AS Bakal Usir 200.000 Warga El Salvador
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

AS Bakal Usir 200.000 Warga El Salvador

Selasa, 9 Januari 2018 | 03:03 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Washington - Pemerintahan Presiden Donald Trump akan mengakhiri status imigrasi sementara bagi 200.000 warga El Salvador yang telah tinggal di Amerika Serikat selama hampir dua dekade.

Dengan keputusan ini, warga El Salvador yang sekarang memiliki Status Perlindungan Sementara (Temporary Protected Status/TPS) harus kembali ke negaranya pada September 2019 atau menjadi imigran gelap kalau memilih tinggal di AS tanpa perlindungan imigrasi yang sah.

Warga dari El Salvador ini pertama kali mendapat jaminan TPS pada 2001 menyusul terjadinya gempa hebat yang menewaskan hampir 1.000 orang dan menghancurkan lebih dari 100.000 rumah di negara Amerika Tengah itu.

Pendahulu Trump yaitu George W. Bush dan Barack Obama terus memperpanjang status perlindungan setiap 18 bulan, dengan alasan negara tersebut belum sepenuhnya pulih dari dampak gempa dan juga dilanda perang antar-kartel narkoba sehingga tidak memungkinkan untuk memulangkan begitu banyak orang ke negara yang belum stabil.

Menurut Kedutaan El Salvador di Washington, diperkirakan 97% warganya yang mendapat TPS sudah berumur di atas 24 tahun, bekerja, dan membayar pajak untuk AS, dan lebih dari separuh angka itu sudah punya rumah sendiri. Menurut Center for Migration Studies, imigran dengan TPS itu sudah melahirkan 192.000 anak yang otomatis menjadi warga negara AS.

Program TPS diluncurkan oleh Kongres pada 1990 dan dimaksudkan sebagai solusi sementara, tetapi kemudian diperpanjang berulang kali.

Pada November, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS juga mencabut fasilitas TPS untuk sekitar 59.000 warga Haiti yang ditampung akibat gempa 2010. Mereka harus pulang ke Haiti pada Juli 2019.

Selain itu 5.300 warga Nicaragua juga dicabut fasilitas TPS mereka yang diberikan sejak 1999 karena badai Hurricane Mitch. Mereka diberi tenggat hingga Januari 2019.

Sementara itu status TPS untuk 86.000 warga Honduras yang terdampak badai Mitch justru diperpanjang enam bulan, meskipun tampaknya mereka juga akan menjadi target pemulangan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: USA Today


BERITA LAINNYA

Emir Qatar Desak Dunia Gandeng Taliban

Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani telah meminta para pemimpin dunia untuk tetap terlibat dengan Taliban di Afghanistan.

DUNIA | 23 September 2021

PAHO Pilih Argentina dan Brasil untuk Kembangkan Vaksin Covid-19

Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO) memilih Argentina dan Brasil untuk mengembangkan vaksin Covid-19.

DUNIA | 22 September 2021

India Sita Heroin Afghanistan Senilai Rp 38,9 Triliun

Otoritas India telah menyita hampir 3 ton heroin yang berasal dari Afghanistan senilai sekitar 200 miliar rupee (Rp 38,9 triliun).

DUNIA | 22 September 2021

Survei: Hampir 80% Warga Palestina Ingin Presiden Abbas Mundur

Satu jajak pendapat baru menemukan bahwa hampir 80% warga Palestina ingin Presiden Mahmoud Abbas mengundurkan diri.

DUNIA | 22 September 2021

Tiongkok Janji Hentikan Pembangunan Pembangkit Listrik Batu Bara di Luar Negeri

Tiongkok tidak akan membangun proyek pembangkit listrik tenaga batu bara baru di luar negeri.

DUNIA | 22 September 2021

Akibat Covid-19, Sekitar 20% Warga Nigeria Kehilangan Pekerjaan

Sekitar 20% pekerja Nigeria kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19

DUNIA | 22 September 2021

Pakistan Tidak Buru-buru Akui Pemerintah Taliban di Afghanistan

Pemerintah Pakistan tidak akan terburu-buru untuk mengakui pemerintah Taliban di Afghanistan.

DUNIA | 22 September 2021

Bela Prancis, Pemimpin Uni Eropa Kecewa Atas Kesepakatan AUKUS

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan "tidak dapat menerima" cara Australia, Inggris, dan Amerika Serikat dalam kemitraan AUKUS dalam memperlakukan Prancis.

DUNIA | 22 September 2021

Inggris Mulai Uji Coba Vaksin Penguat Multivarian Covid-19

Uji coba vaksin penguat multi-varian pertama di dunia terhadap Covid-19 dimulai di kota Manchester, Inggris, pada Senin (20/9/2021).

DUNIA | 22 September 2021

Sikap Tiongkok di LCS Dianggap Menguntungkan Indonesia

Soleman B Ponto menyebut sikap Tiongkok di LCS sangat menguntungkan Indonesia.

DUNIA | 22 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
KNPI Jakarta Ingatkan Giring PSI Soal Tudingan Anies Berbohong

KNPI Jakarta Ingatkan Giring PSI Soal Tudingan Anies Berbohong

MEGAPOLITAN | 6 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings