah "pembuat masalah" tidak melebihi 15.000 orang di seluruh negeri.

Sebelumnya, jaksa Iran, Mohammad Jafar Montazeri, juga menuduh CIA sebagai "pelindung utama" satu rencana untuk menyebabkan kerusuhan di negara tersebut. Dia juga menyebut intelijen Israel Mossad dan Arab Saudi sebagai konspirator dalam dugaan rencana tersebut.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump telah membuat pernyataan publik yang mendukung demonstran Iran. "Ketika rezim ini [pemerintah Iran] akhirnya jatuh, dan suatu hari nanti, orang Iran dan Israel akan menjadi teman baik sekali lagi," kata Netanyahu.



Sumber: Suara Pembaruan